Negara Kleptokrasi Republik Indonesia (NKRI) mempunyai mafia jauh lebih
banyak dari Italia yang hanya mempunyai mafia bernama Cosa Nostra. Di NKRI
ada mafia gula, mafia bawang, mafia cabe mafia beras , mafia minyak goreng
etc. Untuk memberantas mafia NKRI  ini  membutuhkan  kepala BIN (Badan
Intelejen Negara) berbicara. Beliu hanya bicara tetapi belum mampu
menangkap mereka, karena agaknya para  mafia ini tidur dan bernaum dalam
selimut rezim berkuasa dan oleh sebab itu susah atau tidak mungkin
ditangkap oleh BIN. Seandainya ada yang ditangkap maka kemungkinan besar
hanya ditahan sebentar saja lalu dibebaskan karena tidak ada bukti
perbuatan jahanam. Demikian berita dari ahli ilmu Nujum. hehehehehe

https://money.kompas.com/read/2022/03/22/113530026/kepala-bin-bicara-minyak-goreng-ungkap-alasan-pemerintah-cabut-het?page=all#page2



 Kepala BIN Bicara Minyak Goreng, Ungkap Alasan Pemerintah Cabut HET

Kompas.com - 22/03/2022, 11:35 WIB

Penulis Muhammad Idris | Editor Muhammad Idris

KOMPAS.com - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan mengatakan
kebijakan pemerintah mengoreksi harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng
untuk menstabilkan harga di pasaran.

"Pemerintah tidak mungkin membiarkan fenomena itu. Maka, kebijakan koreksi
diambil. HET minyak kemasan dicabut. Akan tetapi, minyak curah untuk
masyarakat bawah tetap dipastikan terjangkau dengan HET Rp 14 ribu per
liter," kata Budi dalam keterangannya dikutip dari Antara, Selasa
(22/3/2022).

Ia mengingatkan langkah pencabutan HET juga menyertakan kebijakan menaikkan
pungutan ekspor kelapa sawit mentah dan produk turunannya.

Aturan itu, kata dia, selain akan menambah dana kelolaan Badan Pengelola
Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk menyubsidi minyak goreng curah,
juga akan membuat eksportir memilih menjual CPO di dalam negeri daripada ke
luar negeri.

Baca juga: Eks Mendag Bantah Ucapan Mendag Lutfi: Tidak Ada Mafia Minyak
Goreng

Ini akan turut mendorong keseimbangan harga beberapa waktu ke depan,"
ujarnya.

Ditegaskan pula bahwa asas keadilan ditegakkan dalam kebijakan itu.
Pemerintah menarik keuntungan ekspor untuk distribusi dalam bentuk subsidi
minyak curah untuk masyarakat bawah serta industri kecil dan menengah.

 Kebijakan itu, menurut Budi, sebenarnya memotong insentif ekspor komoditas
yang terlalu besar dan mendistorsi pelaksanaan kebijakan sebelumnya.

Di sisi lain, dengan pengawasan dan penegakan hukum yang tegas bagi
pelanggar, kebijakan baru itu bisa mengurai kisruh minyak goreng di tanah
air.

Baca juga: Mendag Tanyai Ibu-ibu Harga Minyak Goreng: Terjangkau Nggak
Sekarang?

Beberapa hari sejak kebijakan baru tata niaga minyak goreng diberlakukan,
pemandangan antrean hilang digantikan keluhan harga yang tinggi. Stok
minyak goreng kemasan kini melimpah di pasar. Namun, dengan harga di
kisaran Rp19 ribu hingga Rp 22 ribu liter.

"Saat ini yang terjadi adalah turbulensi pasar dan akan menemukan
keseimbangan setelah pasokan dan permintaan stabil, berdasarkan realitas
objektif komoditas dan kebutuhan masyarakat," jelasnya.

Budi mengingatkan kenaikan harga minyak goreng telah terjadi jauh
sebelumnya, yang didorong mekanisme keekonomian komoditas di Tanah Air yang
juga dipengaruhi kondisi umum industri minyak nabati dunia.

