Ini Alasan BI Belum Keluarkan Mata Uang Digital
Rabu , 25 Agustus 2021 | 17:36 
https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/46503/ini_alasan_bi_belum_keluarkan_mata_uang_digital
 
Sumber Foto : Istimewa
Bank Indonesia.Listen to this
JAKARTA - Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin 
Haryono mengatakan Bank Indonesia belum mengeluarkan mata uang digital karena 
berisiko menghancurkan keseluruhan sistem perbankan yang telah ada di dalam 
negeri.

“Kalau sebuah bank sentral mengeluarkan CBDC (Central Bank Digital Currency) 
secara salah desain, dia akan menghancurkan semua bank,” kata Erwin dalam 
diskusi daring yang dipantau di Jakarta, Rabu (25/8/2021).


Menurut Erwin, teknologi sebetulnya sudah memungkinkan Bank Indonesia 
mengeluarkan mata uang digital seperti crypto currency. Namun, apabila uang 
digital BI dapat dipergunakan langsung oleh masyarakat, perbankan komersial 
berpotensi tidak lagi dibutuhkan masyarakat.

“Sistem perbankan akan hancur,” tambah Erwin.

Namun demikian, kalau ke depan arus digitalisasi menguat, bank sentral akan 
menyesuaikan dengan mengeluarkan uang digital. Saat ini BI sedang memikirkan 
cara agar uang digital tersebut dapat relevan dan tidak menghancurkan 
keseluruhan sistem perbankan yang telah ada di Indonesia.

Selain itu, pemerintah harus terlebih dahulu merevisi Undang-Undang yang selama 
ini hanya mengakui penggunaan mata uang fisik dalam bentuk kertas atau koin. 
Namun sebelum itu, menurut Erwin, setiap kementerian dan lembaga pemerintah 
perlu terlebih dahulu bersinergi membuat strategi nasional menghadapi 
digitalisasi.


“Karena ada beberapa hal tentang infrastruktur digital yang harus dibangun 
dulu, termasuk sistem hukum, khususnya perlindungan data dan konsumen,” imbuh 
Erwin.

Namun, BI tidak ingin menyerahkan begitu saja sistem perbankan kepada sektor 
swasta yang telah mengeluarkan mata uang digital, seperti crypto currency. 
Karena itu, BI terus mendorong digitalisasi aktivitas penciptaan uang, 
penyimpanan uang, maupun penyaluran uang oleh sistem perbankan yang telah ada 
sekarang.

“Dan dia tetap industri yang harus highly regulated (diatur secara ketat) 
karena ada uang orang di situ,” ucapnya. (E-3)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/2E0D1A8E89784564B01D24D377A52FB5%40A10Live.

Reply via email to