https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2360-butuh-kolaborasi-selamatkan-anak



 Selasa 22 Juni 2021, 05:00 WIB 

Butuh Kolaborasi Selamatkan Anak 

Administrator | Editorial 

  Butuh Kolaborasi Selamatkan Anak MI/Seno . ANAK-ANAK tidak luput dari 
amukan covid-19. Proporsi kasus konfirmasi covid-19 pada anak usia 0-18 tahun 
sebanyak 12,5%. Artinya, satu dari 8 kasus konfirmasi itu ialah anak. Lebih 
memprihatinkan lagi, berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (ADAI), 
angka kematian anak akibat covid-19 tertinggi di dunia. Kematian anak positif 
covid-19 mencapai 3%-5%. Mirisnya lagi, 50% kematian anak itu masih di usia 
balita. Menyelamatkan nyawa generasi penerus bangsa harus menjadi ikhtiar 
bersama. Caranya ialah berupaya dengan segenap daya untuk mencegah penyebaran 
covid-19. Akan tetapi, pagebluk masih terus berkecamuk tanpa terkendali. 
Kemarin, terdapat penambahan 14.536 kasus baru. Angka itu merupakan penambahan 
kasus harian tertinggi sejak covid-19 pertama kali terkonfirmasi pada 2 Maret 
2020. Dengan penambahan tersebut, tercatat ada 2.004.445 kasus covid-19 di 
Tanah Air, meninggal 54.956 orang. Inilah saatnya kewaspadaan orangtua 
ditingkatkan demi melindungi keselamatan anak-anak. Apalagi, kasus covid-19 
saat ini kebanyakan dari klaster keluarga. Karena itu, jangan bertaruh nyawa 
dengan tetap membawa anak-anak keluar rumah. Saatnya meningkatkan pengawasan, 
jangan lagi bersikap permisif untuk membiarkan anggota keluarga, terutama 
anak-anak, keluar rumah tanpa dibekali protokol kesehatan yang ketat dan 
memadai. Risiko anak terpapar covid-19 sama besarnya dengan orang dewasa, 
bahkan potensial bisa lebih besar. Pasalnya, kesadaran anak-anak untuk 
menerapkan protokol kesehatan saat berinteraksi dengan teman di lingkungan atau 
di tempat-tempat keramaian jelas lebih rendah. Memang, anak-anak yang selama 
pandemi telah kehilangan dunianya. Mereka tak bisa bermain bebas dengan 
teman-teman di sekolah dan lingkungan rumah. Mereka tidak bisa beraktivitas di 
luar untuk memperluas cakrawala pengetahuan dan keterampilannya. Namun, 
keselamatan ialah yang utama dan segalanya. Perlu ditegaskan agar orangtua 
menghindari membawa anak keluar rumah kecuali dalam keadaan mendesak atau bila 
perlu batasi pergaulan anak, bahkan di tingkat lingkungan tetangga sekalipun. 
Di sinilah peran orangtua dituntut agar lebih kreatif agar anak-anak nyaman di 
rumah sehingga untuk sementara tidak perlu bermain dengan tetangga sebayanya. 
Bikin suasana rumah agar nyaman untuk belajar dan bermain, yang memang milik 
anak-anak. Bukan hanya keluarga, semua pihak harus mendukung keselamatan 
anak-anak dari terpaan covid-19. Karena itu, jangan paksakan sekolah tatap muka 
yang rencananya mulai tahun ajaran baru. Bila perlu, semua kegiatan yang 
melibatkan anak-anak digelar secara daring. Memang, pembelajaran jarak jauh 
selama masa pandemi kurang efektif. Di sejumlah wilayah, terutama di luar area 
perkotaaan, banyak murid yang tak memiliki gadget dan akses internet. Tak 
sedikit pula guru yang tidak siap mengajar dari jarak jauh. Meski dalam pilihan 
sulit, tentu prioritasnya dengan mendahulukan kesehatan daripada yang lain. 
Apalagi belum tersedianya vaksin covid-19 untuk usia di bawah 18 tahun yang 
dimiliki bangsa ini. Vaksinasi untuk orang dewasa saja belum mencapai target. 
Penanggulangan pandemi covid-19 ini butuh kerja bersama, termasuk kolaborasi 
semua pihak untuk menyelamatkan anak-anak. Jangan biarkan anak-anak menjadi 
korban.

Sumber: 
https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2360-butuh-kolaborasi-selamatkan-anak





-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210622193555.0ac1f9de43772182becf51b1%40upcmail.nl.

Reply via email to