INSPIRATIF BANGET NIH…! 
Yenny Wahid: Rayakan Tahun Baru Imlek Juga Sebagai Hari Raya Bhinneka Tunggal 
Ika Bangsa Indonesia 
ByTim Redaksi1 Februari 20220

JAKARTA— Tahun Baru Imlek yang jatuh pada hari ini, Selasa (1/2) bukan hanya 
dirayakan oleh orang Tionghoa di Indonesia tapi juga merupakan ‘Hari Raya 
Bhinekka Tunggal Ika’ bagi seluruh bangsa Indonesia. Hal ini ditegaskan 
olehYenny Wahid, Putri presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kepada 
di Jakarta, Selasa (1/2) menyambut Tahun Baru Imlek yang dirayakan oleh seluruh 
masyarakat Tionghoa Indonesia.

“Hari Raya Imlek kita rayakan bersama sebagai Hari Bhinneka Tunggal Ika kita. 
Karena keberagaman suku bangsa ini bukan untuk terpecah pecah namun harus 
saling menghormati, saling mengasihi dan saling tolong menolong,” tegasnya.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Yenny mengingatkan agar jangan lagi 
ada sekat dan provokasi yang merusak Bhinneka Tunggal Ika yamg menjadi warisan 
para leluhur dan pendiri Republik Indonesia.

“Semua cobaan sudah kita lalui dan kita selamat sebagai bangsa dan negara. 
Kalau ada yang mencoba memprovokasi adalah musuh kita bersama dan harus 
dihadapi bersama,” tegas Yenny.

Yenny Wahid juga meminta masyarakat mengedepankan solidaritas dalam persatuan 
saat perayaan tahun baru Imlek.

“Saya berharap bahwa kita semua makin mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan 
bangsa, kita saling hormati satu sama lain, membangun solidaritas antar anak 
bangsa, sebagai bukti kita satu bangsa,” kata Yenny

Menurut dia, masyarakat harus saling menghormati dalam ekspresi kebudayaan dan 
tidak saling menjelekkan serta tidak saling menghujat Karena semua budaya yang 
hadir di Indonesia adalah kekayaan bersama.

“Yang paling penting adalah bahwa semua pihak merasa memiliki rumah besar yang 
namanya Indonesia. Rumah yang kaya budaya dan adat istiadatnya,” ucap Yenny.

Indonesia, kata dia, memiliki beragam antara suku dan agama yang harus dihargai 
oleh semua elemen masyarakat. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat bisa 
merasakan kenyamanan melakukan ibadah di negaranya sendiri.

“Semua perlu untuk memiliki rasa memiliki, untuk memastikan bahwa rumah ini 
bisa tetap utuh berdiri,” tegas Yenny.

Hari Raya Imlek kembali bisa dirayakan sejak Presiden KH Abdurrachman Wahid 
menegaskan kembali Indonesia sebagai bangsa Bhinneka Tunggal Ika pada tahun 
1999. Sejak saat itu Hari Raya Imlek ditetapkan sebagai hari libur nasional 
setelah 32 tahun masyarakat Tionghoa merayakan Imlek secara diam-diam. (Web 
Warouw)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/095DE4F7B7D5454AB9843609103E9F71%40A10Live.

Reply via email to