Bagaimana bisa dikatakan saya TIDAK menjawab pertanyaan dengan argumentasi, ...? Bukankah, sudah sekian puluh tahunan kita berdebat dengan masalah yang sama, hanya saja masing-masing mempertahankan pendapat dan pemikiran sendiri saja dan TIDAK juga bisa menerima dan mengerti pendapat lawan debat, ... inilah yang terjadi!
Liu-Deng mewarisi jalan Khruschov? Hehehee, ... nenek yang satu ini TIDAK mengikuti perjuangan faksi-faksi yang ada di Tiongkok dengan baik! Asal jeplak atau main fitnah saja. Bagaimana mungkin Deng yang menjadi KETUA grup teori mengeluarkan 9 Komentar dalam memblejeti kesalahan remo Khruschov justru mewarasi jalan Khruschov? Bukankah kenyataan Jalan Sosialisme Berkaraktrer Tiongkok yang diajukan Deng dengan tandas mempertahankan 4 prinsip (Yaitu: 1. Tetap Menempuh jalan sosialisme; 2. Mempertahankan Diktatur Proletariat; 3. Dibawah pimpinan PKT; 4. Menjunjung tinggi Marxisme-Leninisme dan Fikiran Mao Zedong), 4 prinsip inilah yang membedakan dengan jalan Khruchov! Yang juga patut diperhatikan, sikap Deng justru membela dan melindungi KEWIBAWAAN dan KEBESARAN kepemimpinan Ketua Mao saat menghadapi serangan dan gempuran pengkritik ekstrimis yang hendak menimpakan semua KESALAHAN dan menjatuhkan Mao! Akhirnya PKT berhasil melestarikan kekuasaan Diktatur Proletariat dan mendapatkan dukungan kuat seluruh rakyat Tiongkok! Dunia barat, termasuk nenek yang satu ini sejak 20an tahun yl ikut-ikutan berteriak RRT akan bankrut, roboh, ...! Ternyata sampai sekarang RRT dengan pimpinan PKT masih saja tetap tumbuh berkembang makin jaya dan sejahtera! Sebaliknya Khruschov bukan hanya mengkritik kesalahan, tapi juga menghitamkan dan menghujat Stalin, ... Justru karena berpikiran ekstrim menyalahkan segalanya pada Stalin itulah akhirnya PKUS meluncur kejalan salah dan akhirnya ambruk dicampakan rakyatnya sendiri! Sebenarnya saja, diawal mula menjalankan kebijakan Reformasi dan Keterbukaan (Gai Ge Gai Fang) kembali memperkenankan kapitalis tumbuh berkembang dan berlakukan ekonomi pasar, pemikiran Sosial Demokrat juga berhasil menangkan pemikirannya hendak secara menyeluruh berlakukan dan jalankan ekonomi pasar, bukan saja berkeras hendak lebih banyak dan menyeluruh merubah BUMN menjadi milik swasta, kapitalis perseorangan, tapi Deng bersama PKT tetap teguh dan berkeras mempertahankan BUMN utama yang menentukan kehidupan rakyat banyak, dan yang mutlak harus dipertahankan untuk peganga tali kendali ekonomi nasional! Begitu juga kaum Sosial Demokrat ketika itu berhasil berlakukan ekonomi pasar dibidang pendidikan dan kesehatan. Artinya sekolah dan rumah sakit TIDAK lagi sepenuhnya ditunjang pemerintah, tapi diberlakukan HARUS menghidupi kebutuhan Sekolah dan RS nya sendiri, ... Yang akhirnya mengakibatkan banyak persoalan sosial ditengah masyarakat! Kesalahan-kesalahan yang terjadi, berangsur-angsur diperbaiki oleh PKT. Dan sekarang, pendidikan seluruh warga bukan hanya ditunjang penuh 12 tahun, tapi bagi pelajar terbaik juga bisa ditunjang penuh sampai menyelesaikan pelajaran di Universitas oleh negara dan koperasi-desa! Yang agak menjadi sulit diseragamkan adalah masalah kesehatan, karena dilaksanakan berbeda-beda disetiap propvinsi, kota besar dan desa, ... Jadi, ada yang meneruskan gunakan jaringan asuransi-kesehatan, ada yang ditunjang oleh perusahaan dimana dia bekerja, ada yang ikut tergabung dengan jaminan penuh koperasi-desa yang sudah dibentuk! Dengan satu PRINSIP kemanusiaan, setiap warga sakit mutlak harus diobati lebih dahulu, ... Kepentingan dan keselamatan rakyat yang diutamakan! Begitulah saat pandemi Covid-19 menerpa Wuhan, seluruh biaya pengobatan yang dibutuhkan ditanggung pemerintah! Jadi sudah sepenuhnya melepaskan ketentuan pasar harus bayar lebih dahulu, baru diobati dan ditolong ...! Segalanya harus bertolak dari kenyataan konkrit yang dihadapi, kebenaran ML-FMTT bagaimanapun juga harus ditrapkan sesuai dengan kondisi konkrit yang dihadapi dan menentukan bentuk perjuangan sesuai perubahan yang terjadi! Bentuk perjuangan konfrontasi melawan imperialisme AS dimasa Amerika jalankan politik blokade sejagad terhadap RRT, masa perang-dingin juga sudah berakhir dengan robohnya PKUS ditahun 1991, ... Berubah setelah Nixon terpaksa berkunjung ke Beijing diawal tahun 1972 dan bersalaman dengan Mao! Sepanduk dengan semboyan Ganyang Imperialisme AS harus ditrurunkan dan bentuk perjuangan berubah menjadi koeksistensi secara damai, ... Dan tentu dengan keteguhan PKT pegang 4 prinsip, bisa bertahan dan menangkan perjuangan mengembangkan dan memperkuat diri sendiri disegala bidang dengan mengalahkan monopoli dan hegemoni imperialisme AS didunia! Begitu juga