1. Tak Perlu Panik, Pria ini Bagikan Tips Cara Tangkap Ular Liar Pakai Toples dengan Mudah. Sabtu, 21 November 2020 21:36 WIB
https://www.indozone.id/news/zosY4Nv/tak-perlu-panik-pria-ini-bagikan-tips-cara-tangkap-ular-liar-pakai-toples-dengan-mudah?utm_source=insight&utm_medium=insighitsrc&utm_campaign=insightsrc INDOZONE.ID - Saat bertemu dengan ular liar yang tiba-tiba saja masuk halaman atau rumah, pastinya bikin sebagian orang panik ketakutan berhadapan dengan makhluk melata yang satu ini. Namun tak perlu khawatir jika kamu menemukan ular yang berkeliaran d rumahmu, ada berbagai cara yang mudah dan bisa kamu lakukan saat ingin menangkap binatang tersebut. Seperti unggahan video pada akun vs.senthil di TikTok, terlihat seorang pria dengan mudahnya menangkap ular hanya menggunakan toples plastik. Terlihat pria tersebut perlahan mendekatkan lubang toples ke kepala ular tersebut. Setelah kepala ular masuk, ia pun menjepit sebagian tubuh ular, dan mencoba mendorong ular tersebut masuk ke dalam toples. Meski terlihat mudah, lebih baik kamu menghubungi petugas setempat bila ingin menangkap ular yang berkeliaran di rumahmu agar tak terjadi hal yang tak diinginkan. Hingga kini video tersebut telah ditonton hingga 2,5 juta kali dan mendapatkan beragam komentar kocak dari netizen. 2. Novel Baswedan Ungkap Mengapa KPK Masih Bisa OTT Edhy Prabowo dan Ajay M Priatna Meski Dilemahkan Mahbub Ridhoo Maulaa - 30 November 2020, 11:27 WIB https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-011034944/novel-baswedan-ungkap-mengapa-kpk-masih-bisa-ott-edhy-prabowo-dan-ajay-m-priatna-meski-dilemahkan PIKIRAN RAKYAT - Pegawai-pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlahan-lahan mundur teratur semenjak undang-undang baru diteken DPR RI dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Penyidik KPK Novel Baswedan mengakui kalau pelemahan dalam UU KPK baru sangat serius sehingga menghambat upaya pembasmian koruptor di Indonesia. Namun, Novel Baswedan mengungkap kalau saat ini operasi tangkap tangan (OTT) masih berhasil menangkap beberapa pejabat seperti Edhy Prabowo dan Ajay M Priatna karena sejumlah alasan. Saat diwawancara Karni Ilyas, Novel mengatakan kerisauan atas pelemahan KPK memang menjadi pendorong mundurnya rekan-rekan dia di komisi antirasuah itu. "Kami ada di KPK itu inginnya adalah ingin berjuang memberantas korupsi," tuturnya dikutip Pikiran-Rakyat.com dari kanal YouTube Karni Ilyas Club pada Senin 30 November 2020. "Ketika keadaannya tidak ideal untuk bisa memberantas korupsi dengan baik, maka itu menjadi kerisauan tersendiri," ucap Novel tegas. Ia mengungkapkan kalau para pegawai KPK menganggap upaya pemberantasan korupsi sebagai jalan yang mulia. Oleh karena itu, intervensi yang mempersulit langkah KPK membuat mereka semua enggan karena independensi lembaga antirasuah ini jadi diragukan. Mulai dari rekrutmen hingga pembinaan karir pegawai diintervensi oleh lembaga di luar KPK sehingga integritas komisi tersebut akan makin rendah. "Ini kan berbahaya pak Karni. Ini bisa menjadi jalan atau peluang untuk intervensi," ucap Novel. Novel mengakui kalau transisi menuju sistem KPK seusai UU baru itu mulai terasa. Akibatnya, satu persatu pegawai KPK mengundurkan diri. "Pertanyaannya seringkali dikatakan, 