 Pada prinsipnya, menurut Budi, persoalan minyak goreng dan komoditas lain
yang sangat fluktuatif dalam ketersediaan dan harga, serta rentan
dipengaruhi faktor eksternal. Baca juga: Wajib Sediakan Minyak Goreng Curah
Murah, Ini Respons Pengusaha

Baca juga: Wajib Sediakan Minyak Goreng Curah Murah, Ini Respons Pengusaha

"Harus dihadapi dengan pendekatan the whole of society. Semua elemen bangsa
harus bermitra dan berpartisipasi menyelesaikannya," kata Budi.

*Mendag salahkan mafia *

Sosok mafia minyak goreng diklaim Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad
Lutfi sebagai biang kerok minyak goreng mahal dan sempat langka, meski
sampai saat ini belum terungkap.

Janji mendag membongkar mafia minyak goreng bahkan sempat diucapkan dalam
rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Kamis 17 Maret 2022.

Kala itu, Lutfi mengungkap bahwa langka dan tingginya harga minyak goreng
selama beberapa bulan disebabkan terjadi karena permainan mafia minyak
goreng.

Para mafia itu, kata dia, menyelundupkan minyak goreng yang mestinya
menjadi konsumsi masyarakat ke industri-industri, bahkan hingga ke luar
negeri.

Baca juga: Buruh dan Petani Berencana Unjuk Rasa Tuntut Turunkan Harga
Minyak Goreng

"Ada orang-orang yang tidak sepatutnya mendapatkan hasil dari minyak goreng
ini. Misalnya minyak goreng yang seharusnya jadi konsumsi masyarakat masuk
ke industri atau diselundupkan ke luar negeri," ujarnya.

Menurut Lutfi, mafia-mafia tersebut tidak sepatutnya mendapatkan minyak
goreng, tetapi kemudian memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

Lutfi pun mengakui bahwa pihaknya tak kuasa mengontrol keberadaan mafia dan
spekulan minyak goreng. Ia meminta maaf sekaligus menyebut bahwa hal ini
merupakan akibat dari perilaku manusia yang rakus dan jahat.

"Dengan permohonan maaf, Kemendag tidak dapat mengontrol karena ini sifat
manusia yang rakus dan jahat," katanya.

Baca juga: Mendag Janji akan Umumkan 3 Mafia Minyak Goreng Hari Ini, Polri:
Belum Ada

Bukti kuitansi

Mendag Lutfi lalu mengatakan, pihaknya bersama kepolisian telah menemukan
salah satu terduga mafia minyak goreng.

"Kalau minyak goreng kan sopirnya itu tangannya berminyak kan, tapi ini
bisa mengeluarkan bon dan itu bonnya bersih, putih," ujarnya.

Meski begitu, Mendag tidak menjelaskan lebih terperinci terkait kuitansi
tersebut. Berdasarkan foto yang ditunjukkan Mendag, kuitansi itu atas nama
Sadikin. Selain itu, tertera nominal Rp 26.964.000 untuk pembayaran
pelunasan minyak curah 2.520 kilogram dengan harga satuan Rp 10.700 per
kilogram.

Tertera pula tempat dan tanggal kuitansi tersebut dibuat di Medan, 9 Maret
2022. Kuitansi dibubuhkan meterai Rp 10.000 dan ditandatangani serta
distempel bertuliskan nama perusahaan.

 "Kita sudah temukan dan ini jumlahnya ribuan ton. Nih kuiitansinya, begitu
bentuknya," kata Muhammad Lutfi.
Baca juga: Ucapan Mendag yang Belum Terbukti: Bongkar Mafia dan Harga
Minyak Goreng Turun Lagi

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2Bdefxm03mujDnuEkMAvkiiFEFQ8%2B6%3D49nZpSOWiacEvg%40mail.gmail.com.

Reply via email to