kiranya yang dijalankan Lenin, dengan penuh keyakinan memenangkan perjuangan berkoeksistensi dan berlomba secara damai dengan perusahaan kapitalis raksasa didunia, ... Nah, ... pada saat AS jalankan perang dagang 4-5 tahun terakhir ini, bukankah RRT juga menghadapinya dengan lincah dan kita semua bisa menyaksikan sendiri bagaimana RRT tetap lebih mengutamakan dan mempertahankan kepentingan rakyat Tiongkok sebaik mungkin! Jangan sampai rakyat dirugikan apalagi dicelakakan! PKT memimpin 1,4 milyar rakyat Tiongkok meneruskan perjuangan melawan imperialisme AS dan,... PASTI MENANG! From: Tatiana Lukman Sent: Friday, December 24, 2021 12:07 AM To: Chan CT ; GELORA45_In Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism Ha…ha… terus menghujat nenek, tapi sama sekali tidak bias mengajukan argumentasi untuk membantah kata-kata Mao sendiri dan menjawab pertanyaan saya to the point!! Kalau sudah menyalahkan Mao terlalu cepat membabat kaum kapitalis, dan mau ambil jalannya Liu-Deng yang mewarisi jalan Khrushchov, ya itulah jalan revisionisme!!! Siapa bilang jalan menuju sosialisme hanya satu??? Jalan menuju sosialisme untuk negeri-negeri setengah jajahan setengah feudal tidak dapat disamakan dengan jalan yang ditempuh negeri yang sudah mencapai kapitalisme seperti eropa!!! Tapi kalau mengaku M-L seperti yang dulu engkau petantang petenteng umumkan, dasar teorinya satu!! Mau jalan lain, boleh, yaitu jalan revisionisme!! Logis dan gampang dimengerti, nggak perlu susah-susah berdebat. Engkau sudah menghujat sosialismenya Mao dan menganggapnya sebagai perataan kemiskinan, dan mencium pantat Liu-Deng kowtow sama kaum kapitalis besar untuk menghisap kaum buruh migran China… RBKP yang oleh kaum remo Liu-Deng dianggap kesalahan Mao justru merupakan sumbangan besar Mao kepada Marxisme-Leninisme!! Jelas bertolak belakangnya orang remo dengan orang Marxis sejati.. SOSIALISME TIDAK GAGAL, BAIK DI UNI SOVIET MAUPUN DI TIONGKOK, TAPI DIKHIANATI DAN DIKALAHKAN OLEH KAUM REVISIONIS…LEBIH MUDAH JADI REVISIONIS DARI PADA JADI MARXIS-LENINIS!!! Karena lebih mudah memelihara ideologi borjuisnya sendiri dari pada mengubahnya… Orang remo sudah tentu tak akan gai zao si xiang /melakukan pengubahan pikiran atau ideologi… Ini pengertian yang diberikan Mao tentang revisionisme dan orang-orang rem: ” Revisionisme atau oportunisme kanan adalah satu aliran pikiran borjuis yang bahkan lebih berbahaya dari pada dogmatisme. Kaum revisionis atau kaum o-portunis kanan memakai Marxisme hanya sebagai polesan di bibir dan mereka juga menyerang dogmatisme. Tetapi apa yang mereka serang sebenarnya ada-lah sari pati dari Marxisme”. Jadi tidak mengherankan pepesan kosong si remo Chan tentang Sosialisme, REvolusi Oktober… Sudah tentu orang remo tidak percaya akan terjadinya revolusi sosialis/proletar di Dunia…Lha wong sudah mengkhianati sari pati Marxisme, jelaslah yang dipercayai dan didukung adalah kapitalisme monopoli alias imperialisme China yang dipikirnya akan jaya terus…Logika orang remo bertolak belakang dengan logika orang marxis… Marxis sejati, bahkan di China sendiri, melihat tindakan fasis penguasa China , bahkan terhadap kaum kapitalisnya yang berani buka mulut dan menyaingi kaum kapitalis monopoli di PKT dan Negara penindasan dan kontrol semakin ketat terhadap rakyat, sebagai pencerminan betapa gugupnya penguasa melihat masalah-masalah social dan juga ekonomi semakin besar…Jelas hal-hal ini tidak ada dalam media masa propaganda penguasa yang diterompetkan oleh para anjing jaganya… Saya extremis karena mendukung dan membela RBKPnya Mao dan ajaran-ajarannya?? Saya extremis radikalis karena menentang dedengkot LIU-DENG serta reforma kapitalisnya?? Saya extremis radikal karena anti-China imperialis yang sedang mempraktekkan kolonialisme di Afrika, yang bahkan kata seorang kawan, lebih jahat dari pada kolonialisme Belgia??? Itukah ciri-ciri orang extremis radikal menurut tikus remo Chan??? Wah, itu jadi kehormatan besar bagi saya!!! Kan saya juga sudah dihujat haus darah karena menolak setuju dengan pendapatnya yang memuji perwira tinggi AD… Tahu nggak, saya jadi melihat orang remo dan fanatik china yang mendukung kapitalisme-imperialisme China CENDERUNG LUNTUR DAN AKHIRNYA SECARA TAK LANGSUNG MENDUKUNG ORBA DAN ANTI-PKI!!!!Contoh yang paling gamblang adalah pelana kuda , DAN SI CHAN INI TIDAK JAUH DARI POSISINYA PELANA KUDA!!!Dia lebih membenci saya yang katanya ‘ekstrim radikal’ dan “haus darah” ketimbang Soeharto dan orbanya. Betapa tidak! Saya “haus darah”, tapi sang perwira itu dipujinya setingg langit!!! Sent from Mail for Windows From: Chan CT Sent: Thursday, December 23, 2021 2:28 AM To: GELORA45_In; Tatiana