'Lah sekarang kenapa bisa OTT? Kenapa masih bisa bekerja?' karena pelemahannya belum bisa 100 persen berjalan," ucapnya tegas. Ia pun belum keluar dari KPK karena masih berharap adanya perubahan dari komisi antirasuah itu ke depannya. "Sejujurnya, saya sudah beberapa waktu lalu ingin mundur, tapi kemudian ketika saya timbang-timbang kembali, saya berpikir, saya akan menunggu sampai pada masa betul-betul tidak bisa ngapa-ngapain, tidak bisa berbuat sungguh-sungguh. Saya akan mundur di sana," kata Novel.*** 3. Pencucian Uang Ekspor Benur, Effendi Gazali Sebut Dilakukan Diam-diam Sejak Pelarangan Ekspor Ferdinandi Pratama Putra - 1 Desember 2020, 16:55 WIB PR CIREBON - Pasca tertangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo dalam Operasi Tangkap Tangan karena adanya indikasi dugaan korupsi. Yang mana masalah ekspor benih lobster kini kembali ramai diperbincangkan. Dari permasalahan kasus Benih Lobster tersebutlah yang membuat Ketua Komisi Pemangku Kepentingan dan Konsultasi Publik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP2-KKP), Effendi Gazali kembali menyuarakan pernyataanya terkait ekspor benih lobster. Seperti yang telah dilansir PikiranRakyat-Cirebon.com Dalam podcast yang tayang di channel Youtube Deddy Corbuzier hari Senin, 01 Desember 2020, Effendi Gazali diundang untuk berdiskusi tentang kasus ekspor benih lobster dan kasus korupsi yang dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. Yang mana telah banyak diketahui bahwa kegiatan ekspor benih lobster sempat dilarang di kepemimpinan menteri sebelumnya yaitu Susi Pudjiastuti. Namun ada yang berbeda dengan dulu, kini ekspor benih lobster telah dilegalkan oleh pemerintah. Menurut Effendi Gazali, ekspor tersebut tetap dilakukan diam-diam sejak pelarangan ekspor tersebut. Nilainya pun terbilang sangat fantastis, mencapai Rp10,2 triliun. Ternyata pencucian uang yang didapat dari penyelundupan ekspor benih lobster yang diendus oleh PPATK berjumlah Rp900 miliar untuk tahun 2019 saja. Artinya bahwa selama Vietnam dapat terus-menerus melakukan ekspor lobster ke berbagai negara lain, maka dapat dikatakan bahwa 80% benihnya dipastikan dari Indonesia. “Ketika peraturan resmi melarang ekspor benih lobster, Vietnam itu tetap menerima. Jadi di depan mata kita satu juta benih menyebar… satu juta benih menyebar… setiap hari,” ujarnya. “Jadi totalnya per tahun itu 360 juta benih, diselundupkan sebagian besar melalui Singapore," imbuhnya. Seperti yang diketahui, kasus ekspor benih lobster ini kembali diperbincangkan sejak penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo atas dugaan suap izin ekspor bibit lobster atau benur.*** 4. Habib Rizieq Shihab Diuber-uber Hasil Tes Covid-19, Jokowi Pernah Tegaskan Pasien Punya Hak Privasi Tim PRMN - 30 November 2020, 10:50 WIB https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-011034966/habib-rizieq-shihab-diuber-uber-hasil-tes-covid-19-jokowi-pernah-tegaskan-pasien-punya-hak-privasi PIKIRAN RAKYAT - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab masih terus didesak Wali Kota Bogor Bima Arya untuk mengungkap hasil tes Covid-19 miliknya. Wali Kota Bima Arya bersama Satgas Covid-19 Kota Bogor bahkan sudah melaporkan RS Ummi yang merawat Habib Rizieq Shihab ke pihak kepolisian. Habib Rizieq