Zambia: Under Chinese influence

Tonton video ini sampai habis, kalau mau menambah pengetahuan tentang sepak 
terjang pemodal Tiongkok dan mengerti hakekat kolonial dari penanaman modal 
Tiongkok!!!

https://youtu.be/Co0RGa99W0M

Begitu bangga sudah membangun kantor polisi, satu sekolah dan satu rumah sakit. 
Tapi mereka lupa keuntungan yang mereka dapat dari modal yang ditanam di situ. 
Dengan sadar atau tidak, mereka sudah bilang “ our zambian people”, “ our 
mine”; we sell to… Mereka mengakui kompetisi di Tkk sangat tinggi sekali. 
Itulah yang membuat mereka mencari tempat di luar tiongkok untuk menanam 
modalnya.. Salahkah mereka?? Dari perspektif pemilik modal, sudah tentu mereka 
merasa punya hak untuk berbisnis di Zambia. Sekarang coba lihat dari perspektif 
rakyat Zambia sendiri.. apakah praktik pebisnis Tkk ini tidak seperti pebisnis 
kolonial Belanda dan eropa lainnya pada zaman kolonial??

Di pihak lain, coba lihat hubungan antara pebisnis Tkk dengan pejabat 
pemerintah…Manis sekali!! mengingatkan kita pada komprador Tkk di Indonesia, 
bukan? Ingat Luhut yang mengingatkan supaya tidak  meyentuh TKA China!!! Jangan 
lupa uang para pebisnis Tkk itu juga mengalir kepada para pejabat-pejabat yang 
begitu memuji “ kebaikan dan keuntungan” proyek-proyek Tkk. Sama-sama jilat 
pantat pemodal Tkk !! Ah, sudah tentu ini akan membuat agen remo dan 
pendukungnya kebakaran jenggot!! Kontan saya juga akan dituduh agen CIA, 
pro-imperialis AS!! Tidak apa-apa! Hanya penjilat imperialis Tkk yang akan 
percaya tuduhan itu!! Yang jelas orang yang pakai akal sehat dan LOGIKA,  dan 
ingat pada perjuangan rakyat untuk kebebasan dan kedaulatan, tidak ingin 
negerinya dieksploitasi oleh kekuatan imperialis, tak perduli warna kulit dan 
kebangsaannya.. 

Perhatikan bagaimana rumah-rumah kaum kapitalis dan pegawai Tiongkok… Jangan 
lupa bagaimana dulu kaum kapitalis Belanda tinggal di Nusantara, ya!! Dan siapa 
yang bekerja buat mereka… babu-babu dan kuli-kuli!! Kaum kapitalis Tkk juga 
punya babu-babu dan kuli-kuli Zambia!!

Ingat begaimana orang pribumi Indonesia yang kerja dan mengabdi kepada kaum 
pemodal dan kolonial Belanda?? Tentu saja mereka hidupnya lebih baik dari pada 
pribumi lainnya.  Perhatikan

OO, coba lihat kamera di mana-mana??!!

Itulah “komunisme kucingnya Deng” !! Hanya agen remo dan orang-orang yang buta 
politik dan tak tahu praktek-praktek kolonial, dan juga mereka yang tidak punya 
rasa nasionalisme yang akan terus membela dan menutupi watak imperialisme 
Tiongkok!!!



Sent from Mail for Windows 10

From: Chan CT
Sent: Monday, July 5, 2021 2:20 AM
To: Tatiana Lukman; GELORA45_In
Subject: Re: [GELORA45] Fw: Dahlan Iskan: Komunis Kucing

Dahlan Iskan yang mengomnentari komunis Kucing ini jelas dari sudut pandang 
anti-komunis, tapi, ... ada satu LOGIKA kebenaran yang diajukan, dan jelas 
BUKAN keluar dari kesombongan apalagi kebodohan yang dibilang nenek ini otaknya 
kosong! Sebaliknya, hanya menunjukkan nenenk yang satu inilah seorang yang 
PALINGA SOMBONG, dan merasa diri paling pintar dan paling benar didunia! 
Membuktikan dirinya sendiri otaknya kosong melompong, ... kecuali dalil-dalil 
teori yang dianggap revolusioner itu dengan pengertiannya sendiri saja!
 
Komunis kucing disini jelas, menyatakan satu teori revolusioner, kaidah 
“SOSIALISME” yang muncul didunia ini harus berani melawan dan mampu membuktikan 
dirinya jauh lebih baik, sejahtera, adil dan makmur ketimbang “KAPITALISME”! 
Itulah yang dibilang Deng, sosialisme itu bukan meratakan kemiskinan, tapi 
meratakan kemakmuran! Kemiskinan bukanlah sosialisme! Dan itulah logika tak 
peduli kucing hitam atau putih, kalau bisa tangkap tikur adcalah kucing yang 
baik! 
 