Lukman Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism Ini nenek Tatiana BETUL-BETUL sudah menjadi ekstrimis-radikalis, ...! Didunia ini hanya ada satu jalan menuju SOSIALISME, tidak berani melihat kenyataan beraneka-ragam kondisi masyarakat dan negara-negara didunia ini, yang TIDAK MUNGKIN dipatok yang satu inilah model JALAN SOSIALISME yang benar! Jadi, yang berbeda adalah SALAH dan harus diganyang, ... bahkan disudutkan jadi satu dengan kapitalisme-monopoli dan imperialisme! Padahal dalam kenyataan juga SUDAH TIDAK mungkin didunia ini terjadi sekali lagi macam Revolusi Oktober yang dijalankan Lenin-Stalin, saat menggulingkan kekuasaan Tsar Rusia dan mendirikan Sovyet Uni, negara sosialis pertama didunia. Proletariat melancarkan pemberontakan di kota dan begitu merebut kemenangan membabat kapitalis! Model atau jalan macam begini TIDAK akan terulang dan terjadi lagi didunia, ... Dan, akhirnya roboh dengan sendirinya setelah lewat 70 tahun! Bukankah kenyataan juga sudah membuktikan, berbeda dengan jalan yang ditempuh Rusia, Lenin-Stalin, Mao menemukan dan menempuh sendiri jalan menuju Sosialisme sesuai dengan KONDISI Tiongkok! Jalan yang ditempuh Mao di Tiongkok, bukan merebut kemenangan dari kota, tapi dari desa mengepung kota! Bukan dan tidak mungkin langsung membabat kapitalis, tapi tetap mengajak kapitalis-kapitalis untuk ikut serta membantu dan membangun ekonomi Tiongkok! Justru karena terjadi proses perjuangan membangun daerah-basis, kekuasaan rakyat didesa-desa dengan penuh kesulitan dan penderitaan dimasa perang melawan Jepang dan perang pembebasan itulah, kekuasaan Rakyat Tiongkok dibawah pimpinan PKT berhasil melestarikan kekuasaan dan lebih lanjut membangun Tiongkok lebih sejahtera dan jaya sampai sekarang ini! Disaat dunia dilanda pandemi Covid-19, negara-negara maju bahkan AS yang selalu membanggakan sistem kesehatan termaju didunia, sampai sekarang setelah lewat hampir 2 tahun dengan jatuh lebih 800 Ribu korbvan jiwa, BELUM juga berhasil mengatasi dan mengendalikan merebaknya pandemi Covid-19! TIONGOK, Republik Rakyat Tiongkok yang dimaki-maki nenek Tatiana ini, justru menjadi satu-satu negara didunia ini yang BERHASIL dalam 70 hari mengatasi dan mengendalikan wabah pandemi Covid-19, ... kembali berangsur-angsur kerja produksi dan hidup normal! Bahwa dalam poerjalanan lebih 70 tahun, setelah Republik Rakyat Tiongkok ditegakkan, tidak ada yang perlu disangkal juga terjadi tidak sedikit riak-riak, kesalahan-kesalahan yang terjadi bahkan jatuh banyak KORBAN, ... Itulah proses pengenalan yang seringkali sulit dihindari! Disana-sinia terjadi kesalahan kebijakan sampai kebablasan sejak jalankan penyitaan tanah, penetapan tuan-tanah jahat, kapitalis-jahat, penipuan, perampokkan, perkosaan, ... bahkan muncul banyak pejabat daerah sampai pusat terjadi korupsi, TIDAK PERLU DISANGKAL. Adalah kenyataan yang terjadi ditengah masyarakat dalam proses kemajuan dan kesadaran yang tidak terhindarkan dan merupakan tantangan berat bagi PKT untuk mengatasi dan meneruskan tugas berat yang harus dipikul, ...! Tapi, riak-riak dan kesalahan yang muncul seiring dengan setiap proses perkembangan itu, harus dilihat secara TEPAT sebagai yang pokok atau sekunder, ... setiap pemimpin harus objektif melihat kenyataan yang terjadi, tidak membesar-besarkan keberhasilan sesuai keinginan dan harapan subjektif, juga sebaliknya tidak mengecilkan bahkan meniadakan kesalahan, kegagalan yang muncul! Bahwa kenyataan terjadi penghisapan berlebih terhadap sementara buruh, baik pelanggaran polusi, kerusakan limbah yang merusak kesehatan buruh, sampai pada jam kerja lembur yang tidak dibayar semestinya bahkan terjadi bunuh-diri, ... Tapi, juga harus melihat dan mengakui kenyatan Pemerintah Tiongkok TIDAK MEMBIARKAN kesalahan2 begitu! Tetap masih bisa menangani dan mengatasi dengan baik, ... Begitulah kita semua bisa saksikan bersama RRT dibawah pimpinan PKT pandai secara objektif melihat keberhasilan dan kesalahan/kegagalan yang harus dikoreksi untuk majuuu terus lebih baik dan lebih cepat! Saya melihat inilah yang terjadi di Tiongkok, masih terus maju lebih baik, lebih sejahtera dan akan tumbuh menjadi negara kuat didunia! Jadi, janganlah berprilaku seperti PREMAN yang dijalankan AS menjadi polisi dunia, lalu menggebuki negara-negara yang tidak sesuai jalankan “demokrasi”, “humanisme” dengan pemikirannya sendiri! Bukan saja menggebuki negara-negara Arab yang mengakibatkan penderitaan dan jatuh korban jutaan rakyat, ... Lalu, berusaha menghadang perkembangan RRT yang terus maju begitu cepat, menuduh RRT tidak demokratis dan melanggar HAM, tanpa segan-segan memfitnah RRT jalankan