Kecaman Jokowi untuk Teror Sigi Tak Beradab dan di Luar Batas Kemanusiaan
Tim detikcom - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 07:00 WIB
https://news.detik.com/berita/d-5276286/kecaman-jokowi-untuk-teror-sigi-tak-beradab-dan-di-luar-batas-kemanusiaan?single=1
Presiden Jokowi (Foto: BPMI Setpres/Lukas)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam pembunuhan sadis yang
menewaskan 4 orang di Sigi, Sulawesi Selatan. Jokowi menegaskan pembantaian itu
tindakan biadab dan di luar batas kemanusiaan.
"Saya mengutuk keras tindakan-tindakan di luar batas kemanusiaan dan tidak
beradab yang menyebabkan 4 orang saudara-saudara kita meninggal dunia dalam
aksi kekerasan yang terjadi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah," ujar Presiden
Jokowi dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (30/11/2020).
Baca juga:
Pernyataan Lengkap Jokowi Kutuk Teror di Sigi dan Usut Pelaku hingga ke
Akar
Jokowi mengatakan pembunuhan sadis itu dilakukan untuk menciptakan teror. Serta
upaya untuk merusak persatuan dan kerukunan bangsa.
"Tindakan yang biadab itu jelas bertujuan untuk menciptakan provokasi dan teror
di tengah-tengah masyarakat yang ingin merusak persatuan dan kerukunan di
antara warga bangsa," sebut Jokowi.
Presiden pun mengucapkan duka cita kepada keluarga korban. Pemerintah juga akan
memberikan santunan.
"Saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Ini adalah
tragedi kemanusiaan dan pemerintah akan memberikan santunan kepada mereka yang
ditinggalkan," katanya.
Baca juga:
Jokowi: Tak Ada Tempat di Tanah Air bagi Terorisme!
Jokowi ingin kasus pembunuhan ini diusut secara tuntas. Untuk itu, Jokowi
memerintahkan TNI dan Polri untuk membongkar jaringan pelaku sampai ke akarnya.
"Saya sudah memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan
pelaku dan membongkar jaringan itu sampai ke akar-akarnya. Saya juga sudah
memerintahkan kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk meningkatkan kewaspadaan,'
jelas Jokowi.
Tak ada tempat bagi teroris di Tanah Air, tegas Jokowi. Namun demikian, Jokowi
meminta masyarakat untuk tetap tenang dan bersatu melawan teroris.
"Sekali lagi, saya tegaskan bahwa tidak ada tempat di Tanah Air kita ini bagi
terorisme. Terakhir, saya meminta kepada seluruh masyarakat di seluruh pelosok
Tanah Air agar semuanya tetap tenang dan menjaga persatuan namun juga tetap
waspada. Kita semua harus bersatu melawan terorisme," sebutnya.
Pemerintah Perintahkan Satgas Tinombala Kepung Pelaku Pembunuhan
Menko Polhukam, Mahfud Md menegaskan aparat akan menindak tegas kelompok
teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang melakukan pembunuhan sadis itu.
Tim gabungan TNI-Polri Satgas Tinombala telah dikerahkan untuk mengejar MIT.
"Pemerintah telah memerintahkan kepada aparat keamanan melalui Satgas Operasi
Tinombala untuk melakukan pengejaran dan pengepungan terhadap para pelaku agar
secepatnya bisa dilakukan proses hukum yang tegas terhadap mereka," kata Menko
Polhukam Mahfud Md di kantornya, Jakarta, Senin (30/11/2020).
Baca juga:
Mahfud Md soal Teror di Sigi: Bukan Perang Suku, Apalagi Agama!
Namun demikian, Mahfud meminta agar masyarakat tenang dan tidak terprovokasi
atas kasus tersebut. Dia mengatakan kekerasan yang dilakukan MIT tidak ada
kaitan dengan persoalan agama maupun suku tertentu.
"Pemerintah menjamin keamanan warga di seluruh Indonesia termasuk kepada warga
di Kabupaten Sigi terutama setelah terjadinya tindakan teror dan kekerasan di
wilayah itu. Pemerintah mengimbau kepada seluruh warga, khususnya warga
masyarakat Sigi agar tak terpancing upaya provokasi yang dilakukan pihak
tertentu," ujar dia.
"Ini bukan perang suku apalagi perang agama. Peristiwa ini dilakukan kelompok
atas nama Mujahidin Indonesia Timur yang dilakukan Ali Kalora yang tak bisa
disebut mewakili agama tertentu," tambah Mahfud.
Baca juga:
Dampingi Keluarga Korban Teror di Sigi, Pemerintah Beri Trauma Healing
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan aparat akan menindak tegas
pelaku pembunuhan itu. Pasukan Khusus TNI bakal diterjunkan ke Poso untuk
mendukung operasi Polri.
"TNI akan menindak tegas atas pelaku yang dilaksanakan oleh MIT dalam hal ini
TNI akan mendukung Polri," kata Panglima TNI Marsekal Hadi dalam konferensi
pers di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (30/11/2020).
"Besok pagi akan diberangkatkan pasukan khusus dari Halim menuju ke Palu dan
ditugaskan di Poso untuk memperkuat pasukan yang sudah ada sebelumnya di Poso,"
kata Marsekal Hadi.
Panglima TNI yakin seluruh masyarakat ingin kelompok MIT pimpinan Ali Kalora
ini ditangkap. Panglima TNI siap melaksanakan harapan rakyat.
"Sehingga apa yang diharapkan seluruh masyarakat Indonesia bahwa kelompok MIT
harus dikejar dan sampai dapat akan kami laksanakan," tegas Panglima TNI.
Panglima TNI berharap masyarakat mendukung operasi menangkap kelompok MIT
pimpinan Ali Kalora ini. Setelah menyatakan akan mengirim pasukan khusus,
Panglima TNI Marsekal Hadi tak ingin masyarakat tak berdosa terus-terusan
menjadi korban keganasan kelompok MIT.
"Saya mohon doanya agar operasi ini bisa berjalan dengan lancar.
Dukungan-dukungan untuk operasi sudah kita kirim secara bertahap. Dengan
dukungan operasi tersebut saya yakin kelompok MIT yang melakukan kejahatan atas
penduduk yang tidak berdosa segera tertangkap," tegas Marsekal Hadi.
Baca juga:
Jokowi Berduka ke Korban Pembunuhan di Sigi, Siap Santuni Keluarga
(lir/eva)
--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/2BFDEEE5FAC7493A9AD599A41F73871D%40A10Live.