Kalau saja pemerintah kolonial Belanda bisa MINTA MAAF ke RI atas kekerasan 
ekstrim yang terjadi 1945-1950, kenapa PEMERINTAH RI yang juga pernah 
melancarkan kekerasan ekstrim terhadap jutaan warga sendiri yang dituduh 
komunis dan Soekarnois, dituduh terlibat G30S, ... dikejar, ditangkap, dibunuh 
TANPA proses HUKUM di tahun 1965-1967 sampai sekarang TIDAK Minta Maaf 
rakyatnya sendiri, ...!!!


PM Belanda Mark Rutte Minta Maaf ke RI Atas Kekerasan Ekstrem 1945-1950
Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 17 Feb 2022 23:12 WIB

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte (AFP/BART MAAT)

Amsterdam - Riset Belanda menunjukkan tentara Belanda melakukan kekerasan 
ekstrem terhadap rakyat Indonesia dalam perang 1945-1950. Merespons hasil 
penelitian sejarah itu, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte meminta maaf ke 
Indonesia.

"Penelitian ini mendorong saya untuk mengulang lagi permohonan maaf, di sini 
dan saat ini: Atas kekerasan ekstrem yang sistematis dan meluas yang dilakukan 
Belanda pada tahun-tahun itu dan pandangan yang konsisten oleh kabinet-kabinet 
sebelumnya, saya menyampaikan permintaan maaf yang mendalam atas nama 
pemerintah Belanda kepada rakyat Indonesia hari ini," kata Rutte dalam 
keterangan resminya, dilansir situs resmi Pemerintahan Nasional Belanda (De 
Rijksoverheid. Voor Nederland), Kamis (17/2/2022).

Baca juga:
Begini Hasil Riset Belanda yang Dulu Sempat Dikhawatirkan Ubah Sejarah RI

Dia juga menyampaikan tanggapannya atas penelitian tersebut via Twitternya, 
@MinPres. Ini adalah reaksi pertama dari Mark Rutte atas nama kabinet setelah 
presentasi penelitian sejarah senilai 4,1 juta Euro itu. Penelitian itu 
berjudul 'Dekolonisasi, Kekerasan dan Perang di Indonesia, 1945-1950'.



"Dalam respons pertama pemerintah kepada Parlemen hari ini, pemerintah akan 
bertanggung jawab penuh terhadap kesalahan kolektif mereka (pemerintah Belanda 
di masa 1945-1950), pemerintahan yang menjadi basis kekerasan ekstrem dalam 
periode yang disebutkan itu," kata Mark Rutte.

Baca juga:
Khawatir Sejarah RI Berubah, Sejarawan UI Ini Tolak Riset Belanda

Untuk periode sejarah 1945-1950 di Indonesia, Mark Rutte menyebutnya sebagai 
'lembaran hitam dalam sejarah kita', dan 'babak menyakitkan dalam sejarah 
kita'. Permintaan maaf Rutte, kata dia, mengulang kembali permintaan maaf 
Belanda pada 2020 lewat Raja Belanda. Saat itu, Raja Belanda meminta maaf ke 
Indonesia atas kekerasan 1945-1949.




Hasil penelitian itu kata dia seperti sejarah menyakitkan yang tiba-tiba datang 
lagi. Namun, pemerintah Belanda harus menghadapi fakta-fakta memalukan itu. 
Saat ini, sikap pemerintah Belanda berbeda dengan era Perdana Menteri Piet De 
Jong pada 1969 yang menyatakan bahwa tentara Belanda sudah bertindak benar di 
Indonesia.

Baca juga:
Peneliti Belanda: Riset Kami Bukan untuk Mengubah Sejarah Indonesia

"Pada tahun 1945-1949, Belanda menjalankan perang kolonial di Indonesia, 
sebagaimana peneliti katakan, ada 'penggunaan kekerasan ekstrem yang sistematis 
dan meluas', hingga penyiksaan. Kekerasan ekstreme yang dalam kebanyakan kasus 
tidak diganjar hukuman," kata Rutte.

(dnu/tor)

Baca artikel detiknews, "PM Belanda Mark Rutte Minta Maaf ke RI Atas Kekerasan 
Ekstrem 1945-1950" selengkapnya 
https://news.detik.com/internasional/d-5947368/pm-belanda-mark-rutte-minta-maaf-ke-ri-atas-kekerasan-ekstrem-1945-1950.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/89F1DF9C553F443EBA445B2C0E0D218B%40A10Live.

Reply via email to