kerja-paksa dan genosida terhadap suku Uighur di Xinjiang! Begitu juga pandangan nenek yang satu ini tidak beda dengan semua sikap dan tindak-tanduk AS membuktikan dirinya SANGAT TIDAK DEMOKRATIS bahkan KEJAHATAN HAM-BERAT!!! Bukan saja tidak bisa menerima dan menghormati perbedaan demokrasi yang dijalankan bangsa dan rakyat negara lain, tapi juga tidak berhasil melihat kenyataan KEMAJUAN pertumbuhan jumlah suku Uighur. Berdasarkan sensus 2020, penduduk Uighur mencapai 25,85 juta orang meningkat 4,04 juta orang dibanding tahun 2010, dan ditahun 2020 juga penduduk Uighur dinyatakan sepenuhnya bebas dari kemiskinan-absolut! Sebaliknya suku Indian di Amerika sendiri yang mengalami genosida, terus menurun dan nyaris musnah, ... sungguh sangat memprihatinkan dan menyedihkan! From: Tatiana Lukman Sent: Wednesday, December 22, 2021 9:35 PM To: Chan CT ; GELORA45_In Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism Ha…ha… pepesan kosong , MASIH MAU NGOTOT, TANPA ARGUMENTASI DAN FAKTA, TIDAK MENGAKUI PERBEDAAN POKOKNYA PADA WATAK KELAS PERJUANGAN KELAS MAO DAN KAISAR XI JINPING!!! Mao sudah menjawab kaum revisionis DENGAN menertawakan mereka yang “ menyeret langkah seperti nenek-nenek yang diikat kakinya, sehingga jalannya terhuyung-huyung sambal mengeluh dan berteriak ‘hei kalian jalan terlalu cepat’’ !! Alasan “terlalu cepat membabat kaum kapitalis adalah dalih untuk menutupi keinginan kaum revisionis untuk TIDAK MEMBANGUN SOSIALISME!!! Belum juga menjawab berkaitan dengan tuduhan ngawur kepada Lenin dan Stalin terlalu pagi membabat kapitalisme, lantas dimana bedanya dengan Revolusi borjuis Perancis 1789?? Apakah Lenin harus melakukan revolusi borjuis, untuk mengembangkan kapitalisme??? Bener-bener otak orang yang gobloknya nggak ketulungan si Chan ini!! Kenapa orang bilang Revolusi sosialis??? Dengan bilang Lenin dan stalin terlalu pagi membabat kaum kapitalis artinya si remo yang gila ini ingin menegasi/memungkiri dan menghujat Revolusi Oktober !!?? Wow, sungguh HEBAT TIKUS REMO INI yang otaknya ditaruh di pantat!! Masih petentengan bilang soal melenyapkan kelas???!!!Dengan reformasi kapitalis Deng Xiao-ping itu ingin melenyapkan kelas??? Wong kelas borjuis yang lari ke Hongkong dan Taiwan pada kembali lagi menanam modalnya di Tkk daratan untuk menghisap dan memeras buruh Tiongkok, dimana faktanya mau menghilangkan kelas??? Tuh lihat 6 juta penderita pneumopconiosis, hasil nyata dan fakta dari cara Deng Xiaoping mengembangkan tenaga produksi melalui pembunuhan pelan-pelan terhadap kaum buruh!! Buruh Foxcon loncat bunuh diri…Mengapa?? OO, karena bahagia dengan cara Deng mengembangkan tenaga produksi?? Caranya, ya itu, membuat buruh sampai putus asa, sehingga hanya melihat jalan keluarnya, loncat bunuh diri!!! Buruh penderita pneumoconiosis, penyakit akibat kerja yang paling umum. Diperkirakan terdapat 6 juta penderita pneumoconiosis di Tiongkok Buruh Foxconn protes kondisi kerja tak berperikemanusiaan dengan loncat dari gedung pabrik Negara maju belum tiba waktunya membabat kapitalis?? Apa sih tahunya si Chan tentang gerakan buruh/progresif di negeri-negeri maju?? Tahu nggak sih bahwa KAUM KAPITALIS MONOPOLI BESAR adalah KELAS PENGUASA YANG SESUNGGUHNYA DI NEGERI-NEGERI MAJU YANG TELAH MENGUBAHNYA MENJADI KEKUATAN IMPERIALIS!!! Justru karena dunianya si agen remo ini hanya negeri leluhurnya yang dijunjung secara membabi buta, tidak mungkin dia tahu tentang apa yang dikerjakan oleh buruh dan orang progresif lainnya di negeri-negeri yang disebutnya “negeri maju” itu. Seperti biasa, si remo chan ini selalu debat kusir. Bukannya menjawab SEMUA PERTANYAAN YANG SAYA AJUKAN, TAPI MENGAJUKAN MASALAH LAIN LAGI, SOAL Maju Besar Melompat Kedepan dan PENG TE HUAI!!!!Itu satu tema besar lain dan kalua mau jujur, justru menunjukkan kemunafikan Liu-Deng dan kawan-kawannya. Tapi tak mau saya mengikuti debat kusir agen remo ini… Jawab dulu SEMUA PERTANYAAN YANG SAYA AJUKAN DALAM POSTINGAN SAYA…. Mau tahu pendapat orang yang sangat dikenal oleh semua anggota keluarga Siauw tentang sosialisme dengan ciri Tkk, ketika saya kirimi fakta di Congo di mana orang-orang china lari tunggang langgang digebuk…??? Sangat betul sekali, kejahatan imperialisme Tkk mungkin melebihi kejahatan kolonialisme Belgie!!!! “Ya, tingkah laku yang sama hakikinya dan malah mungkin melebihi kejahatan kolonialisme Belgie, neo kolonialisme Amerika , dan mencatut nama sosialisme yaitu Sisialisme dengan karakteristik Tiongkok”. Sent from Mail for Windows From: Chan CT Sent: Wednesday, December 22, 2021 1:18 AM To: Tatiana Lukman; GELORA45_In Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism Iyaaa, ... BETUUUL, yang