Pemimpin Tiongkok sejak Mao samp Xi Jinping sekarang ini TIDAK seorangpun yang menyangkal adanya klas dan perjuangan klas! Yang jadi masalah kapan dan bagaimana klas kapitalis dihilangkan! Dan yang juga menjadi penekanan dan penegasan sejak Mao, bagaimanapun juga kapitalis adalah juga MANUSIA normal yang TETAP HARUS diperlakukan secara MANUSIAWI!
Sejak tahun 1945, dimana pemikiran Mao Revolusi Demokrasi Rakyat dimenangkan dan menjadi Garis PKT, sejak itu struktur ekonomi Tiongkok tidak hanya BUMN, milik negara (sebelum 1 Okt. 1949 milik Pemerintah Rakyat setiap daerah basis revolusioner), tapi juga mempertahankan berlakukan milik perseorangan kapitalis dan milik kolektif (koperasi). Struktur ekonomi macam inilah yang tetap diberlakukan setelah RRT didirikan 1 Oktober 1949 yang kemudian hanya berlakukan BUMN, milik negera sejak 1958. Dan, sejak tahun 1980 kembali berlakukan struktur ekonomi BUMN, milik kolektif dan milik kapitalis perseorangan! Dengan BUMN yang utama sebagai jaminan pemerintah tetap pertahakan pegang tali kendali ekonomi nasional. Dimasa Mao sebenarnya juga ada kapitalis yang menjadi anggota PKT, contoh klasik yang diajukan Rong Yi Ren, kapitalis Shanghai yang berani dan banyak membantu PKT. Tentu tidak semua kapitalis bisa jadi anggota PKT, ... yang perlu diingat, sebagaimana manusia normal, diantara kapitalis kapitalis itu juga tidak sedikit yang peduli dan berani pertaruhkan jiwa mendukung gerakan revolusi rakyat! Bahkan Mao sendiri tidak segan-segan menyatakan, TANPA dukungan kapitalis revolusi Tiongkok tidak bisa menang! Lalu, apa dan dimana salahnya adanya kapitalis menjadi anggota PKT? Tentu kalau saja kwalitas PKT berubah setelah banyak kapitalis rongsokan, menjadi tercocok hidung oleh klas kapitalis dan melupakan perjuangan RAKYAT sesungguhnya! Untuk itu, mudah saja kok, lihat saja gerak langkah yang dijalankan, lebih menguntungkan rakyat banyak atau segelintir kapitalis, ... Siapa bisa bilang DEMOKRASI RAKYAT Tiongkok hanya dinikmati borjuis? Bukankah kenyataan semua kapitalis TETAP bisa di disiplin dan TUNDUK melaksanakan kebijakan dan ketentuan pemerintah! Bukankah yang terjadi terakhir dengan Jack Mao, dimana pemerintah tetap saja berani membatalkan IPO Grup Semut dan dikenakan sanksi 2,7 milyar USdollar dengan keharusan TUNDUK lakasanakan ketentuan yang ada! Lalu, sikap ini membuktikan siapa tunduk pada siapa, dan ... membela, melindungi kepentingan rakyat banyak atau kepentingan segelintir kapitalis??? From: Tatiana Lukman Sent: Tuesday, December 21, 2021 1:49 AM To: Sunny ambon ; BILLY GUNADIE Cc: [email protected] ; GELORA45_In Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism Jelas, seperti kata Mao, stempel kelas nempel di tiap pikiran, perbuatan dan sudah tentu semua peraturan dan Lembaga bangunan atas. Mereka yang mengikuti nasehat bung Karno untuk menggunakan pisau Marxisme dalam menganalisa soal-soal politik/sosial, mengakui hubungan dialektis antara struktur ekonomi (bangunan bawah) dengan bangunan atas. Maka itu bicara tentang demokrasi tanpa menghubungkannya dengan struktur ekonomi yang berdominasi di suatu negeri, sama dengan bohong. Soalnya, kaum revisionis tidak mau mengakui bahwa sistim ekonomi (sosialsme) pada zaman Mao sudah berubah total menjadi kapitalisme monopoli-imperialisme. Lihat saja kongkritnya siapa yang menikmati “demokrasi borjuis” di China. Bla…bla petantang petenteng