*KARENA BELANDA BUKAN INDONESIA DAN INDONESIA BUKAN BELANDA. 💀👎ðŸ˜* Pada tanggal Jum, 18 Feb 2022 pukul 15.24 Sunny ambon <[email protected]> menulis:
> > Apakah Belanda membunuh sebanyak 500.000 lebih manusia seperti apa yang > terjadi pada tahun 1965-1966 dan memenjarakan ratusan ribu orang > oranguntuk waktu lebih dari 10 tahun? > > On Fri, Feb 18, 2022 at 1:23 AM Chan CT <[email protected]> wrote: > >> Kalau saja pemerintah kolonial Belanda bisa MINTA MAAF ke RI atas >> kekerasan ekstrim yang terjadi 1945-1950, kenapa PEMERINTAH RI yang juga >> pernah melancarkan kekerasan ekstrim terhadap jutaan warga sendiri yang >> dituduh komunis dan Soekarnois, dituduh terlibat G30S, ... dikejar, >> ditangkap, dibunuh TANPA proses HUKUM di tahun 1965-1967 sampai sekarang >> TIDAK Minta Maaf rakyatnya sendiri, ...!!! >> >> >> >> *PM Belanda Mark Rutte Minta Maaf ke RI Atas Kekerasan Ekstrem 1945-1950*Danu >> Damarjati - detikNews >> Kamis, 17 Feb 2022 23:12 WIB >> [image: Prime Minister Mark Rutte adresses the nation in het Torentje >> about new measures against the novel coronavirus Covid-19, in The Hague, on >> December 14, 2020. - The cabinet has decided to introduce a strict lockdown >> to put an end to the sharp increase in the number of new corona infections. >> Most shops, all schools and other institutions such as theaters and museums >> have to close their doors for at least a month. (Photo by Bart Maat / ANP / >> AFP) / Netherlands OUT] >> Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte (AFP/BART MAAT) >> >> Amsterdam - Riset Belanda menunjukkan tentara Belanda melakukan kekerasan >> ekstrem terhadap rakyat Indonesia dalam perang 1945-1950. Merespons hasil >> penelitian sejarah itu, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte meminta maaf ke >> Indonesia. >> >> "Penelitian ini mendorong saya untuk mengulang lagi permohonan maaf, di >> sini dan saat ini: Atas kekerasan ekstrem yang sistematis dan meluas yang >> dilakukan Belanda pada tahun-tahun itu dan pandangan yang konsisten oleh >> kabinet-kabinet sebelumnya, saya menyampaikan permintaan maaf yang mendalam >> atas nama pemerintah Belanda kepada rakyat Indonesia hari ini," kata Rutte >> dalam keterangan resminya, dilansir situs resmi Pemerintahan Nasional >> Belanda (De Rijksoverheid. Voor Nederland), Kamis (17/2/2022). >> >> Baca juga: >> Begini Hasil Riset Belanda yang Dulu Sempat Dikhawatirkan Ubah Sejarah RI >> >> Dia juga menyampaikan tanggapannya atas penelitian tersebut via >> Twitternya, @MinPres. Ini adalah reaksi pertama dari Mark Rutte atas nama >> kabinet setelah presentasi penelitian sejarah senilai 4,1 juta Euro itu. >> Penelitian itu berjudul 'Dekolonisasi, Kekerasan dan Perang di Indonesia, >> 1945-1950'. >> >> >> >> "Dalam respons pertama pemerintah kepada Parlemen hari ini, pemerintah >> akan bertanggung jawab penuh terhadap kesalahan kolektif mereka (pemerintah >> Belanda di masa 1945-1950), pemerintahan yang menjadi basis kekerasan >> ekstrem dalam periode yang disebutkan itu," kata Mark Rutte. >> >> Baca juga: >> Khawatir Sejarah RI Berubah, Sejarawan UI Ini Tolak Riset Belanda >> >> Untuk periode sejarah 1945-1950 di Indonesia, Mark Rutte menyebutnya >> sebagai 'lembaran hitam dalam sejarah kita', dan 'babak menyakitkan dalam >> sejarah kita'. Permintaan maaf Rutte, kata dia, mengulang kembali >> permintaan maaf Belanda pada 2020 lewat Raja Belanda. Saat itu, Raja >> Belanda meminta maaf ke Indonesia atas kekerasan 1945-1949. >> >> >> >> >> Hasil penelitian itu kata dia seperti sejarah menyakitkan yang tiba-tiba >> datang lagi. Namun, pemerintah Belanda harus menghadapi fakta-fakta >> memalukan itu. Saat ini, sikap pemerintah Belanda berbeda dengan era >> Perdana Menteri Piet De Jong pada 1969 yang menyatakan bahwa tentara >> Belanda sudah bertindak benar di Indonesia. >> >> Baca juga: >> Peneliti Belanda: Riset Kami Bukan untuk Mengubah Sejarah Indonesia >> >> "Pada tahun 1945-1949, Belanda menjalankan perang kolonial di Indonesia, >> sebagaimana peneliti katakan, ada 'penggunaan kekerasan ekstrem yang >> sistematis dan meluas', hingga penyiksaan. Kekerasan ekstreme yang dalam >> kebanyakan kasus tidak diganjar hukuman," kata Rutte. >> >> (dnu/tor) >> >> Baca artikel detiknews, "PM Belanda Mark Rutte Minta Maaf ke RI Atas >> Kekerasan Ekstrem 1945-1950" selengkapnya >> >> https://news.detik.com/internasional/d-5947368/pm-belanda-mark-rutte-minta-maaf-ke-ri-atas-kekerasan-ekstrem-1945-1950 >> . >> >> Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/ >> >> -- >> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google >> Grup. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke [email protected]. >> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi >> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/89F1DF9C553F443EBA445B2C0E0D218B%40A10Live >> <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/89F1DF9C553F443EBA445B2C0E0D218B%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer> >> . >> > -- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi > https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2A8bf6ZxVOTg1BqNj5pba%3DfyS0AYjQ9BhDO8ROWXkMLNg%40mail.gmail.com > <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2A8bf6ZxVOTg1BqNj5pba%3DfyS0AYjQ9BhDO8ROWXkMLNg%40mail.gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer> > . > -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CALcuTPQjLcb74m544Ax6s3jdUy8fWWf%2BO7m49L---Jb9JmeHYQ%40mail.gmail.com.