menjadi perbedaan pokok BUKAN penyangkalan klas dan perjuangan klas, tapi KAPAN dan BAGAIMANA melenyapkan klas! Deng menganggap kesalahan Lenin, Stalin dan Mao TERLALU PAGI/CEPAT MEMBABAT KAPITALIS! PERJUANGAN RAKYAT DITINGKAT SEKARANG, dimana masyarakat masih sangat miskin, tenaga-produksi masih sangat terbelakang, bahkan di NEGARA-NEGARA MAJU DIDUNIA SEKALIPUN, juga BELUM TIBA WAKTUNYA MEMBABAT KAPITALIS,...! Tingkat perjuangan rakyat sekarang ini, masih harus membiarkan kapitalis tumbuh dan berkembang, kapitalis tetap di ikut sertakan menodorong perkembangan ekonomi nasional lebih cepat dan meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak lebih dahulu! Setiap pemerintah yang berkuasa harus menegakkan HUKUM sebaik mungkin, cukup membatasi PENGHISAPAN KAPITALIS-KAPITALIS berlebihan saja! Sebaik mungkin melakukan keseimbangan keuntungan kapitalis yang didapatkan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat banyak sesuai pertumbuhan ekonomi setiap tahun. CUKUP menindak tegas kapitalis nakal yang berani melanggar HUKUM termasuk penggelapan pajak saja, ...! Ini pertama; Kedua, pertentangan klas-klas yang tajam dan antagonis tak terdamaikan itu TIDAK BERARTI boleh saja melupakan dan menginjak HAM seenak udelnya sendiri, ... menghakimi sendiri TANPA MELALUI PROSES HUKUM yang ADIL! Itulah KESALAHAN yang banyak terjadi dimasa “Maju MELOMPAT” setelah 1958 dan puncaknya kerusuhan 10 tahun RBKP, ... Akibatnya BANYAK JATUH KORBAN yang TIDAK DIPERLUKAN! Karena terjadi tindakan BRUTAL main menghakimi sendiri tanpa jalankan proses HUKUM dengan baik dan sebenarnya harus dihindari! Begitulah Marsekal Peng Dehuai jatuh korban, satu-satunya jenderal di Tiongkok yang sempat dipuji dalam puisi yang dibuat Mao sendiri, seorang jenderal yang ditugaskan memimpin Perang Korea dan berhasil mengalahkan jenderal Mc Arthur kebanggaan AS itu! Jatuh korban hanya karena mengajukan pendapat dan mengkritik kebijakan Komune Rakyat, lalu dituduh anti-sosialisme, anti-Mao dan, ... diperlakukan tidak manusia sampai merenggut jiwa kepahlawannya! Begitu juga dengan Liu Shaoqi dan termasuk 3 anaknya jadi korban yang tidak seharusnya terjadi! From: Tatiana Lukman Sent: Wednesday, December 22, 2021 4:40 AM To: Chan CT ; 'Jonathan Goeij' via GELORA45 Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism Ah, bla-bla-bla pepesan kosong agen remo!!!Masalah Revolusi Demokrasi Baru dan Pembangunan sosialis sudah saya bahas baik dalam tulisan di Sulindo maupun dalam perdebatan dengan agen remo Chan. Bahkan dulu pernah si Chan ini berdebat dengan bung Tan Sie tik. Sama sekali tidak bias membantah argumentasi yang diajukan. Jelas, pada tahap RDB, borjuasi nasional bukan musuh revolusi, maka itu mereka yang tidak menentang RDB, dianggap sekutu. Tapi perusahaannya disita negara, dan mereka masih mendapat dividen. Penghisapan dibatasi melalui peraturan dan UU yang melindungi kaum buruh. TAPI TAHAP INI ADA AKHIRNYA, DAN TIONGKOK MASUK DALAM TAHAP PEMBANGUNAN SOSIALISME DI MANA KONTRADIKSI POKOK ADALAH ANTARA RAKYAT DENGAN KAUM BORJUASI. DISINILAH KONTRADIKSI ANTARA MAO DENGAN KAUM REVISIONIS LIU-DENG YANG INGIN TERUS MEMPERTAHANKAN DAN MENGEMBANGKAN KEPEMILIKAN TANI ATAS TANAH DENGAN MENENTANG GERAKAN KOMUNE RAKYAT. Maka itu si Chan remo ini berkali-kali menuduh Mao TERLALU PAGI MEMBABAT KAUM KAPITALIS, BAHKAN LENIN-STALIN PUN DIKRITIK KARENA MEMBABAT KAUM KAPITALIS. MAKA SAYA TANYA, KALAU LENIN, STALIN, MAO TIDAK MEMBABAT KAUM KAPITALIS, LANTAS DI MANA BEDANYA REVOLUSI SOSIALIS DENGAN REVOLUSI BORJUIS PERANCIS 1789?? TAK PERNAH DIJAWAB OLEH CHAN!!! AYO JAWAB DULU PERTANYAAN ITU!!!! Dan baca baik-baik pendapat Mao tentang kontradiksi pokok antara kelas pekerja dan klas borjuasi adalah kontradiksi pokok di Tiongkok, ketika Revolusi Demokrasi Baru sudah dianggap SELESAI PADA POKOKNYA, MAKA KELAS BORJUASI SUDAH MENJADI MUSUH DALAM PEMBANGUNAN SOSIALISME. Pada bulan Juni 1950, setelah kemenangan Revolusi Demokrasi Baru, Mao mengkarakterisasi situasi sebagai berikut:” Pada akhirnya kaum borjuasi na-sional tidak akan ada lagi, tetapi pada tahap saat ini kita harus mengumpulkan mereka di sekitar kita dan tidak mendorong mereka keluar. Di satu pihak, kita harus berjuang menentang mereka, di lain pihak kita harus bersatu dengan mereka.” (”Jangan memukul ke semua arah” PT MTT V). Dua tahun kemudian, situasi sudah begitu berubah sehingga Mao menggaris bawahi: ”Kontradiksi antara klas pekerja dan klas borjuasi adalah kontradiksi pokok di Tiongkok” (Ibid, 77). JAWAB DULU PERTANYAAN DIATAS ITU CHAN!!!! Sent from Mail for Windows From: Chan CT Sent: Tuesday, December 21, 2021 1:17 AM To: Tatiana