bilang Demokrasi Rakyat, tapi nggak bisa jawab pertanyaan mengapa dihilangkan 4 Kebebasan Besar?? Soalnya yang masuk dalam kategori Rakyat adalah kaum bilyuner-kapitalis monopoli yang bersarang di PKT dan Negara, sedangkan kaum buruh dan kaum tani dianggap sampah dan dapat diperas/dihisap dan diengkuk-engkuk… Ah, sudah begitu banyak postingan diajukan selama bertahun-tahun yang memperlihatkan betapa buruh dan tani diperlakukan seperti “keset”, tapi kaum revisionis tak akan tergugah otak dan hatinya. Sent from Mail for Windows From: Sunny ambon Sent: Monday, December 20, 2021 5:17 AM To: BILLY GUNADIE Cc: [email protected]; Tatiana Lukman; GELORA45_In Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism Ada yang bilang demokrasi itu berkarakter kelas, jadi tergantung siapa yang berkuasa. On Mon, Dec 20, 2021 at 4:11 AM BILLY GUNADIE <[email protected]> wrote: Kalau sejarah China sudah berjalan ribuan tahun kekaisaran... Dan behasil....bangunan..... monument...penemuan... Productivity pasar Dunia.....Marco Polo Terheran heran.......kenapa harus ganti metaphor DEMOKRASI...DARI RAYAT UNTUK PEJABAT......Modren slavery.... .... Sent from Rogers Yahoo Mail on Android On Sun., Dec. 19, 2021 at 8:29 p.m., Chan CT <[email protected]> wrote: DEMOKRASI yang diteriakkan dan dijalankan disetiap negara didunia ini akan dirasakan betul oleh rakyat dinegara bersangkutan! Jadi, sebetulnya yang berhak bicara bagaimana demokrasi adalah rakyat dinegara itu sendiri, ... Dan ingat, DEMOKRASI bisa saja beraneka ragam bentuk dengan lebih menitik beratkan pribadi perseorangan atau kepeentingan umum dan TIDAK ada negara atau siapapun didunia ini menepuk dada demokrasi yang dijalankan adalah demokrasi yang paling benar dan baik, yang berbeda adalah salah dan bukan demokrasi! Yang paling menarik dan kurang mendapat perhatian banyak orang, adalah TRADISI BUDAYA Tionghoa seruan 天下為公 (= Dibawah Langit Ini Demi Kepentingan UMUM. Atau dengan bahasa umum yang digunakan PKT sekarang menjadi Mengabdi Rakyat!) yang sudah berlangsung ribuan tahun itu, ... Titik berat demokrasi dan kebebasan itu pada pribadi seseorang atau kepentingan umum, rakyat banyak! Menurut tradisi budaya Tionghoa bagaimanapun juga harus pentingkan dan utamakan kepentingan umum, kepentingan RAKYAT banyak. Tidak bisa dan tidak boleh kepentingan pribadi seseorang diatas kepentingan umum! Inilah PRINSIP DEMOKRASI yang dijalankan di Tiongkok. Yang kebalikan dari demokrasi barat, ... dimana lebih mementingkan dan utamakan kebebasan kepenetingan pribadi seseorang! Dan akhirnya menjadi anarkis semau-maunya sendiri yang lepas kontrol dan tidak tunduk pada HUKUM dan ketentuan Pemerintah! Begitulah dunia barat mengutuk ketentuan ketat RRT “Menutup Wuhan” dan jalankan prokes ketat bagi seluruh warga di Wuhan ketika itu sebagai TINDAKAN mencabut kebebasan orang yang tidak demokratis dan tidak manusiawi! Tapi, tidak melihat justru kebebasan perseorangan yang dicabut itu untuk kepentingan dan keselamatan rakyat banyak! Baik saya berikan kisah nyata bagaimana pemerintah Tiongkok saat menjalankan “MENUTUP WUHAN”, seorang pejabat Wuhan dipecat hanya karena keluar kota Wuhan pulang kampung merayakan Imlek dan sekalian Ulang-tahun bapaknya; Seorang pensiunan mantan pejabat Wuhan kena sanksi diturunkan setingkat uang-pensiun, karena tidak dapatkan kamar tersendiri di RS setelah terditeksi positif Corona dengan pulang