Operasi Rahasia CIA PalingSukses di Indonesia


 

CIA merekrut pejabat militer Indonesia untuk menggaliinformasi persenjataan Uni 
Soviet. Dijual mantan agen CIA kepada KGB. 

 

Oleh Hendri F. Isnaeni | 03 Jan 2020 

 

Konflik memperebutkan Irian Barat mendorong Indonesia untukmeningkatkan 
kemampuan militernya. Awalnya, Indonesia akan membeli alutsista keAmerika 
Serikat. Namun, Amerika Serikat tak mau menjual alutsista kepadaIndonesia 
karena terikat persekutuan dengan Belanda dalam Pakta PertahananAtlantik Utara 
(NATO). 

 

Indonesia pun beralih ke Uni Soviet. Apalagi Perdana MenteriNikita Khrushchev 
dalam lawatannya ke Indonesia telah menawarkan bantuanmiliter. Indonesia pun 
mendapat kredit alutsista dari Uni Soviet senilai $450juta. Pembayarannya 
selama 20 tahun dengan bunga 2,5 persen. 

 

Alutsista itu diutamakan untuk Angkatan Laut (kapal selam,kapal rudal cepat, 
pesawat, helikopter, dan peralatan amfibi), Angkatan Udara(pesawat jet tempur, 
pesawat pembom, dan sistem pertahanan udara besertaradarnya), sedangkan 
Angkatan Darat mendapat tank dan perlengkapan artileri.Indonesia menjadi 
satu-satunya negara Asia yang memperoleh senjata beratmutakhir dari Uni Soviet. 
Sehingga saat itu kekuatan militer Indonesia menjadiyang terkuat di belahan 
bumi bagian selatan. 

 

BACA JUGA: Jenderal Nasution dan Senjata Uni Soviet 

 

Menurut Raymond J. Batvinis, selama tahun 1960-an, Indonesiaadalah gelanggang 
kritis Perang Dingin dalam perebutan pengaruh antara Timurdan Barat. Selama 
bertahun-tahun, Uni Soviet, dalam upaya menarik pemerintahIndonesia ke 
lingkarannya, memberi peralatan militer canggih bernilai miliarandolar termasuk 
kapal laut dan sistem persenjataan. 

 

"CIA meluncurkan Operasi HABRINK, sebuah program sangatrahasia yang dirancang 
untuk merekrut pejabat militer Indonesia yang akanmemberikan informasi 
terperinci mengenai sistem persenjataan itu," tulisRaymond dalam Encyclopedia 
of Intelligence and Counterintelligencesuntingan Rodney Carlisle.

 

Operasi HABRINK disebut sebagai salah satu operasi rahasiapaling sukses yang 
dilakukan CIA terhadap Uni Soviet. Operasi itu menyediakanrincian data mengenai 
berbagai senjata Uni Soviet, seperti rudal SAM (surface-to-airmissile), SSM 
(surface-to-surface missile), dan ASM (air-to-surfacemissile), kapal rudal 
cepat kelas Komar, kapal perusak kelas Riga, kapalpenjelajah kelas Sverdlov, 
dan pesawat pembom TU16 (Badger). 

 

Selama bertahun-tahun, militer Uni Soviet tidak dapatmemastikan mengapa sistem 
rudal SAM SA-2 tidak efektif terhadap pesawat AmerikaSerikat selama Perang 
Vietnam. Ternyata, ahli-ahli Amerika Serikatmengembangkan teknik pengacau 
terhadap SA-2. Sehingga banyak awak pesawatpembom Amerika Serikat yang selamat.

 

"Ini dimungkinkan karena CIA telah mengakuisisi seluruhsistem SA-2 Soviet 
melalui Operasi HABRINK," tulis Raymond. 

 

Uni Soviet mengetahuinya setelah mantan agen CIA, DavidHenry Barnett, menjual 
data Operasi HABRINK kepada KGB (Dinas Intelijen UniSoviet).

 

Butuh Uang karena Utang 

 

David Henry Barnett lahir di Amerika Serikat tahun 1933.Setelah lulus dari 
University of Michigan pada 1955, dia memulai kariernya didunia intelijen 
dengan menjadi agen CIC (U.S. Army Counter Intelligence Corps).Dia bertugas di 
Washington D.C., kemudian dengan Detasemen CIC ke-308 di Seoul,Korea Selatan, 
dari 1958 hingga Januari 1959. Dia bekerja di bagian SeksiKontra Subversif. 

 

Setelah bertugas di militer, Barnett bergabung dengan CIApada Januari 1959. Dia 
bekerja sebagai petugas operasi CIA untuk wilayahWashington. Dia kemudian 
ditempatkan ke stasiun CIA di Surabaya pada 1967,dengan status (cover) sebagai 
petugas layanan luar negeri Departemen LuarNegeri Amerika Serikat. "Menyamar 
sebagai diplomat memungkinkannya untuksecara langsung bertemu, menilai, dan 
merekrut pejabat Uni Soviet untukspionase tanpa mengungkap afiliasinya ke CIA," 
tulis Raymond. 