Lukman; GELORA45_In Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism Pemimpin Tiongkok sejak Mao samp Xi Jinping sekarang ini TIDAK seorangpun yang menyangkal adanya klas dan perjuangan klas! Yang jadi masalah kapan dan bagaimana klas kapitalis dihilangkan! Dan yang juga menjadi penekanan dan penegasan sejak Mao, bagaimanapun juga kapitalis adalah juga MANUSIA normal yang TETAP HARUS diperlakukan secara MANUSIAWI! Sejak tahun 1945, dimana pemikiran Mao Revolusi Demokrasi Rakyat dimenangkan dan menjadi Garis PKT, sejak itu struktur ekonomi Tiongkok tidak hanya BUMN, milik negara (sebelum 1 Okt. 1949 milik Pemerintah Rakyat setiap daerah basis revolusioner), tapi juga mempertahankan berlakukan milik perseorangan kapitalis dan milik kolektif (koperasi). Struktur ekonomi macam inilah yang tetap diberlakukan setelah RRT didirikan 1 Oktober 1949 yang kemudian hanya berlakukan BUMN, milik negera sejak 1958. Dan, sejak tahun 1980 kembali berlakukan struktur ekonomi BUMN, milik kolektif dan milik kapitalis perseorangan! Dengan BUMN yang utama sebagai jaminan pemerintah tetap pertahakan pegang tali kendali ekonomi nasional. Dimasa Mao sebenarnya juga ada kapitalis yang menjadi anggota PKT, contoh klasik yang diajukan Rong Yi Ren, kapitalis Shanghai yang berani dan banyak membantu PKT. Tentu tidak semua kapitalis bisa jadi anggota PKT, ... yang perlu diingat, sebagaimana manusia normal, diantara kapitalis kapitalis itu juga tidak sedikit yang peduli dan berani pertaruhkan jiwa mendukung gerakan revolusi rakyat! Bahkan Mao sendiri tidak segan-segan menyatakan, TANPA dukungan kapitalis revolusi Tiongkok tidak bisa menang! Lalu, apa dan dimana salahnya adanya kapitalis menjadi anggota PKT? Tentu kalau saja kwalitas PKT berubah setelah banyak kapitalis rongsokan, menjadi tercocok hidung oleh klas kapitalis dan melupakan perjuangan RAKYAT sesungguhnya! Untuk itu, mudah saja kok, lihat saja gerak langkah yang dijalankan, lebih menguntungkan rakyat banyak atau segelintir kapitalis, ... Siapa bisa bilang DEMOKRASI RAKYAT Tiongkok hanya dinikmati borjuis? Bukankah kenyataan semua kapitalis TETAP bisa di disiplin dan TUNDUK melaksanakan kebijakan dan ketentuan pemerintah! Bukankah yang terjadi terakhir dengan Jack Mao, dimana pemerintah tetap saja berani membatalkan IPO Grup Semut dan dikenakan sanksi 2,7 milyar USdollar dengan keharusan TUNDUK lakasanakan ketentuan yang ada! Lalu, sikap ini membuktikan siapa tunduk pada siapa, dan ... membela, melindungi kepentingan rakyat banyak atau kepentingan segelintir kapitalis??? From: Tatiana Lukman Sent: Tuesday, December 21, 2021 1:49 AM To: Sunny ambon ; BILLY GUNADIE Cc: [email protected] ; GELORA45_In Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism Jelas, seperti kata Mao, stempel kelas nempel di tiap pikiran, perbuatan dan sudah tentu semua peraturan dan Lembaga bangunan atas. Mereka yang mengikuti nasehat bung Karno untuk menggunakan pisau Marxisme dalam menganalisa soal-soal politik/sosial, mengakui hubungan dialektis antara struktur ekonomi (bangunan bawah) dengan bangunan atas. Maka itu bicara tentang demokrasi tanpa menghubungkannya dengan struktur ekonomi yang berdominasi di suatu negeri, sama dengan bohong. Soalnya, kaum revisionis tidak mau mengakui bahwa sistim ekonomi (sosialsme) pada zaman Mao sudah berubah total menjadi kapitalisme monopoli-imperialisme. Lihat saja kongkritnya siapa yang menikmati “demokrasi borjuis” di China. Bla…bla petantang petenteng bilang Demokrasi Rakyat, tapi nggak bisa jawab pertanyaan mengapa dihilangkan 4 Kebebasan Besar?? Soalnya yang masuk dalam kategori Rakyat adalah kaum bilyuner-kapitalis monopoli yang bersarang di PKT dan Negara, sedangkan kaum buruh dan kaum tani dianggap sampah dan dapat diperas/dihisap dan diengkuk-engkuk… Ah, sudah begitu banyak postingan diajukan selama bertahun-tahun yang memperlihatkan betapa buruh dan tani diperlakukan seperti “keset”, tapi kaum revisionis tak akan tergugah otak dan hatinya. Sent from Mail for Windows From: Sunny ambon Sent: Monday, December 20, 2021 5:17 AM To: BILLY GUNADIE Cc: [email protected]; Tatiana Lukman; GELORA45_In Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism Ada yang bilang demokrasi itu berkarakter kelas, jadi tergantung siapa yang berkuasa. On Mon, Dec 20, 2021 at 4:11 AM BILLY GUNADIE <[email protected]> wrote: Kalau sejarah China sudah berjalan ribuan tahun kekaisaran... Dan behasil....bangunan..... monument...penemuan... Productivity pasar Dunia.....Marco Polo Terheran heran.......kenapa harus ganti metaphor DEMOKRASI...DARI RAYAT UNTUK PEJABAT......Modren slavery.... .... Sent from Rogers Yahoo Mail on Android On