Romantisme Tiongkok dalam Pahatan Es 2022-01-11 14:53:32 http://indonesian.cri.cn/20220111/d4d56bd1-78c2-8dbc-d161-9a0289c1b763.html
Setiap musim dingin, para warga di Tiongkok Utara akan menggunakan keterampilan tradisional “lentera es” untuk membuat ribuan seni rupa pahatan es dari belasan ribu ton es batu. Pahatan es itu akan digunakan untuk menghias taman-taman dan jalan, menambahkan warna ajaib untuk seluruh kota. Lentera es dan lampu warna-warni membuat suasana romantis dalam malam musim dingin. Pahatan es yaitu mengukir berbagai bentuk pada es. Di daerah Tiongkok timur laut yang amat dingin cuacanya, sejak dahulu sudah ada orang yang mengambil es batu dari permukaan sungai yang membeku dan memahatnya secara sederhana saja untuk menyimpan barang. Lama-kelamaan, seiring dengan perkembangan industri pahatan es, semakin banyak jenis pahatan es yang memasuki kehidupan orang Tiongkok. Industri pahatan es berkembang pesat di daerah Tiongkok timur laut, di antaranya, Pameran Pahatan Es Harbin paling terkenal yang setiap tahun dibanjiri wisatawan dan skalanya semakin besar. Tidak hanya jumlah seniman partisipan pameran yang menjadi semakin banyak, tema pahatan es pun juga semakin beraneka ragam. Selain lentera es tradisional, terdapat pula pahatan es yang dihias dari laser teknologi modern. Menjelang Olimpiade Musim Dingin Beijing, terdapat pula sejumlah pahatan es yang mengangkat tema Olimpiade Musim Dingin. Suasana Tahun Baru pada Festival Laba 2022-01-11 14:50:04 Hari Senin (10/1) kemarin adalah tanggal 8 bulan 12 kalender Imlek Tiongkok, adalah Festival Laba, hari raya tradisional Tiongkok, sedangkan 20 hari lagi adalah Hari Tahun Baru Imlek Tiongkok. Di Tiongkok ada sebuah sajak anak-anak, “Sabarlah Anak-anak, setelah Festival Laba tiba, berikutnya adalah Tahun Baru”. Tibanya Festival Laba berarti mendekati perayaan Tahun Baru Imlek, para warga Tiongkok mulai bersiap-siap untuk merayakannya. Pada Festival Laba, di Tiongkok ada tradisi makan bubur Laba, bubur beras campur kacang-kacangan. Bubur Laba selain ditujukan untuk merayakan panen raya yang diperoleh, juga bermakna penantian terhadap tahun baru yang akan datang. Bahan bubur bermacam-macam dan mengandung makna yang baik. Kelengkeng melambangkan kemakmuran dan reuni keluarga; Buah bunga bakung melambangkan kelancaran dan keharmonisan dalam segala hal; dan buah berangan melambangkan banyak rezeki. Selain itu, di berbagai tempat di Tiongkok juga terdapat makanan khas lokal pada Festival Laba. Di Tiongkok Utara, para warga selalu membuat bawang Laba dari bawang putih pilihan dan merendamnya dalam cuka, kemudian bawang putih akan menjadi hijau seperti batu giok. Di Provinsi Anhui, ada tradisi membuat tahu Laba. Tiap keluarga akan membuat sebuah lubang di tengah-tengah potongan tahu yang telah dioles dengan air garam, kemudian menjemurnya di bawah sinar matahari. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/AF2A851FD48A47A2BBCE3570F01FCB5A%40A10Live.
