*NKRI  banyak utang apakah utang-utang yang dimiliki ini tidak mencekik dan
terancam gagal bayar?*



https://www.beritasatu.com/ekonomi/950481/utang-mencekik-negara-berkembang-terancam-gagal-bayar

Home <https://www.beritasatu.com/> > Ekonomi
<https://www.beritasatu.com/ekonomi>


Utang Mencekik, Negara Berkembang Terancam Gagal Bayar

Senin, 11 Juli 2022 | 22:55 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR <https://www.beritasatu.com/unggul-wirawan>



Para wanita yang bekerja menjadi pekerja informal kuli angkut membawa
barang di atas kepala mereka di pasar Kantamanto di Accra, Ghana. (Foto:
Getty Images)

*Washington, Beritasatu.com*- Akibat utang mencekik, negara-negara
berkembang, termasuk El Salvador, Ghana, Mesir, Tunisia, dan Pakistan, akan
menghadapi risiko gagal bayar. Pada Minggu (10/7/2022),* Bloomberg*
melaporkan.tumpukan
utang senilai seperempat triliun dolar akan memberikan tekanan ke bawah
pada negara-negara berkembang.

“Pada negara-negara berpenghasilan rendah, risiko utang dan krisis utang
bukanlah hipotetis. Kami sudah cukup banyak tahu di sana,”kata Kepala
Ekonom Bank Dunia, Carmen Reinhart pada Sabtu.

Selama enam bulan terakhir, dilaporkan ada dua kali lipat jumlah pasar
negara berkembang dengan utang negara yang diperdagangkan pada tingkat yang
sangat tertekan, yang berarti imbal hasil yang mengindikasikan investor
percaya gagal bayar adalah kemungkinan nyata.

*BACA JUGA: **Sri Lanka Gagal Bayar Utang, Bagaimana Utang Indonesia?
<https://www.beritasatu.com/ekonomi/915605/sri-lanka-gagal-bayar-utang-bagaimana-utang-indonesia>*

Penyebab lain dari kekhawatiran utama dilaporkan muncul dari "efek domino"
potensial yang biasanya terjadi ketika investor yang ketakutan mulai
menarik uang keluar dari negara-negara dengan masalah ekonomi.

Pada Juni, para pedagang dilaporkan menarik US$ 4 miliar (Rp 59 triliun)
dari obligasi dan saham pasar berkembang, menandai arus keluar bulan
keempat berturut-turut.

*BACA JUGA : **Fitch: Gagal Bayar Utang Rusia Sudah Dekat
<https://www.beritasatu.com/dunia/900207/fitch-gagal-bayar-utang-rusia-sudah-dekat>*

Kemungkinan gagal bayar dapat diikuti oleh ketidakstabilan politik. Awal
tahun ini, Sri Lanka adalah negara pertama yang berhenti membayar pemegang
obligasi asingnya, dibebani oleh biaya makanan dan bahan bakar yang berat
yang memicu protes dan kekacauan politik.

“Populasi yang menderita karena harga pangan yang tinggi dan kekurangan
pasokan dapat menjadi pemicu ketidakstabilan politik,” kata Barclays,
seperti dikutip Bloomberg.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2C7bR9Vp_Stz-Wvdo6RJRoawgss0C0qwXO0bcM3b7Dq-A%40mail.gmail.com.

Reply via email to