 

Barnett hanya bertugas selama tiga tahun di Indonesia.Setelah mengundurkan diri 
dari CIA, dia sempat menjadi pelatih gulat diKiskiminetas Springs School di 
Saltsburg, Pennsylvania. Dia kembali keIndonesia untuk bekerja di perusahaan 
pengolahan udang. Dia kemudian mendirikanperusahaan sendiri yang bergerak dalam 
ekspor furnitur. Namun, berusaha dilingkungan yang tidak dikenal dan tanpa 
pengalaman wirausaha membuat usahanyagagal dengan meninggalkan utang lebih dari 
$100.000. 

 

"Putus asa untuk menutupi kerugiannya, Barnettmendekati KGB pada 1976 di 
Jakarta, memberikan mereka rincian lengkap tentangOperasi HABRINK," tulis 
Raymond. "Barnett memberi tahu KGB tentangsegala hal yang dia ketahui mengenai 
CIA dan operasinya, agen-agennya yangdirekrut di seluruh dunia, mengungkap 
identitas 30 pegawai CIA yang menyamar diIndonesia, dan di tempat lain di 
Asia.” 

 

Menurut Thomas O’Toole dalam tulisannya diwashingtonpost.com, selain memberi 
tahu Uni Soviet bahwa banyak senjata yangmereka berikan ke Indonesia antara 
tahun 1959 dan 1969 dijual kembali ke CIA,Barnett juga mengidentifikasi agen 
Indonesia yang mengatur penjualan kembalisenjata itu dan 29 orang Indonesia 
lainnya yang membantu agen itu. Barnettmemberi tahu bahwa dari senjata-senjata 
itu dan data teknis yang menyertainya,Amerika Serikat mampu mengantisipasi 
rudal SA-2 buatan Uni Soviet yangdigunakan oleh Vietnam Utara terhadap para 
pembom Amerika Serikat selama PerangVietnam.

 

"Dalam 'pernyataan fakta' setebal 25 halaman yang tidakditolak Barnett, juga 
disebutkan bahwa dia memberi tahu nama-nama agen KGB yangdiharapkan CIA dapat 
direkrut sebagai agen ganda di Indonesia," tulisThomas O’Toole. 

 

Terungkap dan Tertangkap 

 

Barnett kembali ke Jakarta pada November 1977. Diadiperkenalkan kepada seorang 
pria bernama Igor, yang kemudian diketahui sebagaiVladimir V. Popov, mantan 
sekretaris ketiga di Kedutaan Besar Uni Soviet diWashington. Igor meminta 
Barnett kembali ke Washington, untuk bekerja kembalidi CIA, atau Badan 
Intelijen Pertahanan, atau Biro Intelijen dan Penelitian diDepartemen Luar 
Negeri. 

 

Raymond menyebut pada 1979 Barnett dipekerjakan kembali olehCIA sebagai 
kontraktor untuk mengajar kelas-kelas tentang cara menolakinterogasi. Sementara 
Barnett berusaha mencari pekerjaan di Washington, sumberCIA melaporkannya telah 
melakukan mata-mata, dan FBI pun memulai penyelidikan.Selama berjam-jam 
diinterogasi intensif oleh agen FBI, Barnett secara bertahapmengakui 
kejahatannya sambil memberikan rincian yang penting untuk 
keberhasilanpenuntutannya di pengadilan. 

 

Namun, menurut Thomas O'Toole, Barnett gagal mendapatkanpekerjaan yang 
diinginkan Igor. Dia kemudian diberi $3.000 untuk pergi ke Wina.Di sana dia 
bertemu dengan agen KGB di sebuah toko radio di 64 Taberstrausse. 

 

"Pada saat itu, April 1980, dan meskipun tidak pernahdibuat jelas bagaimana 
pihak berwenang Amerika Serikat menemukannya, seorangatase hukum FBI dari Bern 
berada di seberang jalan dari toko radio yangmemverifikasi bahwa pertemuan itu 
sedang berlangsung," tulis ThomasO'Toole. 

 

Barnett bukan agen CIA pertama yang didakwa melakukanspionase. Sebelumnya 
William Kampiles ditangkap karena menjual buku pedoman tentangcara kerja 
satelit pengawas KH11 kepada Uni Soviet. Namun, menurut ThomasO'Toole, Barnett 
adalah agen CIA pertama dalam 33 tahun sejarah CIA, yangdidakwa atas tuduhan 
spionase karena telah menjual informasi salah satu operasirahasia paling sukses 
yang pernah dilakukan CIA terhadap Uni Soviet. 

 

Barnett didakwa melanggar undang-undang spionase AmerikaSerikat pada Oktober 
1980. Pengadilan menjatuhkan hukuman 18 tahun penjara pada8 Januari 1981. 
"Untuk informasi intelijen miliaran dolar yang dia berikankepada Uni Soviet, 
dia menerima total $92.000," tulis Raymond. 

 

Tiga tahun setelah bebas bersyarat, Barnett meninggal duniapada 19 November 
1993. Dia meninggalkan istri, Sarah Blount, dan tiga anaknya:Charles, John 
Henry, dan Dorsey.

 

https://historia.id/militer/articles/operasi-rahasia-cia-paling-sukses-di-indonesia-DrLV8/page/1

 

+++++

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1095537640.70483.1649463954108%40mail.yahoo.com.

Reply via email to