mengkarantina diri di rumah sendiri! Begitu ketat mendisiplin setiap warga jalankan prokes yang ditentukan itulah, menjadikan hanya RRT satu-satunya negara didunia ini yang BERHASIL sekitar 70 hari mengatasi dan mengendalikan pandemi Covid-19, sedang negara-negara maju, terutama AS yang selalu banggakan sistem kesehatannya termaju didunia kewalahan menghadapi serangan pandemi, bahkan menjadi juara No.1 didunia baik dari jumlah warga terjangkit maupun angka kematian yang sudah lebih 800 ribu orang, ... dan sampai sekarang, setelah lewat hampir 2 tahun BELUM juga nampak terkendalikan! Lalu, apakah rakyat Tiongkok merasa tidak DEMOKRASI pada diri mereka? Tentu saja TIDAK! Rakyat Tiongkok justru sekarang ini makin merasakan DEMOKRASI yang lebih luas dari tahun ketahun, ... Bagaimana tidak? Sejak tahun 50-70, begitu berani mengeritik politik kebijakan pemeriantah langsung saja dituduh “anti sosialisme”; “penempuh jalan kapitalis”, “penghianat bangsa” dsb. dsbnya, ... bahkan sekitar sejuta orang/kader dijebloskan dalam kamp konsentrasi kerja! Tapi kenyataan, lebih dari 98% dari mereka yang dijebloskan tahunan sampai belasan tahun dalam konstgrasi kerja itu, diawal tahun 1980 harus DIREHABILITASI! Diantara mereka termasuk Zhu Rongji yang kemudian kita kenal menjadi Perdana Menteri RRT itu! Sebaliknya setelah tahun 1980, RRT menjalankan kebijakan reformasi dan keterbukaan, menempuh Jalan Sosialisme Berkarakter Tiongkok, bukan saja membiarkan setiap warga bersuara, berbeda pendapat bahkan mengeritik kebijkan pemerintah, juga memberi kebebasan beropini dimedia massa dan, ... mengembangkan kemampuan sendiri untuk memperbaiki kemiskinan, berusaha dan berdagang, termasuk pergi keluar negeri untuk sekolah! Rakyat dibebaskan berkarya, berusaha dan sekolah, melancong, berusaha sampai keluarnegeri, ... Dimana KEBEBASAN pribadi seluas itu TIDAK pernah terjadi sebelumnya! Dan ingat, kamp konsentrasi kerja yang dimaksud untuk mendidik orang/kader melalui kerja, yang tidak manusiawi itu sudah dibubarkan oleh Xi Jinping di tahun 2014! From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45 Sent: Sunday, December 19, 2021 2:13 AM To: Chan CT ; GELORA45_In Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism Buat orang yang terus ngotot mau mencampurbaurkan, seolah-oleh sosialisme dan kapitalisme yang secara hakiki bertolak belakang/berkontradiksi dapat “dikombinasi”. “sosialisme a la China” hanyalah penipuan tak tahu malu dari kaum penguasa revisionis-imperialis china. Agen remo Chan sangat senang sekali mencatut sosialisme yang dibangun Mao. Meskipun selalu mengatakannya sebagai “perataan kemiskinan”, tapi kalua diperlukan, dia catut dan dimasukkan kedalam penilaian tentang sejarah PKT dan Tiongkok sejak pembebasan sampai sekarang. Dengan sadar menghapus perbedaan mode of production/ sistim ekonomi yang berdominasi sekarang dengan yang dulu sebelum kudeta kaum revisionis 1976. Kalau system ekonominya sudah berubah 180 derajat, sosialisme menjadi kapitalisme bahkan imperialisme, sudah tentu HUKUM juga berpihak kepada kaum kapitalis/revisionis yang berkuasa!! Pembelaan diri agen remo hanya PEPESAN KOSONG!!! SAMA SEPERTI REAKSI KAUM REAKSIONER INDONESIA YANG TERUS MENGHUJAT PKI, WALAUPUN BARU-BARU INI SUDAH DIDEKLASIFIKASI RIBUAN HALAMAN DOKUMEN AS!!! Sent from Mail for Windows From: Chan CT Sent: Saturday, December 18, 2021 1:07 AM To: Tatiana