Shihab dan keluarga masih bersikeras untuk menutup-nutupi hasil tes Covid-19, sampai-sampai 'kabur' dari RS Ummi Bogor. Namun, sebenarnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah lama menegaskan kalau pasien memang punya hak privasi atas hasil tes Covid-19. Hal ini diungkap Presiden Jokowi saat mengumumkan adanya kasus positif Covid-19 pertama di Indonesia sebagaimana dikabarkan Galamedianews.com dalam artikel "Usik Terus Habib Rizieq, Bima Arya Ditampol Presiden Jokowi: Hormati Privasi Mereka!". "Saya telah memerintahkan menteri untuk mengingatkan agar rumah sakit dan pejabat pemerintah untuk tidak membuka privasi pasien yang dirawat karena virus korona," tulisnya dikutip Pikiran-Rakyat.com dari cuitan akun Twitter @jokowi pada 3 Maret 2020. "Hak-hak pribadi mereka harus dijaga," kata Jokowi tegas. "Begitu juga media massa, saya minta untuk menghormati privasi mereka," "Mungkin perintah presiden ini bisa jadi acuan @PemkotaBogor dan @BimaAryaS daripada tindakan ada akan makin membuat gaduh untuk hal kecil, adahal yg lebih besar seperti KKN, OPM, pengangguran dan kemiskinan di negeri yg butuh perhatian kita semua," cuit Muharib pada akun @muharib89571843, Minggu 29 November 2020. Joko Widodo @jokowi·3 Mar 2020 Saya telah memerintahkan menteri untuk mengingatkan agar rumah sakit dan pejabat pemerintah untuk tidak membuka privasi pasien yang dirawat karena virus korona. Hak-hak pribadi mereka harus dijaga. Begitu juga media massa, saya minta untuk menghormati privasi mereka. ujarnya menutup kicauan itu. Netizen pun langsung memention @PemkotaBogor dan @BimaAryaS untuk mengingatkan pesan Presiden Jokowi tersebut. muharib @muharib89571843 · 29. Nov. Mungkin perintah presiden ini bisa jadi acuan @PemkotaBogor dan @BimaAryaS daripada tindakan ada akan makin membuat gaduh untuk hal kecil, adahal yg lebih besar seperti KKN, OPM, pengangguran dan kemiskinan di negeri yg butuh perhatian kita semua 5. Terbaru, Dubes Arab Saudi Bongkar Kebohongan Pejabat RI Terkait HRS Swarakyat News, November 30, 2020 https://www.swarakyat.com/2020/11/terbaru-dubes-arab-saudi-bongkar.html SWARAKYAT.COM - Dubеѕ Arаb Saudi untuk Indоnеѕіа Eѕѕаm bin Abеd Al-Thаԛаfі mеmbоngkаr kеbоhоngаn реjаbаt RI terkait Hаbіb Rіzіеԛ Sуіhаb (HRS). Dаlаm wаwаnасаrа dеngаn CNN Indonesia mulаі раdа menit 20:38, Essam bіn Abed Al-Thаԛаfі berbicara terkait HRS tеrmаѕuk isu overstay yang dіungkарkаn pejabat Indonesia tеrmаѕuk Dubеѕ RI dі Arab Saudi. Eѕѕаm mеngаtаkаn, HRS tidak аdа masalah ѕеlаmа tinggal di Mekkah Arаb Sаudі. “Tіdаk аdа mаѕаlаh ѕааt dіа tіnggаl dі Mekkah karena keputusan ѕеndіrі, itu bukan kami. Jаdі ketika mеmutuѕkаn kеmbаlі kе Indоnеѕіа kаmі mеngіzіnkаnnуа,” kаtа Eѕѕаm. Kаtа Essam, tidak ada реlаnggаrаn уаng dіlаkukаn HRS ѕеlаmа tinggal dі Mekkah. “Tіdаk аdа jеnіѕ реlаnggаrаn арарun. Dіа ѕесаrа рrіbаdі lеbіh mеmіlіh untuk tinggal ѕаmраі tіbа wаktunуа untuk kembali ke Indоnеѕіа. Itu уаng tеrjаdі,” jеlаѕnуа. Mеnurut Eѕѕаm, HRS tіnggаl di Mеkkаh ѕереrtі muѕlіm lainnya. 6. Pengajian Abuya Uci Membludak, FPl: Gak Usah Disebar, Kasihan Kapolda Banten Bisa Dicopot https://www.swarakyat.com/2020/11/pengajian-abuya-uci-membludak-fpl-gak.html -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20201201231522.327f0a8f%40lilik-ThinkPad-T420s.
