Diplomasi Jokowi, Langkah Berani dan Menjadi Catatan Sejarah
Banjar Chaeruddin
- Jumat, 1 Juli 2022 | 10:16 WIB
https://www.sinarharapan.co/opini/pr-3853788551/diplomasi-jokowi-langkah-berani-dan-menjadi-catatan-sejarah

Presiden Jokowi dan Presiden Putin (dok)
SINARHARAPAN--Misi perdamaian dan kemanusiaan yang dilakukan Presiden Joko 
Widodo ke Ukraina  dan Rusia menuai banyak pujian. Bukan hanya kalangan dalam 
negeri, tetapi juga dari luar negeri. Semua pihak mengharapkan misi Jokowi 
tersebut berkontribusi terhadap peredaan ketegangan dan terciptanya perdamaian 
kedua pihak.

Apapun nanti hasil yang bisa dicapai dalam misi ini, langkah tersebut 
menunjukkan Jokowi telah menegaskan kembali politik luar negeri Indonesia yang 
bebas aktif. Sesuai amanat konstitusi, Indonesia mengemban misi politik luar 
negeri untuk mengupayakan perdamaian dunia.

Langkah Jokowi menunjukkan Indonesia tidak terikat pada satu blok kepentingan 
tertentu, melainkan secara bebas dan aktif mengembangkan kerjasama 
internasional. Ia menjadi satu-satunya pemimpin yang berusaha menerobos 
kemacetan dengan menjembatani komunikasi kedua pihak yang berseteru.

Ini juga langkah sangat berani ditengah ketegangan dan peperangan yang masih 
sengit. Jokowi secara terbuka mengatakan kepada Presiden Ukraina Zelenskiy dan 
Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa perang harus segera dihentikan. Banyak 
kepentingan yang terganggu, bukan hanya kedua negara, melainkan dunia.

Perang telah menimbulkan kesengsaraan tiada tara, khususnya bagi rakyat 
Ukraina. Kota-kota hancur, ribuan tentara serta warga sipil menjadi korban. 
Perang ini juga mengancam kepentingan global karena terganggunya pasokan bahan 
pangan, energi dan berbagai komoditas lainnya.

Indonesia yang tahun ini memegang presidensi kelompok G-20 sangat 
berkepentingan agar perang segera berakhir mengingat KTT akan segera digelar di 
Bali pada November nanti. Rusia adalah salah satu anggota G-20. Perang ini 
menjadi ganjalan tersendiri mengingat negara-negara Barat sangat menentang 
kehadiran Rusia di KTT, namun sebagai tuanrumah Indonesia harus mengundangnya.

Ukraina bukan anggota G-20 namun pemerintahan Jokowi bermaksud mengundangnya. 
Sempat diharapkan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Zelenskiy 
akan menghadiri KTT di Bali dan keduanya bisa dipertemukan secara khusus dalam 
sebuah misi perdamaian.

Banyak pihak memuji langkah Jokowi. Bukan hanya dari dalam negeri melainkan 
juga pihak asing. Ia menjadi pemimpin Asia pertama yang bertolak ke Ukraina dan 
Rusia sejak perang dimulai pada Februari.

Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak 
seluruh pihak di Tanah Air untuk mendukung misi perdamaian yang dibawa oleh 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungannya ke Ukraina dan Rusia. "Semua 
pihak di dalam negeri perlu mendukung sebagai aktualisasi mewujudkan perdamaian 
dunia yang menjadi amanat konstitusi Indonesia. Semoga memperoleh jalan solusi 
dan membuka langkah damai menghentikan perang oleh kedua negara," katanya. 

Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon memuji upaya Presiden Jokowi dengan 
harapan memengaruhi sikap kedua negara yang berperang. "Mudah-mudahan ini 
berdampak pada perubahan sikap kedua negara tersebut," ujar Effendi Simbolon 
dalam diskusi di Gedung Nusantara III DPR RI, Jakarta, Kamis.

Pengamat pertahanan militer Connie Rahakundini Bakrie mengapresiasi upaya 
diplomasi Jokowi, yang menurut dia, penting karena tidak ada negara-negara G7 
yang bertindak atau berupaya mengurangi dampak masalah. Mereka justru menambah 
masalah melalui sanksi-sanksi terhadap Rusia atau mengirimkan bantuan senjata 
ke Ukraina.

Misi perdamaian Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia merupakan catatan sejarah 
yang sangat penting. Tentu tidak bisa serta merta perang akan berhenti. Tentu 
akan ada proses panjang, lobby dan komunikasi.

Tapi sangat menarik diikuti tindak lanjutnya. Apalagi bila nanti di Bali kedua 
pihak yang bertikai hadir dan bersedia dijembatani untuk mengadakan 
perundingan. Itu catatan sejarah. Indonesia kembali menjalankan politik luar 
negeri yang bebas aktif, mengupayakan perdamaian  dunia dan mengutamakan 
kesejahteraan umat manusia. Semoga (BC)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/600E3072771C4972BFD0DE2AFB3BDFB4%40A10Live.

Reply via email to