Air Mata Megawati Saat Jokowi Dihina 'Kodok'
Tim detikcom - detikNews
Kamis, 19 Agu 2021 05:34 WIB
https://news.detik.com/berita/d-5687500/air-mata-megawati-saat-jokowi-dihina-kodok?single=1
Foto: Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (Foto: Tangkapan layar YouTube)
Jakarta - Air mata Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri pernah menetes
karena masih ada orang yang kerap menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Bahkan, ada yang menghina Jokowi dengan sebutan 'kodok'.
Hal itu disampaikan Megawati saat memberikan sambutan dalam Peletakan Batu
Pertama Pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Pura Besakih, yang disiarkan
melalui kanal YouTube Pemprov Bali, Rabu (18/8/2021).
"Coba lihat Pak Jokowi ya. Saya suka nangis lho. Beliau itu sampai kurus loh.
Mikir kenapa? Mikir kita lho, mikir rakyat lho. Masak masih ada yang mengatakan
Jokowi 'kodok'-lah," kata Megawati sembari menangis. Suara Megawati terdengar
tercekat.
Baca juga:
Tangisan Megawati Ceritakan Presiden Jokowi Sering Dihina
Menurut Megawati, orang-orang yang menghina Jokowi itu tidak memiliki moral.
Dia juga menilai mereka pengecut.
"Orang itu benar-benar tidak punya moral. Pengecut saya bilang, biarin mantep
dah. Saya di-bully juga tidak takut kok," ungkapnya.
Megawati meminta orang-orang yang menjelekkan Jokowi bersikap jantan. Dia
meminta mereka datang berhadapan langsung dengan Jokowi.
"Coba datang berhadapan, jantan kamu. Kita mesti jadi berkelakuan sebagai warga
negara yang punya etika moral. Jangan sembarangan," kata Megawati.
Megawati juga meminta orang-orang yang selama ini mengatakan pemerintah gagal
untuk datang bertemu langsung dengan Jokowi. Dia meminta mereka menunjukkan di
mana kegagalan yang dimaksud itu.
"Saya sangat sedih kalau banyak orang sepertinya menjelekkan Pak Jokowi. Pak
Jokowi gagal, pemerintah kita gagal. Saya hanya ingin orang itu sebenarnya
datang baik-baik bertemu dengan Pak Jokowi dan mengatakan kegagalannya di mana
dan konsep dari orang itu untuk supaya tidak gagal," tutur dia.
Berhenti Menghujat
Lebih lanjut, Megawati mengatakan, di usia 76 tahun Kemerdekaan, banyak warga
Indonesia yang mulai berpikir egosentris dan syirik. Menurutnya, banyak orang
yang tidak senang ketika ada orang senang.
"76 tahun suara-suara dari warga bangsanya sendiri itu menurut saya seperti
mulai berkurang. Berkurang elan perjuangannya seperti api nan tak kunjung
padam. Mulai berpikir egosentris, mulai melihat orang, kalau orang bahasa Arab
itu syirik. Kok kalau orang senang tidak senang ya. Aneh buat saya," kata
Megawati.
Baca juga:
Cerita Megawati Pernah Dibully Dibilang Agama Tak Jelas
Menurut Megawati, jika memiliki ketidaksukaan pada seseorang, tidak seharusnya
kita menghujat. Dia pun mencontohkan saat Presiden ke-2 RI Soeharto diturunkan
dan kemudian dihujat banyak orang.
"Kami kebetulan dididik oleh orang tua sangat luar biasa, diajari moral dan
etika. Kalau kamu ndak seneng sama orang, lebih baik kamu tidak menghujat.
Sudah berhenti saja, diam saja. Ketika Presiden Soeharto jatuh, orang maunya
menghujat. Coba saja boleh tanya, saya bilang berhentilah menghujat Pak Harto,
apakah kita bukan bangsa yang berkepribadian dengan Pancasila. Masa kalau orang
sudah jatuh ditimpa tangga lagi seperti ayah saya ya. Ke mana kebesaran jiwa
bangsa," tuturnya.
Ingatkan Pemuda
Megawati juga meminta agar bangsa Indonesia, terutama pemuda, untuk terus
menggelorakan kemerdekaan Indonesia.
"Hei anak muda, kamu yang sekarang sudah merdeka. Kamu yang sekarang sudah
merdeka, bangunlah jiwanya, bangunlah badannya. Kalau tanpa itu kamu tidak akan
menjadi siapa-siapa," kata Megawati.
Megawati kemudian meminta bangsa Indonesia belajar dari apa yang terjadi di
Afghanistan. Karena itu, dia meminta bangsa Indonesia terus menggelorakan
kemerdekaan dan menjaganya.
"Coba bayangkan kalau lihat di berita, seperti apa di Afghanistan sekarang.
Begitu banyak orang yang mau ngungsi. Dan tidak ada lho guarantee, kalau bukan
kita sendiri yang menyatakan kemerdekaan kita dan menjaga kemerdekaan," ujarnya.
Megawati pun mewanti-wanti agar pemuda Indonesia mewaspadai penjajahan. Sebagai
generasi tua Indonesia, Megawati mengatakan hanya bisa memberikan wejangan.
"Jangan lho, kita ndak tahu bisa dijajah lho. Jangan. Saya, pemimpin-pemimpin
yang sudah akan fading away, passed away. Ini bisa kan ngomong begini, kalian
yang akan melaksanakan. Jadi bangunlah jiwanya, bangunlah badannya. Tidak
sembarangan loh bikin Indonesia Raya. Itu luar biasa," ungkap Megawati dengan
suara tercekat.
(rdp/rdp)
--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/43540F0A4B3C4974A0B9BBF7F588EF06%40A10Live.