WAH PANTESAAAN…! 
Ternyata Ada MOU antara IDI dan ACT, Gimana Nih? 
ByTim 
Redaksi0https://bergelora.com/wah-pantesaaan-ternyata-ada-mou-antara-idi-dan-act-gimana-nih/

Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar dan Ketua Emergency Medical Team 
IDI dr. Lucky Tjahjono usai penandatanganan nota kesepahaman kerja sama. 
(ACTNews/Ichsan Ali)
JAKARTA- Aksi Cepat Tanggap (ACT) ternyata sering bekerjasama dengan Ikatan 
Dokter Indonesia (IDI) dalam berbagai kegiatan. Bahkan kedua organisasi ini 
pernah menandatangani nota kesepahaman kerja sama atau Memorandum Of 
Understanding (MOU).


Emergency Medical Team IDI didampingi Humanity Medical Services ACT 
berkesempatan meninjau armada ambulans motor dan mobil. (ACTNews/Ichsan Ali) 
Beberapa waktu lalu ACT menjalin kerja sama dengan organisasi keprofesian 
Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Kolaborasi ini terjalin melalui Emergency 
Medical Team IDI, yakni sebuah tim yang berfokus dalam upaya mitigasi dan 
penanggulangan bencana. Hal ini dikutip Bergelora.com di Jakarta dari ICT.id 
Kamis (7/7).

Kesepakatan kemanusiaan ACT dengan Emergency Medical Team IDI tertuang dalam 
nota kesepahaman yang ditandatangani Presiden ACT Ibnu Khajar dan Ketua 
Emergency Medical Team IDI dr. Lucky Tjahjono, Senin (23/11/2021).

Dalam situsnya ACT.id yang berjudul ‘ACT dan Emergency Medical Team IDI Jalin 
Kolaborasi Kemanusiaan’
dikabarkan, Presiden ACT Ibnu Khajar menerangkan, selain mempersiapkan tim 
tanggap bencana, kolaborasi kemanusiaan antara ACT dan Emergency Medical Team 
IDI diharapkan menjadi salah satu solusi kemanusiaan di tengah risiko pandemi 
Covid-19 yang masih terus terjadi.

“Kami menyadari kalau Indonesia salah satu wilayah rawan bencana. Sebab itu, 
kami menganggap, kolaborasi ini sangatlah penting sebagai upaya pembelajaran 
dan tukar pengalaman antara Humanity Medical Services ACT dan Emergency Medical 
Team IDI. Diharapkan para relawan medis ini semakin siap dalam kondisi bencana 
yang tidak menentu,” tegas Ibnu.

Ibnu berharap, kolaborasi kemanusiaan dapat memaksimalkan manfaat kepada 
masyarakat, terlebih dengan jaringan IDI yang ada di berbagai wilayah di 
Indonesia.

Sementara, Ketua Emergency Medical Team IDI dr. Lucky Tjahjono optimis atas 
jalinan kolaborasi antara ACT dengan Emergency Medical Team IDI. Ia 
menyampaikan, kolaborasi ini demi memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, 
utamanya soal kerelawanan, kebencanaan, dan permasalahan krisis kesehatan.

“Kolaborasi ini bisa meningkatkan kerja sama di berbagai pelosok Indonesia. 
Apalagi wilayah Indonesia sangat rawan bencana. Mari kita bersama saling 
meningkatkan kapasitas baik dari segi keprofesian, tenaga relawan, dan 
masyarakat,” ungkap Lucky kepada ACTNews.

Lucky berharap, kolaborasi kemanusiaan antara ACT dan Emergency Medical Team 
IDI bisa melahirkan inovasi bagi masyarakat, baik dari segi pelatihan, 
penyuluhan, dan pendampingan penanganan kebencanaan.

“Masyarakat harus ditanamkan soal living harmony with disaster. Begitu pula 
dokter dan relawan medis. Mereka harus paham pengetahuan kebencanaan. Semoga 
kolaborasi ini bisa saling mengisi. Terlebih, ACT sudah memiliki program medis 
yang bervariasi mulai dari penanganan medis, kebencanaan, hingga kesehatan 
mental,” tuturnya.

Aliran Dana ke Al-Qaeda

Sebelumnya dikabarkan Lembaga amal Aksi Cepat Tanggap (ACT) tak banyak 
berkomentar soal temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) 
mengenai adanya aliran dana yang mengarah ke kelompok teroris Al-Qaeda.

Presiden ACT Ibnu Khajar hanya mengatakan tak ingin menjawab dan berpolemik 
perihal tersebut. “Saya tidak ingin menjawab dulu di sini,” ujar Ibnu kepada 
wartawan, Rabu, 6 Juli.

Selain itu, Ibnu juga menyebut membutuhkan waktu untuk merenung. Kemudian, 
barulah melihat rekening atau aliran dana yang dimaksud PPATK mengarah ke 
kelompok teroris tersebut.

“Kami perlu waktu untuk melihat siapa kira-kira yang dimaksudkan, apa kita 
belum paham sama sekali, daripada saya salah menjelaskan, saya juga belum 
detail, biarkan kami sebentar untuk merenung, melihat kembali,” kata Ibnu.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, pada kesempatan sebelumnya, PPATK 
menyebut ada aliran dana dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang mengarah ke 
kelompok teroris. Sebab, ditemukan transaksi kepada seseorang yang terafiliasi 
dengan jaringan teroris Al-Qaeda.

“Berdasarkan hasil kajian dari data base yang PPTK miliki ada yang terkait 
dengan pihak yang, ini masih diduga yang bersangkutan (penerima, red) pernah 
ditangkap menjadi satu dari 19 orang yang ditangkap kepolisian Turki karena 
terkait dengan Al-Qaeda,” ujar Kepala PPATK Ivan Yustiavandana

Namun, Ivan tak merinci mengenai waktu terjadinya transaksi itu. Termasuk, 
sosok yang melakukan transaksi tersebut.

Alasannya, PPATK masih melakukan pendalaman keterkaitan ACT dengan kelompok 
Al-Qaeda.

“Ini masih kajian lebih lanjut, ini memang ditujukan aktivitas lain atau 
kebetulan,” ungkapnya. (Web Warouw)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/C78AF8A50A9E4962B27C8F92033D4581%40A10Live.

Reply via email to