Written byA43Tuesday, March 8, 2022 17:00
https://www.pinterpolitik.com/celoteh/luhut-dan-kisah-para-sahabatnya/
Luhut dan Kisah Para Sahabatnya
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut 
Binsar Pandjaitan mengklaim bahwa dirinya dianggap seperti sahabat oleh 
Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS). Dengan banyak sahabat yang 
tersebar di mana-mana, apakah Luhut sudah cocok untuk jadi Menteri Luar Negeri 
(Menlu)?

--------------------------------------------------------------------------------

PinterPolitik.com

“Persahabatan bagai kepompong,” ujar Lihit yang tengah bergumam ketika tengah 
menunggu seseorang yang dia anggap sangat dekat. Waktu pun terus berjalan meski 
rasa bosan tertutupi oleh perasaan semangat untuk bertemu dengan seorang 
sahabat.

- Advertisement -Tidak lama, sosok pria tinggi keluar dari ruangan dan menyapa 
Lihit. “Another mystery of life,” kata Lihit dalam hatinya. Bagaimana tidak? Di 
antara miliaran manusia di alternate universe Bumi-45, Lihit menemukan banyak 
sahabat yang cocok dengan dirinya justru di luar batas negeri Nusantara – 
seperti Wang yang berasal dari negeri Tiongkok.

Sosok itu adalah MBS – bukan MBZ ya. Sembari menghampiri Lihit, MBS mengatakan, 
“Anda ini teman sejati bagi Negara Arab dan bagi saya secara personal.” Tak 
khayal, mereka pun menghabiskan waktu bersama sembari bercerita kesibukan 
masing-masing – misal soal Ibu Kota Negara (IKN) yang tampaknya butuh investasi 
lebih banyak.

 
Sungguh sebuah dunia yang indah bagi Lihit. Mungkin, ke mana pun pergi, Lihit 
bisa menemukan orang-orang yang setiap saat bersedia untuk membantunya – 
apalagi urusan investasi.

Mungkin, Lihit bisa dibilang sudah bisa menjadi diplomat ulung bagaikan Tom 
Hanks dalam film Jembatan Mata-mata (2015). Dengan kemampuannya dan sahabatnya 
yang tersebar di banyak negara, bukan tidak mungkin Lihit bisa mendamaikan 
pihak-pihak yang saling benci. 

- Advertisement -Saat ini, dua sahabat pun tampaknya sedang bertengkar. Mereka 
berasal dari negeri Kievan Rus dan negeri Moskwa. Kalau pun bisa, ini jadi 
bukti bahwa negeri Nusantara bisa menjadi penengah yang ulung bagi banyak 
negara – seperti Tom Hanks di film tadi.

Bagaimana pun, memiliki sahabat-sahabat yang saling bertengkar bukanlah hal 
yang nyaman. Mampukah Lihit jadi sahabat yang selalu ada – di luar urusan 
investasi tentunya? (A43)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/DD2820386A57466C9D51A7227281F9F7%40A10Live.

Reply via email to