https://www.antaranews.com/berita/3006557/bank-dunia-sebut-indonesia-berpeluang-capai-pembangunan-inklusif?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=category_home


Bank Dunia sebut Indonesia berpeluang capai pembangunan inklusif

Selasa, 19 Juli 2022 23:25 WIB

Tangkapan layar ​​​​​​​Managing Director Bank Dunia Mari Elka Pengestu dalam 
Talkshow Summit Y20 Jakarta yang dipantau di Jakarta, Selasa (19/7/2022). 
(ANTARA/Sanya Dinda)
Jakarta (ANTARA) - Managing Director Bank Dunia Mari Elka Pengestu menyebut 
Indonesia berpeluang untuk benar-benar mencapai pembangunan yang inklusif, 
resilien, dan rendah karbon yang sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Indonesia memiliki potensi penyerap karbon berbasis alam, dari makanan, 
penggunaan lahan, peluang hutan, bakau, dan ekonomi biru,” katanya dalam 
Talkshow Summit Y20 Jakarta yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Ia menyebutkan pemerintah Indonesia juga dapat mendorong transisi energi kepada 
energi baru dan terbarukan (EBT) secara adil, antara lain dengan meninggalkan 
penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batu bara.

Indonesia juga dapat terus memperluas pengurangan emisi karbon dari sektor 
transportasi.

Indonesia juga dapat membangun perencanaan investasi yang benar-benar dapat 
mengurangi emisi karbon dari perluasan kota dan hilangnya tutupan pohon di 
hutan.

“Jadi banyak peluang dan yang benar-benar dibutuhkan adalah komitmen politik 
dan dukungan dari semua orang, komunitas internasional dan sektor finansial,” 
katanya.

Ia juga berharap para pemuda terus mengingatkan generasi yang lebih tua agar 
pembangunan berkelanjutan dapat terus berjalan ke depan.

“Anda pemuda harus terus mengingatkan kami agar pembangunan berkelanjutan ini 
benar-benar berjalan ke depan,” ucapnya.

Adapun sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia 
telah menerbitkan obligasi hijau dengan total 4,8 miliar dolar AS sejak 2018 
termasuk obligasi syariah hijau atau sukuk.

Obligasi hijau tersebut diterbitkan untuk membiayai proyek-proyek pengentasan 
perubahan iklim yang sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Baca juga: Bank Dunia sumbang 26 miliar dolar AS untuk pendanaan iklim di 2021

Baca juga: Bank Dunia: Negara berkembang butuh 4 triliun dolar AS kurangi emisi

Pewarta: Sanya Dinda Susanti
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

    Tag:
    Bank Dunia
    World Bank
    pembangunan berkelanjutan
    obligasi hijau
    Menkeu









-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20220719221912.4a3c66f5868b92cc251b86b5%40upcmail.nl.

Reply via email to