Riset: Calon Vaksin mRNA China Lebih Lemah Terhadap Omicron
Selasa , 15 Februari 2022 | 21:50 
https://www.sinarharapan.co/internasional/read/58065/riset__calon_vaksin_mrna_china_lebih_lemah_terhadap_omicron
 
Sumber Foto: Unsplash.
Calon vaksin mRNA China lebih lemah terhadap Omicron.Listen to this
JAKARTA - Calon vaksin mRNA China menunjukkan penurunan tajam dalam aktivitas 
antibodi penetral terhadap Omicron dibanding terhadap virus corona yang tak 
bermutasi dalam sebuah studi kecil. Akan tetapi, dosis booster-nya dengan mudah 
memicu produksi antibodi dalam uji coba hewan, menurut makalah penelitian.

Vaksin ARCoV, yang dikembangkan bersama oleh Academy of Military Medical 
Sciences (AMMS), Suzhou Abogen Biosciences dan Walvax Biotechnology, saat ini 
sedang diujicobakan pada uji klinis Tahap III secara internasional. Ini adalah 
calon vaksin berbasis mRNA buatan dalam negeri China yang paling jauh mencapai 
progres uji coba.


China belum mengizinkan calon vaksin mRNA yang dikembangkan secara lokal dan 
internasional. Tetapi, otoritas sudah memvaksin 87,1 persen populasi dengan 
sejumlah vaksin lokal yang dibuat dengan teknologi lain.

Dalam studi laboratorium yang menganalisis 11 sampel penerima vaksin, delapan 
di antaranya menunjukkan aktivitas penetralan yang "rendah namun terdeteksi" 
terhadap Omicron, kata tim peneliti dalam sepucuk surat kepada editor yang 
diterbitkan oleh jurnal Cell Research. 
Kadar antibodi penetral terhadap Omicron menunjukkan penurunan 47 kali lipat 
dibanding dengan kadar terhadap "jenis liar" (varian alami) yang tidak 
mengandung mutasi besar, tulis makalah yang diterbitkan pada Senin itu.

Namun pada uji hewan, dosis ketiga yang diberikan sekitar sembilan bulan 
setelah dosis kedua, dengan mudah memicu produksi antibodi penetral terhadap 
Omicron dan varian alami, lanjutnya.

"Data kami secara gamblang memperlihatkan bahwa dosis ketiga ARCoV kemungkinan 
akan mengarah pada peningkatan tajam antibodi penetral, tidak hanya terhadap WT 
(varian alami) SARS-CoV-2 namun juga varian Omicron baru," katanya. (E-4)

Tim peneliti juga melakukan uji coba pada hewan untuk dua calon vaksin mRNA 
baru khusus Omicron dan hasilnya membuktikan bahwa kadar antibodi yang 
diinduksi sebanding dengan kadar antibodi yang dihasilkan ARCoV asli. Penulis 
jurnal mencakup para ilmuwan AMMS dan Suzhou Abogen Biosciences serta peneliti 
dari sejumlah lembaga China lainnya. (E-4) 

Sumber Berita: ANTARA.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/E6956B6A190E4D7296B8A7059FC2E4C0%40A10Live.

Reply via email to