-- 
j.gedearka <[email protected]>




https://www.antaranews.com/berita/1873452/menko-airlangga-pemulihan-ekonomi-semakin-nyata




Menko Airlangga: Pemulihan ekonomi semakin nyata

Rabu, 2 Desember 2020 22:58 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pembukaan IPOC 
2020 yang diselenggarakan secara virtual, Rabu. ANTARA/Mentari Dwi Gayati.
Indikator PMI yang telah melampaui batas 50 ini menunjukkan korporasi dan 
industri Indonesia beranjak pada tren ekspansif
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto 
menyatakan pemulihan ekonomi terlihat semakin nyata dengan didukung oleh kedua 
sisi yang mengalami perbaikan yaitu produksi dan permintaan.

“Sudah terjadi pada sisi permintaan (perbaikan inflasi) dan sisi produksi 
(kenaikan indeks PMI) di mana program dan kebijakan PC-PEN sejak awal diarahkan 
untuk pemulihan ekonomi dari kedua sisi,” katanya di Jakarta, Rabu.

Setelah rilis inflasi bulan November 2020 yang menunjukkan perbaikan pada sisi 
permintaan, indikator Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur menurut laporan 
IHS Markit menunjukkan kondisi yang baik dari sisi produksi.

PMI manufaktur Indonesia menurut laporan IHS Markit periode November 2020 
berada di level 50,6 atau naik hampir 3 poin dari periode sebelumnya pada 
Oktober yakni di level 47,8.

“Indikator PMI yang telah melampaui batas 50 ini menunjukkan korporasi dan 
industri Indonesia beranjak pada tren ekspansif meskipun kenaikannya masih 
terbatas,” ujar Airlangga.

Kemudian operasional perusahaan rata-rata telah menunjukkan sinyal positif 
karena adanya pemulihan dari sisi permintaan.

Kontribusi industri manufaktur pada pertumbuhan ekonomi mencapai 19,86 persen 
terhadap PDB kuartal III sehingga perbaikan yang terjadi pada sektor ini 
signifikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Selanjutnya menurut catatan utilitas industri Kementerian Perindustrian periode 
April sampai Oktober 2020, rata-rata utilisasi total sebesar 56,5 persen 
mengalami kenaikan dari periode April sampai September 2020 yakni 55,3 persen.

Peningkatan utilisasi terjadi pada beberapa sektor industri antara lain 
percetakan 40 persen, bahan kimia 68 persen, logam dasar 38 persen, komputer 
dan barang elektronik 55 persen, alat angkutan lainnya 45,2 persen serta 
furnitur 47 persen.

Laporan IHS Markit juga memberikan catatan bahwa ekspansi pabrikan masih 
terbatas yaitu investasi yang terjadi melanjutkan kapasitas produksi dan 
pesanan periode sebelumnya sehingga upaya untuk mendorong permintaan domestik 
sangat penting.

“Untuk menjaga momentum perbaikan indeks PMI melalui ekspansi kapasitas 
produksi kita memerlukan dorongan untuk meningkatkan permintaan domestik,” 
katanya.

Hal yang perlu mendapat perhatian untuk perbaikan pada sisi produksi adalah 
kemudahan untuk kegiatan perekrutan pekerja yang selama sembilan bulan terakhir 
menghadapi peningkatan PHK akibat pandemi.

Rantai pasok untuk ketersediaan bahan baku selama masa pandemi mengalami 
hambatan terutama kurangnya tenaga distributor yang menyebabkan penundaan 
pengiriman.

Airlangga menambahkan kenaikan biaya input pada November 2020 menyebabkan harga 
bahan baku meningkat dan depresiasi rupiah yang mendorong inflasi menjadi lebih 
tinggi yang menyebabkan beban biaya kepada konsumen.

“Mayoritas korporasi mengharapkan output produksi semakin meningkat sejalan 
dengan membaiknya sisi permintaan,” tegasnya.

Demikian pula dengan catatan dari tren impor bahan baku dan bahan penolong yang 
hingga Oktober terus mengalami penurunan meskipun pada November 2020 mulai

Airlangga mengatakan kondisi yang semakin baik dan upaya menjaga momentum tren 
ekspansif dari sisi permintaan maupun produksi diharapkan dapat mendorong 
pertumbuhan ekonomi kuartal IV.

“Untuk melanjutkan tren positif pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV. Kita perlu 
menjaga momentum perbaikan kegiatan ekonomi baik permintaan maupun produksi,” 
ujarnya.

Baca juga: Chatib Basri sebut ekonomi Indonesia menuju perbaikan
Baca juga: Gita Wirjawan: Pulihnya daya beli tergantung kecepatan vaksinasi 
COVID
Baca juga: Tito minta pemda fokus pemulihan ekonomi dalam RAPBD 2021

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020






-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20201202171533.24f23f3da37e3fe5985c8351%40upcmail.nl.

Reply via email to