Betul banget, Indonesia bukan Belanda dan Belanda bukan Indonesia! Dalam kaitannya dengan permintaan maaf, yang menarik perhatian adalah Belanda menggunakan istilah “kekerasan ekstrim” sebagai ganti dari “kejahatan perang”.
Sent from Mail for Windows From: Jaya Suprana Sent: Friday, February 18, 2022 2:06 PM To: Sunny ambon Cc: Chan CT; GELORA45_In Subject: Re: [GELORA45] PM Belanda Mark Rutte Minta Maaf ke RI Atas Kekerasan Ekstrem 1945-1950 KARENA BELANDA BUKAN INDONESIA DAN INDONESIA BUKAN BELANDA. 💀👎😭 Pada tanggal Jum, 18 Feb 2022 pukul 15.24 Sunny ambon <[email protected]> menulis: Apakah Belanda membunuh sebanyak 500.000 lebih manusia seperti apa yang terjadi pada tahun 1965-1966 dan memenjarakan ratusan ribu orang oranguntuk waktu lebih dari 10 tahun? On Fri, Feb 18, 2022 at 1:23 AM Chan CT <[email protected]> wrote: Kalau saja pemerintah kolonial Belanda bisa MINTA MAAF ke RI atas kekerasan ekstrim yang terjadi 1945-1950, kenapa PEMERINTAH RI yang juga pernah melancarkan kekerasan ekstrim terhadap jutaan warga sendiri yang dituduh komunis dan Soekarnois, dituduh terlibat G30S, ... dikejar, ditangkap, dibunuh TANPA proses HUKUM di tahun 1965-1967 sampai sekarang TIDAK Minta Maaf rakyatnya sendiri, ...!!! PM Belanda Mark Rutte Minta Maaf ke RI Atas Kekerasan Ekstrem 1945-1950 Danu Damarjati - detikNews Kamis, 17 Feb 2022 23:12 WIB Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte (AFP/BART MAAT) Amsterdam - Riset Belanda menunjukkan tentara Belanda melakukan kekerasan ekstrem terhadap rakyat Indonesia dalam perang 1945-1950. Merespons hasil penelitian sejarah itu, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte meminta maaf ke Indonesia. "Penelitian ini mendorong saya untuk mengulang lagi permohonan maaf, di sini dan saat ini: Atas kekerasan ekstrem yang sistematis dan meluas yang dilakukan Belanda pada tahun-tahun itu dan pandangan yang konsisten oleh kabinet-kabinet sebelumnya, saya menyampaikan permintaan maaf yang mendalam atas nama pemerintah Belanda kepada rakyat Indonesia hari ini," kata Rutte dalam keterangan resminya, dilansir situs resmi Pemerintahan Nasional Belanda (De Rijksoverheid. Voor Nederland), Kamis (17/2/2022). Baca juga: Begini Hasil Riset Belanda yang Dulu Sempat Dikhawatirkan Ubah Sejarah RI Dia juga menyampaikan tanggapannya atas penelitian tersebut via Twitternya, @MinPres. Ini adalah reaksi pertama dari Mark Rutte atas nama kabinet setelah presentasi penelitian sejarah senilai 4,1 juta Euro itu. Penelitian itu berjudul 'Dekolonisasi, Kekerasan dan Perang di Indonesia, 1945-1950'. "Dalam respons pertama pemerintah kepada Parlemen hari ini, pemerintah akan bertanggung jawab penuh terhadap kesalahan kolektif mereka (pemerintah Belanda di masa 1945-1950), pemerintahan yang menjadi basis kekerasan ekstrem dalam periode yang disebutkan itu," kata Mark Rutte. Baca juga: Khawatir Sejarah RI Berubah, Sejarawan UI Ini Tolak Riset Belanda Untuk periode sejarah 1945-1950 di Indonesia, Mark Rutte menyebutnya sebagai 'lembaran hitam dalam sejarah kita', dan 'babak menyakitkan dalam sejarah kita'. Permintaan maaf Rutte, kata dia, mengulang kembali permintaan maaf Belanda pada 2020 lewat Raja Belanda. Saat itu, Raja Belanda meminta maaf ke Indonesia atas kekerasan 1945-1949. Hasil penelitian itu kata dia seperti sejarah menyakitkan yang tiba-tiba datang lagi. Namun, pemerintah Belanda harus menghadapi fakta-fakta memalukan itu. Saat ini, sikap pemerintah Belanda berbeda dengan era Perdana Menteri Piet De Jong pada 1969 yang menyatakan bahwa tentara Belanda sudah bertindak benar di Indonesia. Baca juga: Peneliti Belanda: Riset Kami Bukan untuk Mengubah Sejarah Indonesia "Pada tahun 1945-1949, Belanda menjalankan perang kolonial di Indonesia, sebagaimana peneliti katakan, ada 'penggunaan kekerasan ekstrem yang sistematis dan meluas', hingga penyiksaan. Kekerasan ekstreme yang dalam kebanyakan kasus tidak diganjar hukuman," kata Rutte. (dnu/tor) Baca artikel detiknews, "PM Belanda Mark Rutte Minta Maaf ke RI Atas Kekerasan Ekstrem 1945-1950" selengkapnya https://news.detik.com/internasional/d-5947368/pm-belanda-mark-rutte-minta-maaf-ke-ri-atas-kekerasan-ekstrem-1945-1950. Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/ -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/89F1DF9C553F443EBA445B2C0E0D218B%40A10Live. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2A8bf6ZxVOTg1BqNj5pba%3DfyS0AYjQ9BhDO8ROWXkMLNg%40mail.gmail.com. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CALcuTPQjLcb74m544Ax6s3jdUy8fWWf%2BO7m49L---Jb9JmeHYQ%40mail.gmail.com. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1800805017.274196.1645193742866%40yahoo.com.
