Cuma tumpang tanya.. ..Kalau Tuhan Maha asih..Maha agung..Maha kuasa 
..Mungkinkah dihina?Apakah undang undangnys yang Salah?Kalau Dalam 
hukum...tidak ada delik..tidak ada perkara..Tidak ada komplen ..tidak ada 
perkara?No press charges....no court ..?Ataulah kslimat yang tidak betul?Agama 
dihina....seharusnya agama menuntut.....apakah agama itu mahluk yang bisa 
menuntut?Padahal ada istilah...no deaf body...no crime?...


Sent from Rogers Yahoo Mail on Android 
 
  On Thu., Jan. 6, 2022 at 4:44 p.m., Sunny ambon<[email protected]> wrote: 
  
Kalau ustad Somad bilang di salip ada jin kafir tidak ditangkap. Sama halnya 
dengan ustad Waloni bilang injil itu palsi.
On Thu, Jan 6, 2022 at 1:07 AM Chan CT <[email protected]> wrote:

PB HMI: Cuitan Ferdinand Hutahaean 'Allahmu Lemah' Rendahkan Kebhinekaan
Haris Fadhil - detikNews
Kamis, 06 Jan 2022 06:47 WIB

Ferdinand Hutahaean (Foto: dok detikcom)
Jakarta - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) ikut angkat bicara 
perihal polemik cuitan Ferdinand Hutahaean di Twitter. HMI menilai cuitan 
'Allahmu lemah' Ferdinand Hutahaean tidak hanya menyakiti Umat Islam, melainkan 
juga menyakiti kebhinekaan Indonesia yang telah terajut dalam waktu yang sangat 
lama.
"Kita semua anak bangsa sibuk menjaga dan merawat bangunan kerukunan dalam 
kebhinekaan yang diwariskan oleh para founding fathers kita. Orang ini malah 
merusaknya, memantik api perpecahan dengan nuansa SARA," kata Ketua Umum PB HMI 
Raihan Ariatama dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/1/2022).

Baca juga:
Ferdinand Hutahaean Cuit 'Allahmu Lemah', MUI: Bukti Pengetahuan Dangkal!
"Bukan hanya Umat Islam yang marah dan tersakiti dengan cuitan Ferdinand. 
Tetapi, semua lapisan masyarakat yang tanpa lelah merawat Pancasila dan NKRI 
juga merasakan hal yang sama," sambungnya.


Raihan mengatakan, citra sebagai pegiat media sosial yang selama ini selalu 
didengungkan Ferdinand tidak pantas lagi disandang. Sebab, menurutnya, sebagai 
pegiat media sosial, Ferdinand seharusnya menginspirasi orang untuk bijak 
menggunakan media sosial.

"Pegiat media sosial itu meneduhkan, mewartakan kebaikan dan menginspirasi 
orang-orang untuk bijak menggunakan media sosial. Bukan malah menciptakan 
keonaran dan merusak tatanan masyarakat yang sangat plural ini," ungkap Raihan.

"Apa yang dilakukan Ferdinand melalui cuitannya itu telah menganggap rendah 
kebhinekaan kita," tegas Raihan.

Lebih lanjut, Raihan mengajak kepada semua pihak untuk memanfaatkan teknologi 
digital dalam hal-hal positif dan dengan cara-cara yang beradab.

"Jangan sampai teknikalisme teknologi digital mengorbankan nilai-nilai 
kemanusiaan. Tujuan teknologi kan mempertinggi harkat dan martabat kemanusiaan 
kita. Untuk itu, transfer of knowledge dan transfer of values adalah satu 
kesatuan dalam menciptakan dan menggunakan teknologi digital saat ini," katanya.

Baca juga:
Polri Jelaskan Dugaan Tindak Pidana di Kasus Cuitan Ferdinand Hutahaean
Sebelumnya diketahui, Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama secara resmi telah 
melaporkan Ferdinand Hutahaean ke Bareskrim Polri. Laporan ini merupakan buntut 
cuitan 'Allahmu lemah' yang diposting Ferdinand di akun media sosialnya.

Cuitan Ferdinand di akun Twitter pribadinya yang menjadi sorotan adalah 
'Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar 
biasa maha segalanya. Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela'. 
Kalimat tersebut dinilai menyakiti hati umat Islam.

(mae/lir)

Baca artikel detiknews, "PB HMI: Cuitan Ferdinand Hutahaean 'Allahmu Lemah' 
Rendahkan Kebhinekaan" selengkapnya 
https://news.detik.com/berita/d-5885964/pb-hmi-cuitan-ferdinand-hutahaean-allahmu-lemah-rendahkan-kebhinekaan.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/5A93D0B856BF4E4B8F6E3163F9AB09C7%40A10Live.



-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2Dfr0V2SxUz94wTPDFrhF-Q671sAu9pxcdMsnHVkKd1mQ%40mail.gmail.com.
  

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/293351477.830958.1641525090306%40mail.yahoo.com.

Reply via email to