Banyak PR Berat, Zulhas Harus Lakukan Terobosan, Bukan Hanya Langkah Kosmetik
Banjar Chaeruddin
- Jumat, 17 Juni 2022 | 07:18 WIB
https://www.sinarharapan.co/opini/pr-3853679546/banyak-pr-berat-zulhas-harus-lakukan-terobosan-bukan-hanya-langkah-kosmetik
    

Mendag Zulkifli Hasan meninjau perkembangan harga di pasar (Foto: Pikiran 
Rakyat)


SINARHARAPAN--Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) tak cukup hanya menyatakan kaget 
melihat perkembangan harga-harga kebutuhan pokok rakyat yang melambung. Ia 
perlu melakukan langkah terobosan yang tepat dan konsisten.

Setidaknya Zulhas memulai hari pertama sebagai Menteri Perdagangan dengan 
benar. Tidak hanya duduk di belakang meja, namun meninjau perkembangan harga di 
pasaran. Semestinya ia nanti mendorong para pejabat di Kemendag untuk turun ke 
lapangan bukan sibuk di belakang meja.

Pada hari pertama sebagai Kemendag Zulhas meninjau langsung Pasar Cibubur, 
Jakart Timur, mengecek perkembangan harga barang kebutuhan rakyat. Beras, 
telur, minyak daging, dan lainnya.

Zulhas mengaku kaget dengan kondisi harga pangan di Pasar Cibubur. "Saya shock. 
Pembeli ngeluh, yang dagang juga ngeluh," katanya di depan wartawan, Kamis 
(16/6). Terjadi kenaikan di hampir semua komoditas pangan, kecuali beras.

Ini baru soal harga kebutuhan pokok. Tapi soal harga kebutuhan pokok itu 
pengaruhnya sangat besar karena memicu inflasi. Juga kemampuan beli konsumen 
tertekan. Rakyat makin susah kalau harga-harga melambung tak terkenali.

Padahal banyak kalangan menilai Zulhas menghadapi sejumlah pekerjaan rumah (PR) 
di Kemendag karena banyaknya persoalan yang terjadi di instansi itu. Persoalan 
internal dan eksternal.


Publik mencatat di Kemendag juga terjadi banyak kasus penyalahgunaan wewenang 
yang berujung pada persoalan hukum. Sebut saja keterlibatan Dirjen Perdagangan 
Luar Negeri Indrashari Wisnu Wardhana (IWW) dalam pemberian ijin ekspor kelapa 
sawit dan produk turunannya.

IWW sekarang ditahan Kejaksaan Agung, juga penasehat ekonominya, Lin Che Wei 
serta beberapa pengusaha.

Kejaksaan Agung juga memeriksa dan menahan beberapa orang terkait impor besi 
dan baja, yang juga melibatkan pejabat Kemendag. Kasus-kasus seperti itu 
menunjukkan betapa mudahnya pejabat Kemendag melakukan penyimpangan dan 
terlibat sogok menyogok.

Kasus-kasus seperti itu akan terus muncul sepanjang tidak terjadi perubahan 
mentalitas para pejabat dalam menjalankan tugas dan kewenangannya. Zulhas 
menghadapi tantangan besar, baik internal maupun eksternal.

Perlu ditunggu gebrakannya. Kalau hanya sekali dua kali melakukan sidah ke 
pasar, itu hanya langkah kosmetik yang tidak membawa perubahan apa-apa. (BC)



-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D5079048086742C1933BA37A7CE68747%40A10Live.

Reply via email to