https://www.antaranews.com/berita/2587889/shanghai-kasus-omicron-di-guangzhou-berasal-dari-kanada?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=category_home



Laporan dari China

Shanghai: Kasus Omicron di Guangzhou berasal dari Kanada

Rabu, 15 Desember 2021 20:09 WIB

Arsip - Warga memakai masker pelindung saat beraktivitas di Shanghai, China, 
November 2021.(ANTARA/Reuters/Aly Song/rwa)
Beijing (ANTARA) - Kasus positif COVID-19 dari varian Omicron yang terdeteksi 
di Kota Guangzhou berasal dari Kanada, kata otoritas kesehatan Kota Shanghai, 
China, kepada pers, Rabu.

Kasus itu menimpa seseorang yang kembali dari Kanada pada 27 November, menurut 
otoritas Shanghai.

Pemerintah Kota Shanghai mengatakan bahwa pasien pria berusia 67 tahun itu 
telah menjalani karantina di kota terkaya di China itu. Selama menjalani 
karantina, pasien tersebut telah menjalani empat kali tes PCR yang semua 
hasilnya negatif dan tidak ada gejala flu.

Pria tersebut lalu pulang ke Guangzhou dengan menggunakan pesawat Air China 
dengan nomor penerbangan CA-1837 dari Shanghai pada Sabtu (11/12) kemudian 
terdeteksi terpapar Omicron saat menjalani karantina di rumahnya, kata Komisi 
Kesehatan Kota Guangzhou.

Sejak ditemukan kasus itu, otoritas Shanghai langsung menggelar tes PCR kepada 
799 orang dan semua hasilnya negatif.

Seorang kontak dekat pasien di Provinsi Henan juga dites PCR karena berada 
berada dalam penerbangan yang sama dari Shanghai menuju Guangzhou.

Baca juga: Kurang dari 24 jam China temukan kasus kedua Omicron

Tidak diketahui secara pasti berapa orang yang berada dalam penerbangan yang 
sama dengan pasien Omicron tersebut.

Perpustakaan Shanghai juga ditutup untuk umum mulai Rabu, diduga terkait dengan 
kasus Omicron itu.

Temuan di Guangzhou itu merupakan kasus kedua Omicron yang menular pada warga 
lokal China.

Kasus kedua itu ditemukan kurang dari 24 jam setelah temuan kasus pertama 
Omicron di Kota Tianjin yang dikategorikan sebagai kasus impor dari Eropa.

Kasus Omicron makin memberatkan upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 di 
China yang menargetkan nol kasus.

Hingga Selasa (14/12) di China masih terdapat 50 kasus positif COVID-19.

Baca juga: China deteksi kasus pertama Omicron
Baca juga: China keluarkan izin edar obat COVID-19 di tengah wabah Omicron

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Anton Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021






-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20211215194510.50fb9051ff7fede531e5556b%40upcmail.nl.

Reply via email to