Sun., Dec. 19, 2021 at 8:29 p.m., Chan CT <[email protected]> wrote: DEMOKRASI yang diteriakkan dan dijalankan disetiap negara didunia ini akan dirasakan betul oleh rakyat dinegara bersangkutan! Jadi, sebetulnya yang berhak bicara bagaimana demokrasi adalah rakyat dinegara itu sendiri, ... Dan ingat, DEMOKRASI bisa saja beraneka ragam bentuk dengan lebih menitik beratkan pribadi perseorangan atau kepeentingan umum dan TIDAK ada negara atau siapapun didunia ini menepuk dada demokrasi yang dijalankan adalah demokrasi yang paling benar dan baik, yang berbeda adalah salah dan bukan demokrasi! Yang paling menarik dan kurang mendapat perhatian banyak orang, adalah TRADISI BUDAYA Tionghoa seruan 天下為公 (= Dibawah Langit Ini Demi Kepentingan UMUM. Atau dengan bahasa umum yang digunakan PKT sekarang menjadi Mengabdi Rakyat!) yang sudah berlangsung ribuan tahun itu, ... Titik berat demokrasi dan kebebasan itu pada pribadi seseorang atau kepentingan umum, rakyat banyak! Menurut tradisi budaya Tionghoa bagaimanapun juga harus pentingkan dan utamakan kepentingan umum, kepentingan RAKYAT banyak. Tidak bisa dan tidak boleh kepentingan pribadi seseorang diatas kepentingan umum! Inilah PRINSIP DEMOKRASI yang dijalankan di Tiongkok. Yang kebalikan dari demokrasi barat, ... dimana lebih mementingkan dan utamakan kebebasan kepenetingan pribadi seseorang! Dan akhirnya menjadi anarkis semau-maunya sendiri yang lepas kontrol dan tidak tunduk pada HUKUM dan ketentuan Pemerintah! Begitulah dunia barat mengutuk ketentuan ketat RRT “Menutup Wuhan” dan jalankan prokes ketat bagi seluruh warga di Wuhan ketika itu sebagai TINDAKAN mencabut kebebasan orang yang tidak demokratis dan tidak manusiawi! Tapi, tidak melihat justru kebebasan perseorangan yang dicabut itu untuk kepentingan dan keselamatan rakyat banyak! Baik saya berikan kisah nyata bagaimana pemerintah Tiongkok saat menjalankan “MENUTUP WUHAN”, seorang pejabat Wuhan dipecat hanya karena keluar kota Wuhan pulang kampung merayakan Imlek dan sekalian Ulang-tahun bapaknya; Seorang pensiunan mantan pejabat Wuhan kena sanksi diturunkan setingkat uang-pensiun, karena tidak dapatkan kamar tersendiri di RS setelah terditeksi positif Corona dengan pulang mengkarantina diri di rumah sendiri! Begitu ketat mendisiplin setiap warga jalankan prokes yang ditentukan itulah, menjadikan hanya RRT satu-satunya negara didunia ini yang BERHASIL sekitar 70 hari mengatasi dan mengendalikan pandemi Covid-19, sedang negara-negara maju, terutama AS yang selalu banggakan sistem kesehatannya termaju didunia kewalahan menghadapi serangan pandemi, bahkan menjadi juara No.1 didunia baik dari jumlah warga terjangkit maupun angka kematian yang sudah lebih 800 ribu orang, ... dan sampai sekarang, setelah lewat hampir 2 tahun BELUM juga nampak terkendalikan! Lalu, apakah rakyat Tiongkok merasa tidak DEMOKRASI pada diri mereka? Tentu saja TIDAK! Rakyat Tiongkok justru sekarang ini makin merasakan DEMOKRASI yang lebih luas dari tahun ketahun, ... Bagaimana tidak? Sejak tahun 50-70, begitu berani mengeritik politik kebijakan pemeriantah langsung saja dituduh “anti sosialisme”; “penempuh jalan kapitalis”, “penghianat bangsa” dsb. dsbnya, ... bahkan sekitar sejuta orang/kader dijebloskan dalam kamp konsentrasi kerja! Tapi kenyataan, lebih dari 98% dari mereka yang dijebloskan tahunan sampai belasan tahun dalam konstgrasi kerja itu, diawal tahun 1980 harus DIREHABILITASI! Diantara mereka termasuk Zhu Rongji yang kemudian kita kenal menjadi Perdana Menteri RRT itu! Sebaliknya setelah tahun 1980, RRT menjalankan kebijakan reformasi dan keterbukaan, menempuh Jalan Sosialisme Berkarakter Tiongkok, bukan saja membiarkan setiap warga bersuara, berbeda pendapat bahkan mengeritik kebijkan pemerintah, juga memberi kebebasan beropini dimedia massa dan, ... mengembangkan kemampuan sendiri untuk memperbaiki kemiskinan, berusaha dan berdagang, termasuk pergi keluar negeri untuk sekolah! Rakyat dibebaskan berkarya, berusaha dan sekolah, melancong, berusaha sampai keluarnegeri, ... Dimana KEBEBASAN pribadi seluas itu TIDAK pernah terjadi sebelumnya! Dan ingat, kamp konsentrasi kerja yang dimaksud untuk mendidik orang/kader melalui kerja, yang tidak manusiawi itu sudah dibubarkan oleh Xi Jinping di tahun 2014! From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45 Sent: Sunday, December 19, 2021 2:13 AM To: Chan CT ; GELORA45_In Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism Buat orang yang terus ngotot mau mencampurbaurkan, seolah-oleh sosialisme dan kapitalisme yang secara hakiki bertolak belakang/berkontradiksi dapat “dikombinasi”. “sosialisme a la China” hanyalah penipuan tak tahu