Raker Pertama tentang KRN Digelar, Simak Ide yang Satu Ini
2021-10-15 16:58:11  
http://indonesian.cri.cn/20211015/4495338f-879b-a417-1e38-a8a3ed345ef0.htmlRapat
 Kerja Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT) tentang Kongres Rakyat 
Nasional (KRN) digelar pada tanggal 13-14 Oktober. Dalam pidatonya di depan 
raker tersebut, Presiden Xi Jinping menekankan perlunya untuk terus 
mempertahankan dan menyempurnakan sistem KRN, dan terus mengembangkan demokrasi 
rakyat seluruh proses.

Keseluruhan Proses Demokrasi Rakyat adalah salah satu ide penting yang 
dikemukakan oleh Xi Jinping ketika melakukan inspeksi di kota Shanghai pada dua 
tahun yang lalu. “Kami menempuh jalan perkembangan politik sosialis yang 
berkarakteristik Tiongkok. Demokrasi rakyat adalah sebuah demokrasi dengan 
seluruh proses yang lengkap.”

Seperti apa ide yang ditekankan oleh Xi Jinping tersebut? Mengapa demokrasi ala 
Tiongkok dapat berlangsung dengan “proses menyeluruh”?



Sistem Politik Serba Baru

Sidang KRN pertama diadakan pada tahun 1954, menandai pembentukan sistem 
kongres rakyat sebagai sistem politik mendasar di Tiongkok yang baru.

Pada 2014, dalam pidatonya dalam rapat peringatan genap 60 tahun pembentukan 
KRN, Xi Jinping mengatakan, pembentukan sistem politik tipe baru di Tiongkok 
yang bersejarah peradaban selama 5.000 tahun lebih dengan populasinya sebanyak 
ratusan juta jiwa mempunyai arti monumental dalam sejarah perkembangan politik 
Tiongkok maupun dalam sejarah perkembangan politik dunia.

Tujuh tahun berselang, dalam rapat kerja Komite Sentral PKT tentang KRN kali 
ini, Xi Jinping sekali lagi memberikan penilaian tinggi terhadap sistem KRN 
dengan memujinya sebagai “sistem politik serba baru yang mempunyai arti 
signifikan dalam sejarah perkembangan politik Tiongkok dan sejarah perkembangan 
politik dunia”.



Dari perubahan kata “tipe baru” hingga “serba baru”, sistem KRN telah 
membiaskan makna yang lebih tinggi.

Adapun istilah “serba baru” dapat dipahami bahwa Tiongkok telah menemukan jalan 
baru yang mandiri.

Masih dalam rapat pada 2014, Xi Jinping bertanya kepada para hadirin, “di 
Tiongkok yang seluas 9,6 juta kilometer persegi dengan suku etnisnya yang 
berjumlah 56 ini, pola siapa yang harus kita patuhi? Siapa pulakah yang 
sembarangan mendikte kita harus begini atau begitu?”

“Hanya sistem yang berakar dan bertumbuh di tanah air inilah yang terandal, dan 
paling berguna,” demikian ditegaskan oleh Xi Jinping saat memberikan jawabannya.



Dalam kedua rapat yang berselang selama tujuh tahun itu, Xi Jinping mengulangi 
pesannya, sistem KRN adalah sistem baik yang sesuai dengan keadaan riil 
Tiongkok serta sistem yang secara tepat mencerminkan sifat Tiongkok sebagai 
negara sosialis, sistem yang menjamin rakyat berperan sebagai tuan di negerinya 
sendiri, sistem yang menjamin perwujudan peremajaan bangsa Tionghoa. Sistem itu 
adalah penciptaan luar biasa Partai Komunis Tiongkok dalam sejarah sistem 
politik manusia.



Di dunia dewasa ini, tengah berlangsung perubahan drastis yang tidak pernah 
terjadi selama seratus tahun yang lalu. Dalam rapat Komite Sentral PKT tentang 
KRN kali ini, Xi Jinping memberikan kesimpulannya sebagai berikut, persaingan 
di bidang sistem politik adalah bagian penting dari adu kekuatan negara, 
keunggulan sistem adalah keunggulan utama bagi suatu negara untuk memenangkan 
hak inisiatif strategis. Sejarah dan fakta membuktikan, jika sistemnya stabil, 
negara akan stabil; jika sistemnya kuat, maka negara juga akan kuat.



Keseluruhan Proses Demokrasi rakyat

Pada Maret 2021, Sidang ke-4 KRN ke-13 mengadakan perombakan terhadap Hukum 
Kelembagaan KRN dan Regulasi Prosedur KRN, di mana mencantumkan kalimat “KRN 
dan Komite Tetap KRN mempertahankan keseluruhan proses demokrasi rakyat” dalam 
undang-undang.