Dan, 100 tahun PKT justru partai komunis didunia ini yang membuktikan dirinya 
mampu menandingi dunia kapitalis! Dalam perjalanan memperingati hari jadinya 
yang ke 100 tahun, berhasil membebaskan 1,4 milyar rakyat Tiongkok dari 
kemiskinan absolut, lebih 400 juta warganya masuk dalam kategori menengah! 
Keberhasilan pembangunan RRT tidak bisa tidak diakui oleh Dahlan Iskan yang 
jelas anti-komunis! Khususnya pembangunan Pembangkit Listrik Tegana-Air 
disungai Jinsha itu! Yang selama ini TIDAK PERNAH bisa dilihat nenek yang satu 
ini! Otaknya masih saja tenggelam dalam-dalam akan keberhasilan Lenin 
mendirikan negara sosialisme pertama didunia dan tidak pula mengakui kesaalahan 
yang mengakibatkan roboh dengan sendirinya, ...! Ambruk dengan sendirinya, 
akibat PKUS dicampakkan oleh rakyat Soviet! 
 
Sedang PKT yang dituduh remo, bukan saja ambruk ditentang rakyat Tiongkok, 
justru sebaliknya makin JAYA dan di peringatan 100 tahun kemarin 
mendemonstrasikan keheibatan dan kekuatannya menantang dunia imperialisme, 
“Kekuatan asing manapun yang berani menindas dan memperbudak rakyat Tiongkok, 
pasti kepalanya hancur-lebur terbentur TEMBOK BESAR yang terbangun dari 
darah-daging 1,4 milyar rakyaTiongkok!” Inilah jawaban tegas rakyat Tiongkok 
dibawah pimpinan PKT menghadapi serangan bertubi-tubi diberbagai bidang yang 
sedang dilancarkan persekutuan negara impierialisme didunia yang dikepalai AS 
itu! Itulah bukti nyata keberhasilan RRT dalam 70tahun terakhir yang telah 
tumbuh besar dan tampil menjadi saingan berat AS, yang sedang digempur 
habis-habisan, ...
 
Ayooo, ... gunakanlah LOGIKA dengan nalar otak sehat!
 
 
 
From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45 
Sent: Saturday, July 3, 2021 3:55 PM
To: Chan CT ; GELORA45_In 
Subject: RE: [GELORA45] Fw: Dahlan Iskan: Komunis Kucing
 
Orang seperti inilah yang jadi sahabat setia Tiongkok kapitalis/imperialis. 
Sombong banget tapi otaknya kosong!! Sok tahu tentang sosialisme, berani 
menghakimi Korut dan Kuba…justru dua negeri yang diblokade imperialis AS selama 
puluhan tahun!!! Bagi dia Kuba gagal, lantas bagaimana negeri yang gagal, tapi 
mampu bikin berbagai macam vaksin, mampu mendidik bukan saja warganya tapi juga 
warga asing, tanpa bayar satu senpun!! Sahabat macam beginilah yang disebar 
luaskan oleh antek remo!! Tidak mengherankan!!
 
Sent from Mail for Windows 10
 
From: Chan CT
Sent: Thursday, July 1, 2021 2:52 PM
To: GELORA45_In
Subject: [GELORA45] Fw: Dahlan Iskan: Komunis Kucing
 
https://www.jpnn.com/news/komunis-kucing 
 
Komunis Kucing
30 June 2021
Oleh : Dahlan Iskan
Dahlan Iskan di Xinjiang
 
NEGARA yang tergolong paling gagal di dunia adalah negara komunis: Kuba, 
Venezuela, Korea Utara. Negara yang paling berhasil di dunia sekarang ini 
adalah negara komunis: Tiongkok. Negara yang majunya biasa-biasa saja juga 
negara komunis: Vietnam dan Kamboja.
 
Di luar komunis banyak juga negara yang berhasil, yang biasa-biasa saja, dan 
yang tidak berhasil. Keberhasilan Tiongkok itulah yang dirayakan besar-besaran 
tanggal 1 Juli besok –tepat 100 tahun Partai Komunis Tiongkok.
 
Perayaannya sudah dilakukan sejak seminggu lalu. Di semua kota, di malam hari, 
mirip kota borjuis: gemerlap diguyur cahaya. Itulah komunisme Tiongkok: musuh 
ideologinya justru menjadi salah satu pilar ideologinya.
 
Bisnis –musuh utama komunisme di masa silam– telah menjadi salah satu dari 
empat sokoguru komunisme Tiongkok. Buruh –satu-satunya sokoguru di masa awal 
komunisme– tetap menjadi salah satu sokoguru. Tapi sudah ditambah sokoguru 
baru: petani. Belakangan ditambah pengusaha. Terakhir, 10 tahun lalu, ditambah 
ilmu pengetahuan.
 
Saya sendiri bingung: kalau sokogurunya buruh, tani, pengusaha, dan ilmu 
pengetahuan, mengapa masih disebut komunis.
 
"Tidak peduli kucing itu hitam atau putih. Yang penting bisa menangkap tikus."
 
"Menjadi kaya itu mulia."
 
