Sebenarnya saja, jangan salahkan Utang nya! Yang SALAH manusia yang menjalankan 
utang itu digunakan untuk apa, ...?! Darimanapun datang utang itu, kalau saja 
digunakan untuk mengembangkan produksi, membangun industri dan menguntungkan 
pembangunan dasar ekonomi, tentu kesejahteraan masyarakat akan terangkat! Tapi, 
kalau utang itu dikorup segelintir pejabat untuk hidup bermewah-mewah, yaa 
tentu saja tidak mampu bayar utang, ... terancam bankrutlah negara itu!
Begitu juga dengan pembangunan pelabuhan Hambantota yang sepenuhnya dibiayai 
dari utang Tiongkok itu, karena manajemen menjalankan pelabuhan tidak beres, 
jatuh rugi. Tidak bisa membayar utang, ... akhirnya pelabuhan disewakan ke 
Tiongkok ternyata pelabuhan itu bisa menghasilkan keuntungan dan mampu membayar 
1,12 miliar dollar, ....
 
https://www.suara.com/bisnis/2022/04/19/125835/jebakan-utang-china-dituduh-jadi-penyebab-utama-krisis-ekonomi-paling-mengerikan-di-sri-lanka

'Jebakan Utang China' Dituduh Jadi Penyebab Utama Krisis Ekonomi Paling 
Mengerikan di Sri Lanka
M NurhadiSelasa, 19 April 2022 | 12:58 WIB
 
Ilustrasi [The Hindu]

Suara.com - Sri Lanka terus tertekan menuju jurang krisis ekonomi terparah 
sepanjang sejarah mereka pasca kemerdekaan gegara gagal bayar utang luar negeri.

Krisis ekonomi juga membuat Sri Lanka kekurangan pasokan pangan dan bahan 
bakar, situasi di negara itu makin memanas usai harga berbagai kebutuhan naik 
hingga terjadinya pemadaman listrik berulang. Sejumlah pakar menyebut hal ini 
sebagai dampak dari jebakan utang China.

-ADVERTISEMENT-
Salah seorang guru besar di Tata Institute of Social Sciences,R Ramakumar, 
dalam tulisannya yang diterbitkan Channel News Asia, kebijakan pinjaman China 
adalah penyebab utama situasi ekonomi yang mengerikan di Sri Lanka.

"Banyak yang percaya bahwa hubungan ekonomi Sri Lanka dengan China adalah 
pendorong utama di balik krisis. Amerika Serikat menyebut fenomena ini 
diplomasi jebakan utang," tulis dia.

Baca Juga:
Kenapa PeduliLindungi Dituding Langgar HAM oleh AS?

Ia juga mengatakan, saat ini situasi dimana negara atau lembaga kreditur 
memberikan utang kepada negara peminjam untuk meningkatkan pengaruh politik 
pemberi pinjaman hingga membuatnya tidak dapat membayar uang kembali, mereka 
berada di belas kasihan kreditur.

Gagal bayar utang negara yang melambung, terutama pembiayaan pelabuhan 
Hambantota, disebut-sebut sebagai faktor yang berkontribusi terhadap krisis.

Bank Exim China adalah pihak yang memberi utang Sri Lanka dalam proyek 
pembangunan pelabuhan Hambantota. Namun, pelabuhan ini ternyata tak memberikan 
keuntungan bagi Sri Lanka.

Dampaknya, laporan itu menyebut, negara tersebut memilih untuk menyewakan 
pelabuhan itu selama 99 tahun kepada Grup Pedagang China, yang membayar Sri 
Lanka USD 1,12 miliar.

Pada 1 April, Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa telah mengumumkan keadaan 
darurat, yang dicabut dalam waktu seminggu, menyusul protes besar-besaran oleh 
warga yang marah atas penanganan krisis oleh pemerintah.


Baca Juga:
Total Utang Indonesia ke China dan Proyeknya, Berikut Dana Jumbo Kereta Cepat

Sri Lanka dilaporkan sulit terbebas dari krisis ekonomi terbesarnya akibat 
kekurangan mata uang yang disebabkan oleh larangan bepergian yang diberlakukan 
selama epidemi Covid-19.

Ditambah lagi, negara kesulitan membeli pasokan bahan bakar hingga 
mengakibatkan kelangkaan kebutuhan pokok serta komoditas penting seperti migas.

Laporan PBB juga mengatakan, Sri Lanka dalam ambang batas krisis kemanusiaan 
akibat masalah keuangannya meningkat, dengan kenaikan harga pangan, dan 
pundi-pundi negara telah mengering.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D76BF0F1A6FB46B58B8BF62448651CA2%40A10Live.

Reply via email to