Menlu Rusia: AS Terus Halangi Proses Perundingan Rusia-Ukraina 2022-03-21 14:52:30 https://indonesian.cri.cn/2022/03/21/ARTIop7AOgxgoK9tGyD77wnH220321.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.13
Menurut kabar yang diumumkan oleh Kepresidenan Rusia hari Sabtu (19/03) lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan kontak telepon dengan Perdana Menteri Luksemburg Xavier Bettel. Putin mengatakan bahwa kekuatan bersenjata Ukraina terus meluncurkan serangan rudal kepada wilayah Donetsk dan Luhansk, serta mengakibatkan sejumlah besar korban jiwa. Dia juga menyatakan bahwa kegiatan bio-militer AS di Ukraina tak dapat diterima, karena tindakan AS tersebut telah menimbulkan bahaya yang besar bagi Rusia bahkan seluruh Eropa. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan, perundingan Rusia-Ukraina masih terus diadakan, namun AS selalu menghalangi dan mengganggu proses perundingan. Lavrov menyatakan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menganjurkan untuk mengadakan perundingan, dan pihak Rusia menyetujuinya. Perundingan sedang dilanjutkan, Rusia dan Ukraina telah mengadakan dialog, namun tampaknya AS selalu menahan tangan Ukraina, menghalangi Ukraina menerima persyaratan minimum Rusia, namun perundingan masih dalam proses. Rusia selalu bersikap terbuka untuk melalukan kerja sama dengan semua negara termasuk negara-negara Barat, namun mengingat perilaku-perilaku yang telah dilakukan negara-negara Barat, Rusia tidak akan mengajukan prakarsa kerja sama apapun. Menlu Turki: “Ketentuan Penting” dalam Perundingan Gencatan Senjata Rusia dan Ukraina Capai Kemajuan 2022-03-21 10:57:03 https://indonesian.cri.cn/2022/03/21/ARTIV9Vt8nIO7DKufzKe7n2P220321.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.14 XINHUA: Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada hari Minggu kemarin (20/3) mengatakan, “ketentuan penting” dalam perundingan gencatan senjata Rusia dan Ukraina sudah mencapai kemajuan, namun masih terdapat beberapa masalah yang harus diputuskan di tingkat kepemimpinan kedua negara. Pada hari yang sama, pihak Rusia menyatakan akan membuka jalur kemanusiaan menuju Mariupol, untuk membantu aksi evakuasi warga sipil dan pengangkutan material bantuan kemanusiaan. Surat Kabar Hurriyet Turki hari Minggu kemarin (20/3), dengan mengutip perkataan Cavusoglu melaporkan bahwa dalam beberapa masalah penting dan krusial, pendirian Rusia dan Ukraina sudah hampir sepakat, namun masih terdapat sejumlah masalah yang harus diputuskan di tingkat kepemimpinan kedua negara. Jika kedua pihak tidak mundur dari pendirian saat ini, “kami mempunyai harapan atas gencatan senjata Rusia dan Ukraina”, tutur Cavusoglu. Presiden Ukraina Zelensky pada hari Minggu kemarin (20/3) dalam wawancaranya dengan CNN Amerika Serikat menyatakan, dia bersedia mengadakan perundingan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, dan harus menggunakan segala pola dan peluang untuk melakukan perundingan dengan Putin. Sementara itu, dia juga menekankan bahwa dalam masalah keutuhan wilayah dan kedaulatan negeri, dirinya tidak akan berkompromi. Dikabarkan dari situs web Kementerian Pertahanan Rusia bahwa penanggung jawab Pusat Komando Pertahanan Nasional Rusia di depan jumpa pers hari Minggu kemarin malam (20/3) menyatakan, bertolak dari tujuan kemanusiaan, Rusia akan membuka jalur kemanusiaan menuju Mariupol mulai Senin pagi hari ini pukul 10:00 waktu Moskow (pukul 16:00 WIB). Rusia berharap dapat menerima tanggapan tertulis dari pihak Ukraina seputar anjuran evakuasi warga sipil sebelum pukul 5:00 pagi Senin hari ini waktu Moskow. Penanggung jawab tersebut menyatakan pula bahwa Rusia akan terus membuka jalur kemanusiaan di Kyiv, Chernihiv, Sumy dan Kharkiv, serta menjamin keamanan jalur tersebut. Pihak Ukraina juga membuka beberapa jalur kemanusiaan Kyiv, Kharkiv dan Zaporozhie. Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk hari Minggu kemarin (20/3) menyatakan, 4 jalur kemanusiaan dari 7 jalur kemanusiaan yang direncanakan telah berhasil dibuka kemarin, tercatat 7.295 warga sipil pihak Ukraina telah dievakuasi. Pihak Ukraina berencana mengirimkan 50 unit bus dari Zaporozhie menuju Mariupol untuk terus membantu aksi evakuasi warga sipil mulai hari ini. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D8540EEFB65A4C079754386BE92DC0C4%40A10Live.
