Peningkatan kesejahteraan petani-nelayan bangun kedaulatan pangan RI
 Jumat, 20 Agustus 2021 07:59 
WIBhttps://www.antaranews.com/berita/2339106/peningkatan-kesejahteraan-petani-nelayan-bangun-kedaulatan-pangan-ri

 
Ilustrasi - Petani sedang menanam padi. ANTARA/HO-KKP

...F-PDI Perjuangan berpendapat pemerintah masih dapat meningkatkan angka NTP 
dan NTN untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani...
Jakarta (ANTARA) - Anggota DPR RI Mercy Chriesty Barends mengingatkan bahwa 
kebijakan yang betul-betul meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan akan 
membangun kedaulatan pangan seutuhnya di Indonesia.

Mercy Chriesty Barends dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 
menyampaikan, dari data NTP (Nilai Tukar Petani) dan NTN (Nilai Tukar Nelayan) 
dari tahun 2010 sampai dengan 2020, Bangsa Indonesia pernah mencatat NTP 
tertinggi yaitu 115 di tahun 2012, dan NTN tertinggi yaitu 114 di tahun 2014.

Dalam RAPBN Tahun Anggaran 2022, ditetapkan bahwa NTP dan NTN masing-masing 
berada di dalam kisaran 102-104 dan 102-105.

"Atas dasar itu, F-PDI Perjuangan berpendapat pemerintah masih dapat 
meningkatkan angka NTP dan NTN untuk meningkatkan produktivitas serta 
kesejahteraan petani dan nelayan sebagai bagian dalam membangun kedaulatan 
pangan Indonesia," katanya.

Baca juga: Moeldoko: Kesejahteraan petani perlu ditingkatkan secara konsisten

Untuk itu, ujar dia, pemerintah diminta untuk terus meningkatkan produktivitas 
serta kesejahteraan para petani dan nelayan, khususnya dalam program yang 
ditetapkan dalam RAPBN 2022.

“Sudah saatnya kita berubah, bukan lagi negara pemakai melainkan harus menjadi 
negara penghasil. Untuk itu dibutuhkan peran pemerintah untuk membentuk dan 
memfasilitasi semua penelitian guna kemajuan bangsa,” ujarnya.

Sebelumnya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan peran penting 
petani dalam pembangunan nasional dan bahkan menyebutnya sebagai pahlawan bagi 
pangan bangsa Indonesia.

“Petani adalah pahlawan bagi pangan bangsa. Tidak boleh sedikit pun pemerintah 
mengecewakan mereka," kata Syahrul pada keterangan pers kegiatan Tasyakuran 
Kementerian Pertanian (Kementan) Dalam Rangka HUT Ke-76 Kemerdekaan Republik 
Indonesia, Selasa (17/8).

Baca juga: Presiden: Peningkatan ekspor pertanian dorong kesejahteraan petani

Syahrul menyebutkan Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian 
(NTUP) sebagai indikator kesejahteraan petani saat ini terus meningkat. Pada 
Juli lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat NTP mencapai 103,48, sementara 
NTUP sebesar 103,77.

“Dua tahun terakhir, NTP bertahan di kisaran 100 – 103. Ini harus kita 
pertahankan dan tingkatkan,” kata Syahrul.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir saat mengunjungi kampung nelayan di 
Nambangan, Kenjeran, Surabaya, Minggu (15/8). menginstruksikan BUMN untuk 
membantu nelayan agar naik kelas.

"Mengenai pemodalan, saya akan bicarakan dengan bank Himbara serta PNM agar 
bisa terlibat lebih jauh. Sedangkan soal distribusi, beri saya waktu karena 
bicara industri perikanan akan terkait kementerian lain. Insya Allah, kami 
pasti bantu agar nelayan kita bisa naik kelas," ujar Erick Thohir.

Demi membangun ketahanan pangan, terutama di industri perikanan Indonesia, 
lanjut dia, BUMN harus memberikan dukungan maksimal agar para nelayan naik 
kelas. Persoalan bahan bakar yang mahal, pemodalan, serta dukungan distribusi 
hasil tangkapan harus dicarikan jalan keluar agar kesejahteraan nelayan dapat 
meningkat. 
Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Nusarina Yuliastuti

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/0759D44B928B4E44AA3F6E2436580CF8%40A10Live.

Reply via email to