Xi Jinping: Kami Menjunjung Islam Dalam Konteks Adaptasi Dengan Masyarakat 
Sosialis
Banjar Chaeruddin
- Minggu, 17 Juli 2022 | 20:31 WIB
https://www.sinarharapan.co/internasional/pr-3853909845/xi-jinping-kami-menjunjung-islam-dalam-konteks-adaptasi-dengan-masyarakat-sosialis
    

Presiden China Xi Jinping di Xinjiang (Foto: scmp.com)
SINARHARAPAN--Presiden China Xi Jinping menyinggung tentang perkembangan agama 
Islam dalam kunjungannya ke Daerah Otonomi Xinjiang yang mayoritas penduduknya 
berlatar belakang etnis minoritas Muslim Uighur.

"Kami menjunjung tinggi prinsip perkembangan Islam dalam konteks dan memberikan 
bimbingan secara aktif untuk mengadaptasikan agama dengan masyarakat sosialis," 
kata pemimpin tertinggi Partai Komunis China (CPC) itu sebagaimana rilis yang 
dikirimkan Kementerian Luar Negeri China (MFA) kepada Antara di Beijing, Minggu 
malam.

Sebelumnya Xi melakukan kunjungan kerja selama empat hari ke Xinjiang pada 
12-15 Juli 2022. Kunjungan terakhir Xi ke daerah yang berbatasan langsung 
dengan Mongolia, Rusia, Kazakhstan, Uzbekistan, Afghanistan, Pakistan, dan 
India itu pada 2014.

Xi menginstruksikan adanya peningkatan kemampuan dalam mengatur urusan agama 
guna memastikan perkembangan di bidang keagamaan berjalan dengan stabil.

"Kami harus bisa melatih tim dari partai dan pejabat pemerintah yang ahli 
Marxisme namun bisa memahami persoalan agama, akrab dengan urusan agama, dan 
berkompeten dalam keterlibatan dan pembinaan tokoh agama sehingga dapat 
diandalkan secara politis dan berakhlak mulia," katanya.

Dengan begitu, lanjut dia, figur tersebut dapat berperan aktif saat-saat 
kritis, mampu membina para peneliti agama yang memiliki prestasi akademik, 
berpandangan Marxisme terhadap isu-isu keagamaan, dan mampu berinovasi.

"Kami harus bisa memastikan terpenuhinya tuntutan para penganut agama dan 
menggalang mereka berada di dalam naungan partai dan pemerintahan," kata Xi 
menambahkan.

Dunia internasional menyoroti Xinjiang terkait dugaan pelanggaran hak asasi 
manusia yang dilakukan oleh Beijing terhadap Uighur.

Namun Beijing membantahnya dengan dalih sebagai upaya deradikalisasi dan 
de-ekstremisasi bernuansa agama karena Xinjiang memiliki catatan berbagai 
peristiwa terorisme dan separatisme.

Dalam kunjungan tersebut Xi didampingi Sekretaris CPC Komite Xinjiang Ma 
Xingrui dan Gubernur Xinjiang Erkin Tuniyaz yang beretnis Uighur.

Orang nomor satu di China tersebut bertemu dan berbincang secara langsung 
dengan warga di beberapa daerah di Xinjiang yang dikunjunginya.

"Semua kelompok etnis di Xinjiang tidak bisa dipisahkan dari anggota keluarga 
bangsa China," kata Xi. 


Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Antara

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/73366EEFAEBE48E8AF0871C6F55510D6%40A10Live.

Reply via email to