malu dari kaum penguasa revisionis-imperialis china. Agen remo Chan sangat senang sekali mencatut sosialisme yang dibangun Mao. Meskipun selalu mengatakannya sebagai “perataan kemiskinan”, tapi kalua diperlukan, dia catut dan dimasukkan kedalam penilaian tentang sejarah PKT dan Tiongkok sejak pembebasan sampai sekarang. Dengan sadar menghapus perbedaan mode of production/ sistim ekonomi yang berdominasi sekarang dengan yang dulu sebelum kudeta kaum revisionis 1976. Kalau system ekonominya sudah berubah 180 derajat, sosialisme menjadi kapitalisme bahkan imperialisme, sudah tentu HUKUM juga berpihak kepada kaum kapitalis/revisionis yang berkuasa!! Pembelaan diri agen remo hanya PEPESAN KOSONG!!! SAMA SEPERTI REAKSI KAUM REAKSIONER INDONESIA YANG TERUS MENGHUJAT PKI, WALAUPUN BARU-BARU INI SUDAH DIDEKLASIFIKASI RIBUAN HALAMAN DOKUMEN AS!!! Sent from Mail for Windows From: Chan CT Sent: Saturday, December 18, 2021 1:07 AM To: Tatiana Lukman; GELORA45_In Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism Lalu, yang diangkat dan dipuja dunia barat adalah juga aktivis-aktivis penentang penguasa Tiongkok yang jadi pahlawan nenek yang satu itu,...! Hahahaa, ... Setiap negara ada dan berlakukan HUKUM yang patut dan harus ditaati! Aparat keamanan PASTI akan menindak setiap orang dinegaranya yang berani melanggar HUKUM yang berlaku itu, ... Dan, tidak ada negara asing manapun yang berhak mencampuri HUKUM yang diberlakukan dinegara itu! Orang-orang yang ditangkap di Tiongkok, yang saya ikuti dan ketahui, BUKAN sekadar pejuang demokratis seperti diuar-uarkan dunia barat, tapi juga ada BANTUAN dan hubungan dengan asing! Bagi mereka yang tidak ada hubungan atau belum ditemukan bukti terjadi hubungan/bantuan asing, negara manapun juga, tentu TIDAK ditahan/ditangkap! Begitulah dengan Fang Fang, seorang ibu penulis buku “Harian Wuhan” yang juga sudah diterbitkan dalam berbagai bahasa diluarnegeri, negara-negara barat dengan fiktif memfitnah berbagai penanganan pemerintah Tiongkok mengatasi pandemi yang merebak di Wuhan itu...! Baru saja 12 Oktober kemarin ini ditangkap, setelah lebih setahun dibiarkan saja dia berteriak memfitnah pemerintah yang berkuasa! Itulah DEMOKRASI RAKYAT yang dijalankan di Tiongkok! Berani membiarkan siapa saja bersuara, mengeluarkan pendapat bahkan bernada menentang kebijakan pemerintah dan sementara pejabat tinggi, ... selama tidak terbukti ada hubungan, bantuan asing! From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45 Sent: Friday, December 17, 2021 8:42 PM To: 'Jonathan Goeij' via GELORA45 Subject: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism Di antara 15 orang yang dapat Franco-German Prize for Human rights, terdapat Chang Weiping, pengacara yang ditangkap sejak 22 Oktober 2020. Namun tidak semua orang/aktivis yang ditangkap/dihilangkan paksa oleh penguasa China mendapat penghargaan dari dunia Barat. Banyak yang namanya tidak dikenal di dunia luar Tiongkok Chang Weiping is a Chinese human rights lawyer. He has been in detention once again since 22 October 2020. Chang has primarily worked to advocate LGBTI rights and fight discrimination against women and HIV‑positive people, which led to his losing his licence to practise. He was first detained in January 2020 in an operation known as the Xiamen crackdown. Following his release he publicly discussed the torture he had experienced, which led to a second arrest in October 2020. Despite having been formally arrested and charged in April 2021, he has not yet been granted direct access to lawyers. Sent from Mail for Windows -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke mailto:gelora1945%[email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/2118766092.81048.1639744929735%40yahoo.com. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/01A0E82F261D44C289F7414932F37E98%40A10Live. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1715451201.166975.1639851209621%40yahoo.com. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/B3AEA770F63146B888AB2594331400FC%40A10Live. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1109225002.2052778.1639969900903%40mail.yahoo.com. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2CBARpwYEvVR8wzi36Eo1M0ba7mb%2BPF-%2BxHTDEAcsOQRw%40mail.gmail.com. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/15A9F86D800B43BCB85A32C3F3CFD9B4%40A10Live. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/A399BCCDC0F54942B292451E14E103FD%40A10Live. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/09DD36A9692C48778E0FC4BF77D7DAF4%40A10Live. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/789D0591559E494DB11CA7B51020C390%40A10Live.
