https://www.antaranews.com/berita/2996281/kota-padang-menghasilkan-640-ton-sampah-setiap-hari?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=category_home



Kota Padang menghasilkan 640 ton sampah setiap hari

Kamis, 14 Juli 2022 16:32 WIB

Foto udara Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Air Dingin di Kota Padang, 
Sumatera Barat. ANTARA/Iggoy El Fitra.
Padang (ANTARA) - Kota Padang di Provinsi Sumatera Barat yang berpenduduk 
sekitar 914 ribu jiwa setiap hari menghasilkan total 640 ton sampah menurut 
data Dinas Lingkungan Hidup.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang Mairizon di Padang, Kamis, mengatakan 
bahwa dari total 640 ton sampah yang setiap hari dihasilkan di Kota Padang, 
hanya sekitar 500 ton yang sampai ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Air Dingin.

Sekitar 140 ton sampah yang tidak diangkut ke TPA Air Dingin, menurut dia, 
sebagian di antaranya kemungkinan dipungut oleh pemulung untuk disalurkan ke 
pusat daur ulang dan sisanya tidak terkelola.

Guna mengatasi persoalan sampah, Dinas Lingkungan Hidup menggagas Program 
Padang Bergotong Royong, yang akan dicanangkan pada 17 Juli 2022 oleh Wali Kota 
Padang Hendri Septa di Kecamatan Padang Timur.

"Tujuannya menanamkan kepada masyarakat bahwa pengelolaan sampah juga menjadi 
kewajiban warga kota," kata Mairizon.

Ia menjelaskan bahwa aturan pembagian kewenangan dalam mengelola sampah di Kota 
Padang tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 21 tahun 2012.

"Saat sampah berada di rumah tangga merupakan kewajiban masyarakat untuk 
mengelola hingga sampai ke Tempat Penampungan Sementara berupa kontainer 
sampah," kata dia.

Ia mengatakan bahwa pemerintah daerah sudah menyediakan ratusan kontainer 
sampah dan puluhan becak motor untuk mengangkut sampah dari rumah warga ke 
tempat penampungan sementara.

Pengangkutan sampah dari tempat penampungan sementara ke tempat pemrosesan 
akhir, menurut dia, menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Padang.

Mairizon mengatakan bahwa warga masih mengeluhkan lokasi kontainer sampah yang 
cukup jauh dari rumah mereka karena jumlahnya masih terbatas. Menurut laporan 
warga, jumlah kontainer sampah masih kurang 59 unit lagi.

Mairizon mengatakan bahwa tahun ini ada bantuan 12 kontainer sampah dari 
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Selain itu solusi jauhnya kontainer dapat dipecahkan dengan memanfaatkan becak 
motor pengangkut sampah yang telah dibagikan ke kelurahan," katanya.

"Pemkot telah memberikan hibah berupa becak motor pengangkut sampah, namun 
butuh iuran masyarakat sebagai dana operasional untuk BBM, perawatan, hingga 
jasa petugas," ia menambahkan.

Ia mengemukakan bahwa sejumlah kelurahan menarik iuran Rp10 ribu hingga Rp15 
ribu per bulan dari warga untuk mendukung pengoperasian becak motor pengangkut 
sampah.

Namun, ia melanjutkan, partisipasi warga dalam membayar iuran pengelolaan 
sampah rendah dan sebagian warga masih memilih membuang sampah di pinggir jalan.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang melakukan patroli rutin guna mencegah warga 
menaruh sampah tidak pada tempatnya.

"Bagi yang kedapatan tertangkap tangan membuang sampah sembarangan akan 
diproses tindak pidana ringan dengan ancaman hukuman kurungan tiga bulan dan 
denda Rp500 ribu," kata dia.

Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, 
melainkan tanggung jawab masyarakat kota juga.

Baca juga:
Banjarmasin gelar Gerakan Kurban Asyik Tanpa Sampah Plastik
Menilik layanan pijat berbayar sampah
 

Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2022






-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20220714221650.20a0eab814db5e51a9ff4b5c%40upcmail.nl.

Reply via email to