Dua prinsip Deng Xiaoping itulah yang pada dasarnya ideologi baru Komunis 
Tiongkok. Pendiri komunis, Karl Mark, bisa bangun dari kuburnya kalau ada yang 
yang bisa mengunggah dua kalimat itu ke Twitter di alam kubur.
 
Kucing tidak peduli warna itulah yang bisa membuat Tiongkok seperti sekarang. 
Mereka pun bisa merayakan 100 tahun Partai Komunis Tiongkok dengan raihan 
prestasi besar. Itu inspirasi yang baik untuk panitia 100 Tahun Kemerdekaan 
Indonesia, 2045.
 
Memang, apa pun yang ''ter'' kini ada di Tiongkok: Yang tercepat memberantas 
kemiskinan, tercepat pertumbuhan ekonomi, terbanyak jalan tol, terbanyak kereta 
cepat, terbanyak bandara baru, dan apa saja. Sampai ke kemampuannya mendarat di 
bulan dan bahkan di planet Mars.
 
 
Semua itu sudah banyak diceritakan. Saya hanya akan memaparkan satu ini:  
Bagaimana di Tiongkok satu sungai saja –hanya satu sungai– bisa menghasilkan 
listrik 47.000 MW. Itu sudah sama dengan jumlah seluruh listrik di seluruh 
negara Republik Indonesia.
 
Di sungai itu, di sungai yang sama, masih akan dibangun lagi banyak bendungan. 
Yang masih akan menghasilkan listrik 25.000 MW. Tambahannya itu saja cukup 
untuk melistriki seluruh pulau Jawa.
 
Memang di sepanjang sungai itu akan ada 25 bendungan. Separonya sudah selesai 
dikerjakan. Tidak ada bendungan yang tidak menghasilkan listrik. Ada yang 
menghasilkan 16.000 MW ada yang hanya 500 MW.
 
Nama sungai itu: Jinsha. Artinya pasir emas. Lokasinya: Provinsi Sichuan bagian 
selatan. Dekat perbatasan dengan provinsi Yunnan. Tentu saya pernah melewati 
sungai ini: saat jalan darat membelah pegunungan dari Chengdu ke Kunming. Jauh 
sekali. Harus bermalam di kota kecil di atas pegunungan. Hulu paling jauh 
sungai Jinsha ada di Provinsi Qinghai. Dekat Tibet.
 
 
Muaranya: di sungai Changjiang (d/h Yangtze). Dengan demikian sungai Jinsha itu 
pada dasarnya masih tergolong anak sungai Changjiang. Di Changjiang sendiri, 
dekat Chongqing, dibangun satu dam raksasa. Lebih dekat ke kota Xichang. 
Terbesar di dunia. Kelihatan dari bulan. Itulah Dam Tiga Ngarai. Yang satu dam 
ini saja bisa menghasilkan listrik 28.000 MW. Sama dengan listrik se pulau Jawa.
 
Bandingkan dengan dam terbesar di Amerika Serikat, Grand Coulee, yang 
menghasilkan listrik 6.800 MW. Itulah Dam di sungai Kolumbia di negara bagian 
Washington. Produksi listriknya hanya seperempat Tiga Ngarai.
 
Peringatan 100 tahun Komunis Tiongkok tahun ini ditandai –salah satunya– dengan 
peresmian dam terbaru di sungai Jinsha itu. Kapasitasnya terbesar kedua setelah 
Tiga Ngarai. Tapi ada unsur yang dam ini mengalahkan Tiga Ngarai: ukuran 
turbinnya. Bikin rekor tersendiri: tiap satu turbin bisa menghasilkan 1.000 MW.
 
Belum ada di dunia ini ukuran turbin air segajah itu. Berarti ada 16 turbin 
sebesar itu di satu bendungan ini. Hayo, siapa yang akan bisa mengalahkannya. 
Pun Amerika. Saya pernah ke bendungan Tiga Ngarai. Dua kali. Saat lagi 
dikerjakan dan saat sudah selesai. Saya juga sudah ke beberapa bendungan 
lainnya. Tapi belum ke yang terbaru di sungai Jinsha itu.
 
Membayangkannya saja sudah seperti kena Covid: bagaimana satu turbin air 
menghasilkan 1000 MW listrik. Untung Kuba masih miskin sekali. Dan Venezuela 
masih kacau sekali. Kalau tidak, orang yang anti komunis seperti saya, bisa 
kehabisan bahan untuk menjelekkan komunis. (Dahlan Iskan)
-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/7CFBF45AAD6F43D699240A17F74B7797%40A10Live.
 
-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/60e017ec.1c69fb81.6e0db.9a1bSMTPIN_ADDED_MISSING%40gmr-mx.google.com.
-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/3CA1ACEA4E074E2F84085CAB0FD4DADC%40A10Live.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/60e2d5cd.1c69fb81.a0f67.32e7SMTPIN_ADDED_MISSING%40gmr-mx.google.com.

Reply via email to