https://youtu.be/JM6JCXcmVNo


[China-WTO Part 2] Foretelling China’s legacy in the future, the price of 
economic growth

Anjing jaga remo STT sering menantang kita bahwa sejarah akan membuktikan 
“kejayaan” China yang dibangun oleh reform kapitalis kakek Deng Xiaoping. Saya 
masih hidup dan sudah menyaksikan dampak dari integrasi ekonomi Tiongkok ke 
dalam sistim kapitalis dunia yang membuatnya tidak terlindungi dari krisis 
finans dan ekonomi dunia. Lain dengan sosialisme zaman Mao yang dibangun dengan 
berdikari, tanpa satu senpun dari IMF, Bank Dunia atau korporasi multinasional, 
yang mana melindunginya dari segala macam goncangan dan krisis dunia. 

Anjing bulldog remo serta konco2nya, penganut ideologi neoliberal melihat 
perkembangan atau pertumbuhan ekonomi hanya dari per-tumbuhan GDP, eksport, 
surplus dalam perdagangan dan besarnya reserve devisa. Reform kapitalis kakek 
Deng Xiaoping telah mengu-bah Tiongkok menjadi pabrik dunia. 

Mereka bangga dengan produk made in china, walaupun tetap menyandang nama Dell, 
Apple, etc. Penderitaan kaum buruh migran, penyusutan tanah pertanian karena 
dialihfungsikan menjadi infrastruktur raksasa, pusat-pusat perdagangan dan 
perumahan mewah, polusi udara, tanah dan air sebagai akibat dari pembangunan 
infrastruktur dan pabrik-pabrik padat karya yang sama sekali tidak mengindahkan 
masalah lingkungan telah menimbulkan berbagai penyakit bagi pekerja dan 
penduduk. Tapi sudah tentu bagi anjing budukan remo, semua itu diremehkan, sama 
dengan semua kaum kapitalis monopoli /imperialis dalam memandang climat change.

Pembungkaman pendapat, penindasan terhadap mereka yang berani bicara sudah 
menjadi pengetahuan umum dan ini membuat orang takut akan konsekwensinya kalau 
mau dengan jujur mengemukakan keadaan yang sebenarnya atau pendapatnya yang 
bertentangan dengan versi resmi. Persis seperti zaman ORBA Suharto. Tapi ada 
juga orang-orang yang berani mengambil resiko. Anjing remo STT sangat 
meremehkan orang-orang seperti itu, karena jumlahnya masih sedikit, maka dengan 
menghina dia bisa bilang “segelintir” orang. Dia lupa PKT didirikan oleh 
segelintir orang, hanya 12 orang. 

Di antara mereka yang berani mengemukakan pendapatnya  adalah prof. Sun Liping 
yang mengajar sosiologi di Universitas Peking dan Tsinghua. Pastilah, anjing 
remo ini akan melihat prof. Sun sebagai orang yang liberal dan pro AS. Seperti 
biasa, anjing remo STT tidak pernah mau membicarakan “apa yang dikemukakan”oleh 
seseorang, yang dia persoalkan hanya “siapa yang mengemukakan pendapat itu”. 
Dengan memberi cap kepada “pembawa berita”, selesailah soalnya. Seperti 
B(urhanudin) H(arahap) Jo yang dengan sewenang-wenang menuduh orang “agen CIA”, 
etc. Begitu picik dan kerdilnya cara berpikir para pendukung rezim 
kapitalis-imperialis China.

Yang menarik perhatian, peran prof. Sun dalam pemberian PHD kepada sang kaisar 
Xi!!! Silahkan nonton video di mana prof. Sun bicara tentang warisan generasi 
sekarang kepada generasi 30 sampai 75 tahun yang akan datang! Bertolak belakang 
dengan impian anjing remo STT yang masih terus ngeloni bangkai PKT!

Sent from Mail for Windows

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1267680413.646840.1644258308283%40yahoo.com.

Reply via email to