Negara Bersahabat Dukung Tiongkok dalam Sidang ke-47 Dewan HAM PBB
2021-06-23 17:04:27  
http://indonesian.cri.cn/20210623/c0c2e0ff-1e7f-fe64-2445-72cca23cb236.htmlKanada
 mewakili sebagian negara barat dalam Sidang ke-47 Dewan HAM PBB menyerang 
Tiongkok dalam masalah Xinjiang, Hongkong dan Tibet. Sementara itu, lebih 60 
negara menyampaikan pidato bersama mendukung pendirian Tiongkok, dan menentang 
tindakan intervensi urusan dalam negeri Tiongkok dengan dalih HAM.

Mengenai hal tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok hari Selasa 
kemarin (22/6) menyatakan, dalam Sidang ke-47 Dewan HAM PBB, Belarus mewakili 
65 negara menyampaikan pidato yang menekankan untuk menghormati kedaulatan, 
kemerdekaan dan keutuhan wilayah berbagai negara. Tidak mengintervensi urusan 
dalam negeri negara berdaulat adalah prinsip dasar hubungan internasional, 
urusan Hongkong, Xinjiang dan Tibet adalah urusan dalam negeri Tiongkok, negara 
lain tidak boleh mengganggu, seluruh negara harus menaati tujuan dan prinsip 
Piagam PBB, menghormati hak rakyat semua negara untuk secara mandiri memilih 
jalur pembangunan HAM yang sesuai dengan kondisi negara mereka sendiri, 
menentang politisasi dan standar ganda masalah HAM, serta menentang tindakan 
intervensi urusan dalam negeri negara lain dengan dalih HAM. Dewan Kerjasama 
Teluk (GCC) mengirimkan suratnya yang mendukung pendirian Tiongkok, dan lebih 
20 negara akan mendukung Tiongkok dengan berpidato.

Jubir mengatakan bahwa masyarakat mengetahui siapa yang benar dan salah. 
Sejumlah lebih 90 negara mengeluarkan suara adilnya dalam Sidang Dewan HAM, hal 
ini mencerminkan pendapat masyarakat internasional, membuka topeng munafik 
negara barat yang mengintervensi urusan dalam negeri negara lain dengan masalah 
HAM. Rencana mereka yang berniat memfitnah Tiongkok dengan masalah Xinjing, 
Hongkong dan Tibet akan kembali gagal. Masalah Xinjiang, Hongkong dan Tibet 
bukan masalah HAM, Tiongkok sudah beberapa kali menjelaskan pendiriannya, 
memperkenalkan fakta dan kebenaran, tapi hal ini seperti membangunkan orang 
yang pura-pura tidur. Beberapa negara barat berniat membuat rumor tentang 
Tiongkok, mengintervensi urusan dalam negeri Tiongkok dengan dalih HAM, 
tujuannya adalah mengekang Tiongkok dan menghalangi proses perkembangan 
Tiongkok, tindakan mereka tersebut akan menjadi usaha yang sia-sia. Tiongkok 
memperingatkan negara-negara barat, tekad Tiongkok untuk mendorong dan 
memelihara HAM dalam negeri sangat teguh, tekad Tiongkok untuk memelihara 
kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan juga sangat teguh.

Jubir mengatakan bahwa sebagian negara barat mengaku dirinya sebagai “Hakim 
HAM”, dan suka berperan sebagai “Guru HAM”, tapi tidak menghiraukan masalah 
HAM-dinegaranya sendiri. Catatan HAM Kanada, AS dan Inggris sangat mengerikan, 
anak-anak aborigin dibunuh, kekerasan polisi sering terjadi, rasisme sulit 
dihapuskan, banjir senjata, kata-kata dan tindakan anti-Yahudi, anti-muslim, 
anti-keturunan Afrika, anti-keturunan Asia sering terjadi, intervensi militer 
mengakibatkan malapetaka kemanusiaan serius, dan tindakan pemaksaan sepihak 
melanggar HAM negara lain. Dengan kejahatan yang begitu banyak, apakah mereka 
berhak  mengkritik keadaan HAM negara lain? Apakah mereka berhak mengintervensi 
urusan dalam negeri negara lain? Tiongkok menasihati negara-negara tersebut 
untuk introspeksi diri, mengambil tindakan riil untuk menyelesaikan masalah 
HAM-dinegaranya sendiri, mematuhi tujuan dan prinsip “Piagam PBB” serta prinsip 
dasar hubungan internasional, serta sungguh-sungguh melakukan hal yang baik dan 
nyata demi perkembangan sehat HAM internasional.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/769BC40888FB444AADD58F1122FCE4D5%40A10Live.

Reply via email to