Siapa yang Pelihara Demokrasi Hong Kong dan Siapa Pula yang Menyabotade? 
Inilah Penjelasan Buku Putih Dewan Negara Tiongkok
2021-12-21 10:34:36  
http://indonesian.cri.cn/20211221/b502528b-ce1b-8e69-fbe0-1cd9400de523.html

Pemilihan dewan legislatif ke-7 Daerah Administrasi Khusus Hong Kong Tiongkok 
telah berakhir dengan lancar. Kantor Penerangan Dewan Negara Tiongkok merilis 
buku putih Perkembangan Demokrasi Hong Kong di bawah ‘Satu Negara Dua Sistem’ 
pada hari Senin kemarin (20/12), yang secara sistematis menilik kembali seluruh 
proses demokrasi Hong Kong dari awal yang tidak dimiliki warga Hong Kong hingga 
perkembangannya hingga saat ini. Buku putih secara menyeluruh memaparkan 
pendirian berprinsip pemerintah pusat yang mendukung Hong Kong mengembangkan 
sistem demokrasi sesuai dengan keadaannya sendiri. Siapa yang memelihara dan 
mengembangkan demokrasi Hong Kong? Siapa pula yang merusak dan menghalangi 
demokrasi Hong Kong? Terkait dua masalah fundamental tersebut, buku putih telah 
memberikan jawabannya secara tegas.



Meninjau kembali sejarah di masa lampau, ternyata selama satu setengah abad 
yang lalu, pihak penguasa kolonial Inggris berulang kali melarang diadakannya 
reformasi demokrasi di Hong Kong, sehingga masyarakat Hong Kong sama sekali 
tidak memiliki demokrasi apa pun. Warga Hong Kong baru saja menjadi tuan di 
negerinya sendiri setelah kembali ke pangkuan tanah air Tiongkok pada tahun 
1997, dan sejak itulah baru menangani urusan administrasinya secara mandiri 
dalam kerangka ‘Satu Negara Dua Sistem’.



Praktik telah membuktikan bahwa gagasan ‘Satu Negara Dua Sistem’ serta sistem 
demokrasi yang diimplementasikan oleh PKT dan pemerintah Tiongkok di Hong Kong 
sesuai dengan keadaan riil Hong Kong, dan secara fundamental menjamin warga 
Hong Kong memiliki hak demokrasi dan kebebasan yang luas. Pemerintah pusat 
telah secara kontinu memberikan upaya besar untuk mendorong perkembangan 
demokrasi di Hong Kong.



Buku putih tersebut menunjukkan, selama lebih dari 20 tahun yang lalu, 
masalah-masalah utama yang timbul dalam proses perkembangan demokrasi Hong Kong 
merupakan masalah terkait perpecahan dengan anti perpecahan, subversi dengan 
anti subversi serta intervensi dengan anti intervensi. Kekuatan anti Tiongkok 
dan perusuh Hong Kong beserta kekuatan musuh eksternal di baliknya adalah biang 
keladi utama yang menghalangi perkembangan demokrasi Hong Kong.



Di dunia ini tidak ada standar demokrasi yang bisa diberlakukan untuk semua 
daerah. Hanya demokrasi yang sesuai dengan keadaan riil dan dapat menyelesaikan 
masalah sendiri, barulah demokrasi yang baik. Hasil praktik selama 24 tahun 
yang lalu membuktikan bahwa secara membabi buta meniru demokrasi Barat hanya 
akan menimbulkan kekacauan di Hong Kong. Demokrasi Hong Kong harus menempuh 
jalan perkembangannya sendiri, harus mematuhi gagasan ‘satu negara dua sistem’ 
serta UU Pokok Hong Kong, melaksanakan prinsip ‘pemerintahan Hong Kong oleh 
warga Hong Kong’, bertolak dari keadaan riil dan mendorongnya secara teratur 
berdasarkan hukum. Pemerintah pusat selalu berperan sebagai pemimpin, pendukung 
dan pendorong kokoh perkembangan demokrasi Hong Kong, selalu menjadi pembela 
kepentingan fundamental seluruh masyarakat Hong Kong. Sabotase dari kekuatan 
eksternal mana pun pasti akan gagal. Jalan demokrasi Hong Kong pasti akan 
berprospek semakin cerah.




-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/B4FE611726EB4976B5BBD3C0EFD29A15%40A10Live.

Reply via email to