Ini nenek KEJAAAAAM banget! Lebih KEJAM ketimbang nenek Tatiana, ... Memprovokasi Ukraina terus perang melawan Rusia mati-matian sampai seorang prajurit terakhir??? Kenyataan selama ini, AS selalu menggunakan perang meraih keuntungan besar! Bukan hanya keuntungan dari penjualan senjata, tapi juga keuntungan ekonomi.
Nampak jelas, AS menggunakan perang Rusia-Ukraina kali ini berhasil meraih KEUNTUNGAN besar, bukan hanya mendesak negara-negara sekutu mendukung persenjataan kedaluarsa pada Ukraina, yang kemudian juga membeli lagi persenjataan dari AS, sedang AS sendiri juga memberi dukungan senjata yang nanti harus dibayar kembali! Yang lebih kurang ajar, menjatuhkan sanksi berat pada Rusia tanpa mempedulikan kebutuhan gas dan minyak dinegara-negara UE dari Rusia, tapi diam-diam AS sendiri masih terus membeli minyak murah dari Rusia, bahkan ketambahan 10 ribu barrel perhari! Negara lain dituntut mengembargo gas-minyak Rusia, tapi AS sendiri TETAP membeli bahkan lebih banyak! Setelah terbongkar, baru bilang sanksi berlaku setelah akhir April! Jadi jelas, AS lah negara yang bangkitkan perang Rusia-Ukraina kali ini. Mendesak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina setelah tersudut keamanannya terancam dengan Ukraina akan diterima masuk NATO dan, pembunuhan atas suku Slavia (Sementara berita menyatakan sudah belasan ribu dibunuh) yang berbahasa Rusia dan pendukung Rusia di Ukraina-timur. Dari kekuatan militer Rusia jauh lebih besar dan kuat, Ukraina TANPA BANTUAN militer NATO-AS tidak akan menangkan perang ini! Tapi, karena tujuan Rusia menyerang Ukraina hanya bertujuan memaksa Ukraina menjadi negara netral, tidak tergabung dalam NATO dan tidak meneruskan Neo-Nazisme menjalankan genosida suku Slavia-Rusia; dan mengakui kemerdekaan 2 negara di Ukraina timur. Jadi bukan untuk menundukkan dan menguasai Ukraina, maka serangan yang dilancarkan lebih mengutamakan titik kekuatan militer dan menghindari rakyat lebih banyak jatuh korban. Begitulah sekalipun di perundingan terakhir sudah mencapai kesepakatan perang dihentikan, dengan ketegasan Zelensky menarik tuntutan bergabung dalam NATO dan menjadikan Ukraina negara netral disepakati, tapi karena Biden-AS TIDAK SETUJU perang dihentikan, ... BERLANJUTLAH perang ini sampai sekarang. Bahkan kehadiran nenek Pelosi masih saja terus mendesak Ukraina bertahan, jangan menyerah! BUKAN menemukan jalan PERDAMAIAN, mengakhiri perang yang mengakibatkan penderitaan dan pengorbanan rakyat lebih banyak! Dan dengan terus mengirimkan persenjataan ke Ukraina, ... berarti makin terancam meningkat jadi PD-III, ... perang NUKLIR yang akan menghancurkan dan memusnahkan dunia! Betul-betul gila dan kekejaman yang nggak ketulungan! Mengorbankan RAKYAT Ukraina dengan merugikan negara-negara Uni Eropa, hanya untuk mencapai tujuan AS sesungguhnya menghancurkan kekuatan Rusia! Ketua DPR AS Minta Ukraina Tak Menyerah Pada 'Tukang Bully' Rusia Adhyasta Dirgantara - detikNews Senin, 02 Mei 2022 03:40 WIB https://news.detik.com/internasional/d-6060715/ketua-dpr-as-minta-ukraina-tak-menyerah-pada-tukang-bully-rusia Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi (Foto: AP/J. Scott Applewhite) Kiev - Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi tiba-tiba berkunjung ke Kiev, Ukraina. Nancy meminta Ukraina tidak menyerah oleh 'tukang bully' seperti Rusia. "Jangan mau di-bully oleh tukang bully. Jika mereka membuat ancaman, jangan mundur. Itu pandangan saya," ujar Nancy dalam jumpa pers seperti dilansir dari AFP, Senin (2/5/2022). Nancy menjelaskan kedatangannya untuk membantu Ukraina berperang melawan Rusia. Maka dari itu, dia mendesak Ukraina tak boleh menyerah pada Rusia. "Kami di sini untuk pertarungan, dan anda tidak bisa menyerah pada tukang bully," ucapnya. Baca juga: Rusia Tuduh Ukraina Tembaki Warganya Sendiri! Kunjungan Nancy ke Kiev membuatnya menjadi pejabat AS paling senior yang mengunjungi Ukraina di masa perang. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin sudah lebih dulu berkunjung pada bulan lalu. "Kami mengunjungi anda untuk mengucapkan terima kasih atas perjuangan anda demi kebebasan. Kami berkomitmen untuk tetap ada bersamamu sampai perang selesai," ujar Nancy. "Kami pergi dengan pemahaman yang lebih kuat dan pemahaman yang lebih terkini tentang apa yang perlu dilakukan, dengan apresiasi dan inspirasi yang lebih dalam dari mereka yang berjuang," tambahnya. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pun berterima kasih atas kunjungan Nancy. Menurutnya, Nancy memberikan dukungan kuat bagi Ukraina untuk melawan invasi Rusia. Baca juga: Alasan Rusia Pilih 9 Mei Umumkan Menang Perang di Ukraina (drg/fas) Baca artikel detiknews, "Ketua DPR AS Minta Ukraina Tak Menyerah Pada 'Tukang Bully' Rusia" selengkapnya https://news.detik.com/internasional/d-6060715/ketua-dpr-as-minta-ukraina-tak-menyerah-pada-tukang-bully-rusia. Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/ -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/C6D8480F7DB44D1B9978391BB77CAFEC%40A10Live.
