Xi Jinping Adakan Pertemuan Puncak Virtual dengan Pemimpin Prancis dan Jerman
2021-07-06 10:55:26  
http://indonesian.cri.cn/20210706/874c8e3c-db10-5d62-8d11-e70165a57df0.htmlPresiden
 Tiongkok Xi Jinping mengadakan pertemuan secara virtual dengan Presiden 
Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel pada hari Senin 
kemarin (05/07).



Xi Jinping menunjukkan, kini situasi pandemi global masih gawat, dan prospek 
pemulihan ekonomi masih belum cerah. Dunia lebih membutuhkan saling menghormati 
dan kerja sama dengan tulus hati dibandingkan waktu kapan pun, bukan 
kecurigaan, perlawanan dan zero-sum game antara satu sama lain. Tiongkok dan 
Eropa diharapkan memperluas kesepahaman dan kerja sama, dan memainkan peranan 
penting untuk menghadapi tantangan global dengan baik.

Pertama, berpegang teguh pada saling pemahaman yang tepat.

Kedua, memperluas kerja sama yang saling menguntungkan.

Ketiga, memelihara multilateralisme dalam arti sesungguhnya. Hendaknya 
memelihara sistem internasional dengan PBB sebagai inti dan patokan hubungan 
internasional berdasarkan Piagam PBB, dan masalah-masalah internasional perlu 
ditangani melalui konsultasi dengan tenang hati.

Keempat, mempertahankan pembangunan hubungan yang stabil secara keseluruhan dan 
berkembang secara seimbang antar negara besar. Yang sangat diharapkan Tiongkok 
adalah membangun diri sendiri lebih baik, bukan menggantikan negara lain. 
Inisiatif Satu Sabuk dan Satu Jalan yang diajukan Tiongkok bertujuan 
menciptakan lebih banyak peluang pembangunan bersama. Tiongkok bersedia bersama 
dengan berbagai pihak meningkatkan dialog dan kerja sama, bersamasama dengan 
tegas membela kedaulatan, keamanan dan kepentingan pembangunan. Eropa 
diharapkan dapat memainkan lebih banyak peranan positif dalam urusan 
internasional, dengan  sungguh-sungguh memperlihatkan kemandirian strategisnya, 
serta bersama-sama memelihara perdamaian, kestabilan, perkembangan dan 
kemakmuran dunia.





Emmanuel Macron menyatakan, Prancis bersedia terus memelihara kontak dan 
komunikasi dengan Tiongkok mengenai masalah-masalah antara lain reformasi WTO, 
penanganan perubahan iklim dan pelestarian keranekaragaman hayati, mendukung 
kesuksesan sidang ke-15 Konferensi Penandatangan Konvensi Keanekaragaman Hayati 
di Kunming dan Kongres Konservasi Dunia ke-7 di Marseille. Prancis bersedia 
terus meningkatkan koordinasi dengan Tiongkok di bidang bantuan dana dan 
pendidikan kepada Afrika.

Angela Merkel menyatakan, Jerman bersedia meningkatkan koordinasi dan kerja 
sama dengan Tiongkok di bidang mendorong produksi dan  distribusi vaksin secara 
adil, serta pemulihan pertukaran personel dan perdagangan. Jerman mendukung 
diadakannya pertemuan  pemimpin Uni Eropa-Tiongkok ke-23 sedini mungkin, 
berharap persetujuan investasi Uni Eropa - Tiongkok dapat secepat mungkin 
diratifikasi. Jerman berharap dapat meningkatkan kerja sama urusan 
internasional dengan Tiongkok, bersedia memelihara komunikasi dengan Tiongkok 
mengenai perubahan iklim, keanekaragaman hayati, penanganan pandemi di Afrika, 
dan bersedia aktif mempertimbangkan penggabungan dalam inisiatif Mitra 
Pendukung Pembangunan Afrika yang dikemukakan oleh Tiongkok dan Afrika.




Kemlu Tiongkok: 
Segelintir Negara Upayakan ‘Manipulasi Politik’ dengan Kedok ‘Ilmuwan 
Internasional’
2021-07-06 10:54:32  
http://indonesian.cri.cn/20210706/36c78039-6ae5-a188-3d90-ebd22448f015.htmlBeberapa
 orang yang disebut sebagai ‘ilmuwan internasional’ belum lama berselang 
menandatangani surat terbuka bersama yang menghasut diadakannya penyelidikan 
menyeluruh terhadap sumber virus COVID-19. Seputar hal itu, Jubir Kemlu 
Tiongkok Wang Wenbin hari Senin kemarin (5/7) menyatakan, sejumlah kecil negara 
mengupayakan ‘praduga bersalah’ dan ‘manipulasi politik’ dengan kedok ‘ilmuwan 
internasional’.

Wang Wenbin menunjukkan, yang disebut sebagai ‘ilmuwan internasional’ ini bukan 
pertama kali melakukan hal serupa. Apa gerangan identitas yang disebut sebagai 
‘ilmuwan internasional’ ini? Salah satu sponsor surat terbuka itu adalah 
periset senior Dewan Atlantik, wadah pemikir AS. Hal ini tidak bisa menutupi 
fakta latar belakang pemerintah dan sifat politikusnya sebagai mantan anggota 
Komisi Keamanan Nasional Gedung Putih AS. Salah satu sponsor lain adalah 
seorang insinyur data bank, namun ia menyamar sebagai pakar penelusuran sumber 
virus, dan mengemukakan argumentasi tanpa verifikasi dan tidak bertanggung 
jawab.

Wang Wenbin menyatakan dirinya yakin di antara penandatangan surat bersama 
tersebut juga ada sejumlah imluwan yang terkelabui dan dimanfaatkan. Laporan 
penelitian bersama WHO mengenai penelurusan sumber virus COVID-19 telah 
mendapat kesimpulan bertahap yang ilmiah dan berotoritas.

Wang Wenbin menegaskan, kerja penelusuran adalah masalah ilmiah. Mengandalkan 
ilmuwan dan mempertahankan sikap ilmiah dan menerapkan metode ilmiah barulah 
jalur tepat. Menurut resolusi WHA, mengadakan penelitian ilmiah dan kerja sama 
yang lebih teliti dan lebih luas dengan berdasarkan kesimpulan dan usulan dari 
laporan penelitian bersama WHO barulah arah yang tepat.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/5175719B89A14A5983786CCB25399504%40A10Live.

Reply via email to