Dalam raker kali ini, Xi Jinping mengatakan, sejak Kongres Nasional PKT ke-18, 
kami telah memperdalam kesepahaman tentang tata hukum politik demokrasi dengan 
mengajukan gagasan terkait keseluruhan proses demokrasi.

Jauh pada rapat peringatan 60 tahun pembentukan KRN tujuh tahun yang lalu, Xi 
Jinping menunjukkan perlunya mempertahankan segala kekuasaan milik rakyat, 
yakni selain menjamin rakyat terlibat dalam pemilihan demokratis sesuai hukum, 
juga menjamin rakyat berpartisipasi dalam pengambilan kebijakan secara 
demokratis, administrasi secara demokratis dan pengawasan secara demokratis, 
benar-benar mencegah munculnya gejala di mana kandidat sembarangan berkomitmen 
kepada para pemilih lalu melupakan segalanya setelah terpilih.



Keseluruhan proses demokrasi rakyat adalah identitas politik demokrasi sosialis 
yang berciri khas Tiongkok yang berbeda dengan aneka demokrasi borjuis.

Dalam rapat tersebut Xi Jinping menekankan, jika rakyat hanya digugah saat 
pemungutan suara dan kembali tertidur pasca pemilihan, atau hanya diberikan 
berbagai komitmen saat kampanye pemilihan berlangsung dan dibungkam dari 
kebebasan bersuara pasca pemilihan, atau pun hanya diberi muka manis saat 
kampanye pemilihan berlangsung dan dikesampingkan atau dilupakan pasca 
pemilihan, maka demokrasi semacam itu bukanlah demokrasi yang sejati.



Sedangkan keseluruhan proses demokrasi rakyat atau demokrasi yang lengkap telah 
mewujudkan penyatuan antara demokrasi dalam bentuk prosesnya maupun demokrasi 
dalam bentuk hasilnya, penyatuan antara demokrasi prosedur dan demokrasi 
hakiki, serta penyatuan antara demokrasi langsung dan demokrasi tidak langsung 
dan penyatuan antara demokrasi rakyat dengan tekad negara. Oleh karena itu, 
demokrasi rakyat Tiongkok adalah demokrasi yang mencakup semua rantai, segala 
arah dan semua bidang, merupakan demokrasi sosialis yang paling luas, paling 
sejati dan paling berguna.

Oleh karena PKT berasal dari rakyat, berakar di kalangan rakyat serta melayani 
rakyat, maka barulah dia dapat menciptakan “keseluruhan proses demokrasi 
rakyat” dalam kehidupan politik Tiongkok.

Xi Jinping menekankan, sistem KRN merupakan wadah penting bagi keseluruhan 
proses demokrasi rakyat.



Nilai bersama

Pada September 2015, di markas besar PBB di New York, Xi Jinping untuk pertama 
kalinya mengajukan nilai bersama umat manusia, yakni perdamaian, pembangunan, 
kesetaraan, keadilan, demokrasi dan kebebasan.



Pengajuan ide tentang nilai bersama umat manusia tersebut telah mengoreksi 
fitnahan Barat terhadap nilai Tiongkok, mematahkan kesombongan politik Barat 
dan hegemoni wacana Barat sehingga mendongkrak Tiongkok ke posisi teratas etika 
moral.

Dalam rapat kali ini Xi Jinping menunjukkan, demokrasi adalah nilai bersama 
umat manusia, adalah ide penting yang selalu dipertahankan oleh PKT dan 
rakyatnya.



Ia menekankan, demokratis atau tidaknya sebuah negara, seharusnya dinilai oleh 
rakyatnya sendiri, bukan diputuskan oleh sejumlah kecil orang dari luar. Negara 
mana yang demokratis di dunia, seharusnya diputuskan bersama oleh masyarakat 
internasional, bukannya diputuskan oleh sejumlah kecil negara yang sombong dan 
suka menghakimi negara lain.

Seperti yang dikatakan oleh Xi Jinping, mengukur sistem politik yang beraneka 
ragam dengan kriteria yang tunggal, atau memandang peradaban politik yang 
beragama dengan visi yang monoton, pada dasarnya bukanlah demokrasi.



Pada September 2021, Xi Jinping menghadiri debat umum Sidang Majelis Umum PBB 
ke-76 secara virtual. Dalam pidatonya Xi menunjukkan bahwa demokrasi bukanlah 
paten milik negara mana pun, melainkan hak rakyat setiap negara.

“Demokrasi bukanlah hiasan, bukanlah untuk pajangan, melainkan harus digunakan 
untuk menyelesaikan masalah yang sangat mendesak bagi rakyat,” demikian pungkas 
Xi Jinping dalam rapat kerja Komite Sentral PKT.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/B0D92CE1C9BB472FAAC9DFD12FAD852C%40A10Live.

Reply via email to