Lukman; GELORA45_In Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism Lalu, yang diangkat dan dipuja dunia barat adalah juga aktivis-aktivis penentang penguasa Tiongkok yang jadi pahlawan nenek yang satu itu,...! Hahahaa, ... Setiap negara ada dan berlakukan HUKUM yang patut dan harus ditaati! Aparat keamanan PASTI akan menindak setiap orang dinegaranya yang berani melanggar HUKUM yang berlaku itu, ... Dan, tidak ada negara asing manapun yang berhak mencampuri HUKUM yang diberlakukan dinegara itu! Orang-orang yang ditangkap di Tiongkok, yang saya ikuti dan ketahui, BUKAN sekadar pejuang demokratis seperti diuar-uarkan dunia barat, tapi juga ada BANTUAN dan hubungan dengan asing! Bagi mereka yang tidak ada hubungan atau belum ditemukan bukti terjadi hubungan/bantuan asing, negara manapun juga, tentu TIDAK ditahan/ditangkap! Begitulah dengan Fang Fang, seorang ibu penulis buku “Harian Wuhan” yang juga sudah diterbitkan dalam berbagai bahasa diluarnegeri, negara-negara barat dengan fiktif memfitnah berbagai penanganan pemerintah Tiongkok mengatasi pandemi yang merebak di Wuhan itu...! Baru saja 12 Oktober kemarin ini ditangkap, setelah lebih setahun dibiarkan saja dia berteriak memfitnah pemerintah yang berkuasa! Itulah DEMOKRASI RAKYAT yang dijalankan di Tiongkok! Berani membiarkan siapa saja bersuara, mengeluarkan pendapat bahkan bernada menentang kebijakan pemerintah dan sementara pejabat tinggi, ... selama tidak terbukti ada hubungan, bantuan asing! From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45 Sent: Friday, December 17, 2021 8:42 PM To: 'Jonathan Goeij' via GELORA45 Subject: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism Di antara 15 orang yang dapat Franco-German Prize for Human rights, terdapat Chang Weiping, pengacara yang ditangkap sejak 22 Oktober 2020. Namun tidak semua orang/aktivis yang ditangkap/dihilangkan paksa oleh penguasa China mendapat penghargaan dari dunia Barat. Banyak yang namanya tidak dikenal di dunia luar Tiongkok Chang Weiping is a Chinese human rights lawyer. He has been in detention once again since 22 October 2020. Chang has primarily worked to advocate LGBTI rights and fight discrimination against women and HIV‑positive people, which led to his losing his licence to practise. He was first detained in January 2020 in an operation known as the Xiamen crackdown. Following his release he publicly discussed the torture he had experienced, which led to a second arrest in October 2020. Despite having been formally arrested and charged in April 2021, he has not yet been granted direct access to lawyers. Sent from Mail for Windows -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke mailto:gelora1945%[email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/2118766092.81048.1639744929735%40yahoo.com. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/01A0E82F261D44C289F7414932F37E98%40A10Live. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1715451201.166975.1639851209621%40yahoo.com. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/B3AEA770F63146B888AB2594331400FC%40A10Live. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1109225002.2052778.1639969900903%40mail.yahoo.com. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2CBARpwYEvVR8wzi36Eo1M0ba7mb%2BPF-%2BxHTDEAcsOQRw%40mail.gmail.com. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/15A9F86D800B43BCB85A32C3F3CFD9B4%40A10Live.
