Sri Mulyani Apresiasi BRI Angkat Usaha Ultra Mikro
Rabu , 16 Februari 2022 | 17:26 
https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/58133/sri_mulyani_apresiasi_bri_angkat_usaha_ultra_mikro
 
Sumber Foto Antara
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara BRI Microfinance Outlook, Kamis 
(10/2/2022).Listen to this
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan apresiasi kinerja 
BRI (Bank Rakyat Indonesia) dalam mengangkat potensi sektor usaha ultra mikro 
di Indonesia.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (16/2/2022), Menkeu Sri Mulyani 
menyebutkan strategi go smaller, go shorter, dan go faster semakin efektif 
dalam menjangkau lebih banyak nasabah. Pemberdayaan sektor ultra mikro tersebut 
juga sejalan dengan upaya Indonesia mewujudkan salah satu agenda prioritas G20, 
yakni inklusi keuangan.


“BRI, Pegadaian dan PNM, nanti kita lihat apakah integrasinya bisa dibuat makin 
baik sehingga tadi bisa me-reach 45 juta yang unbankable itu,” katanya.

Terlebih, lanjutnya, BRI dipercaya untuk memimpin Holding Ultra Mikro bersama 
PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Konsolidasi tersebut 
dipercaya bisa semakin meningkatkan sektor mikro dan ultra mikro lebih cepat 
untuk naik kelas.

“Ini yang menjadi sesuatu yang harus kita lihat bersama sehingga target kita 
dari sisi jumlah yang unbankable menjadi bankable menjadi lebih tinggi. Karena 
dengan holding tersebut biaya menjadi lebih terjangkau,” ujarnya.


Sejak resmi terbentuk pada 13 September 2021, Holding Ultra Mikro ditargetkan 
bisa menjangkau 30 juta pelaku ultra mikro yang belum tersentuh layanan 
keuangan formal. Di tahap selanjutnya, holding diberi target untuk melayani 
seluruh pelaku ultra mikro yang mencapai 45 juta.

Holding Ultra Mikro sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong inklusi 
keuangan. Seperti diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan inklusi 
keuangan bisa menyentuh 90 persen pada 2024.

Di sisi lain, Sinergi BRI, PNM dan Pegadaian dinilai Sri Mulyani dapat 
berimplikasi positif terhadap efisiensi kinerja perseroan. Mantan Direktur 
Pelaksana Bank Dunia tersebut berharap BRI Group dapat menambah jumlah nasabah 
dan profit before tax, hingga penurunan biaya.


Dengan fundamental yang kokoh, ia percaya BRI Group dapat tumbuh secara 
berkelanjutan dan berkontribusi bagi pemberdayaan UMKM di Indonesia. Hal 
tersebut juga didorong oleh membaiknya kondisi makro ekonomi sehingga 
menimbulkan potensi pertumbuhan permintaan kredit.

“LDR (Loan to Deposit Ratio)-nya masih di bawah 90 persen ya, ini artinya punya 
ruangan yang sangat banyak, tinggal demand side-nya. Kalau ekonominya sudah 
mulai membaik pasti banyak UMKM yang sekarang butuh pendanaan, jadi Pak Narso 
(Direktur Utama BRI Sunarso) pasti bisa mencapai dua kali lipat,” kata Menkeu.


Menanggapi tantangan dari Menkeu tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso 
menyatakan kesiapan menjadi kunci di balik optimisme BRI dalam mencapai target 
tersebut.

Aspek permodalan BRI yang semakin kokoh berkat pelaksanaan rights issue senilai 
Rp95,9 triliun di mana BRI mendapat dana segar dari investor public sebesar 
Rp41 triliun. Dana itu, kata Sunarso, bakal menjadi amunisi tambahan untuk 
menggenjot ekspansi kredit sektor ultra mikro dan UMKM.

“Lumayan challenging, tahun 2024 harus menyentuh 45 juta pelaku ultra mikro dan 
tahun ini ditargetkan menambah nasabah baru 5 juta. Sekarang eksistingnya 
adalah BRI sudah melayani 8,1 juta ultra mikro, Pegadaian 5,9 juta, dan PNM 
11,2 juta. Mudah-mudahan dapat terus kita tambah bersama-sama dan 
infrastrukturnya kita siapkan,” ujar Sunarso.

Selain itu, kesiapan modal tersebut juga ditunjang oleh infrastruktur dan 
integrasi data yang memadai untuk menjaring lebih banyak nasabah. Adapun 
infrastruktur yang disiapkan untuk sinergi ketiga entitas tersebut adalah 
konsolidasi kantor layanan supaya lebih efisien melalui “Sentra Layanan Ultra 
Mikro” atau SENYUM. Ada pula tools digital yang disebut UMi Corner berupa 
aplikasi di perangkat gawai.


Tahun ini, pihaknya menargetkan memiliki 1000 unit Senyum yang diharapkan dapat 
memberikan akses yang lebih luas. BRI Group pun mengoptimalkan fungsi dari Agen 
BRILink yang saat ini telah mencapai lebih dari 500 ribu agen dan tersebar di 
seluruh Indonesia.

“Ini (infrastruktur dan integrasi data) akan menjadi base dan mudah-mudahan 
niat kami supaya nanti pemerintah punya program, punya inisiatif dengan 
berbagai stimulus maka sudah memiliki data yang terintegrasi dan itu adanya di 
Holding Ultra Mikro ini,” pungkasnya. (E-5)





Sumber Berita: Antara

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/6E0001AE48DC4316931837DE2E739AB8%40A10Live.

Reply via email to