Terbalik, bukan Agama dipisahkan dari urusan Negara, tapi NEGARA dipisahkan 
dari urusan Agama! Negara cukup mengatur ketentuan kebersamaan harmonis 
berbagai Agama yang ada ditengah masyarakat, ... Dengan memberikan kebebasan 
penuh setiap warga menentukan pilihan kepercayaan dan keyakinannya terhadap 
Agama yang dianut! Bagaimanapun juga Agama hanyalah masalah PRIBADI seseorang 
yang merupakan keyakinan dengan kedekatan Tuhan,... Adalah masalah yang sangat 
pribadi dan TIDAK BISA diatur-atur harus begini atau begitu oleh negara. 
Biarlah itu diatur sendiri oleh setiap Agama masing-masing, ...!


Ketua DPD: Ada Keinginan Pihak Tertentu Pisahkan Agama Dari Urusan Negara
Banjar Chaeruddin
- Senin, 30 Mei 2022 | 21:48 WIB
  



Ketua DPD LaNyalla M Mattalitti (Sumber: goriau.com)

SINARHARAPAN--Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menegaskan negara 
Indonesia adalah negara berketuhanan seperti yang tertulis dalam Sila Pertama 
Pancasila namun cenderung menjadi sekuler dengan adanya keinginan pihak 
tertentu yang ingin memisahkan agama dan negara.

"Apabila negara ini adalah negara yang berketuhanan seperti tertulis dalam Sila 
Pertama Pancasila, mengapa negara ini cenderung menjadi sekuler dengan adanya 
keinginan pihak tertentu memisahkan agama dan negara,” katanya dalam Simposium 
Nasional "Gerakan Pembumian Pancasila" di Kabupaten Ende, Pulau Flores, 
Provinsi Nusa Tenggara Timur, Senin.

Simposium yang digelar di Ende itu merupakan rangkaian acara Peringatan Hari 
Lahir Pancasila yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

LaNyalla mempertanyakan apakah Pancasila masih konsisten diterapkan sebagai 
falsafah dan landasan berbangsa dan bernegara di Indonesia karena agama kerap 
disebut politik identitas yang seharusnya hanya pantas berada di wilayah privat 
sehingga cocok berada di masjid, gereja, pura, vihara, dan tempat peribadatan 
lainnya.

“Akibatnya apa? Kita menyaksikan polarisasi masyarakat semakin meningkat akibat 
pertentangan politik Identitas. Sampai-sampai anak bangsa kita secara tidak 
sadar seolah membenturkan pilihan antara Pancasila atau agama. Padahal tidak 
ada satu tesis pun yang menjelaskan bahwa Pancasila bertentangan dengan agama,” 
kata Senator asal Surabaya, Provinsi Jawa Timur itu.

Apalagi, menurut dia, sangat jelas bahwa Pasal 29 Ayat 1 Konstitusi Indonesia 
tegas berbunyi Negara Berdasar Atas Ketuhanan yang Maha Esa, artinya negara ini 
adalah negara yang berketuhanan sehingga tidak ada tempat bagi orang yang 
antiagama.

Ia mengajak semua peserta simposium untuk mengingat kembali pada tanggal 13 
November 1998 saat Reformasi melalui Ketetapan MPR Nomor 18 Tahun 1998, MPR 
telah mencabut Ketetapan tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila 
(P4).

Alasan pencabutan, kata dia, Ketetapan MPR tentang P4 karena materi muatan dan 
pelaksanaannya sudah tidak sesuai dengan perkembangan kehidupan bernegara.

Ia mengatakan sejak November 1998, Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila 
dianggap sudah tidak sesuai dengan perkembangan kehidupan bernegara.

“Demi apa semua itu dilakukan? Jawabnya demi menjadi bangsa lain. Demi menjadi 
bangsa yang dianggap Demokratis dalam ukuran kaca mata Barat. Inilah yang kerap 
saya sebut bahwa kita sebagai bangsa telah durhaka kepada para pendiri bangsa,” 
tegasnya.

Dia mengatakan hal itu merupakan fakta bahwa ternyata bangsa ini telah 
meninggalkan Pancasila, meninggalkan nilai-nilai yang digali Bung Karno di Ende 
selama empat tahun dalam pengasingan di kabupaten di Pulau Flores itu.

Padahal, menurut dia, sudah jelas bahwa para pendiri bangsa telah bersepakat 
Pancasila adalah nilai yang paling tepat bagi bangsa ini sehingga sudah 
seharusnya menjadikan Lima Sila dalam Pancasila sebagai pedoman dalam 
menjalankan negara ini.

"Itulah mengapa Pancasila harus dibumikan karena itu kami berharap kepada 
pengurus Gerakan Pembumian Pancasila untuk bekerja lebih keras dan menyadari 
posisi Pancasila di negeri ini," kata dia.


Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Antara

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/5BBB88194BC548B28B91FE146703F5C3%40A10Live.

Reply via email to