https://www.antaranews.com/berita/3032237/lembaga-penelitian-china-susu-babi-berpeluang-untuk-konsumsi?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=category_home



Laporan dari China

Lembaga penelitian China: Susu babi berpeluang untuk konsumsi

Senin, 1 Agustus 2022 21:12 WIB

Arsip - Zhu Roumeng berciuman dengan babi peliharaannya di rumahnya di Beijing, 
China, April 2015. (ANTARA/Reuters/Kim Kyung-Hoon/as)
Susu babi telah mendapatkan banyak perhatian dan kami saat ini sedang melakukan 
penelitian tentangnya,
Beijing (ANTARA) - Lembaga penelitian hewan di Shanghai, China, melakukan riset 
mengenai kemungkinan susu babi bisa menjadi konsumsi manusia sehari-hari pada 
masa-masa mendatang.

"Susu babi telah mendapatkan banyak perhatian dan kami saat ini sedang 
melakukan penelitian tentangnya," kata Kepala Tim Penelitian Lembaga Peternakan 
dan Kedokteran Hewan, Shanghai Academy of Agricultural Sciences, Tan Yongsong, 
Senin.

Dalam wawancara dengan media setempat, dia mengatakan bahwa setelah penelitian 
pendahuluan dan uji coba, susu babi berpotensi bisa digunakan sebagai minuman 
harian pada masa-masa mendatang.

Menurut dia, susu babi warnanya putih susu, tidak memiliki rasa dan bau khusus, 
dan mirip dengan susu sapi dan susu kambing.

Baca juga: China bangun fasilitas riset energi fusi

Penelitian awal mendapati susu babi memiliki kadar nutrisi yang tinggi.

Nutrisi susu babi mengandung energi, lemak, protein, laktosa, kalsium, sodium, 
dan lain sebagainya.

Beberapa indikator kandungan gizi mendekati atau bahkan melebihi kadar gizi 
susu sapi dan susu kambing, misalnya kandungan protein susu babi mencapai 
hampir 17 gram per 100 gram atau jauh lebih tinggi daripada kandungan protein 
susu sapi atau kambing yang hanya 3 gram per 100 gram.

Hanya sedikit laporan penelitian mengenai susu babi di dunia dan di China 
sendiri juga tidak ada pakar babi yang melakukan penelitian tersebut.

"Penelitian terhadap susu babi baru dimulai dan membutuhkan waktu relatif 
lama," kata Tan.

Ia menambahkan bahwa tujuan dari penelitiannya itu untuk memperkaya dan 
memenuhi kebutuhan berbagai kelompok konsumen. 

Baca juga: Riset ungkap koeksistensi manusia dan macan tutul salju di China 
barat laut
Baca juga: Riset: Calon vaksin mRNA China lebih lemah terhadap Omicron

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2022








-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20220801224802.c329eec4bf2c1ce500a0a75a%40upcmail.nl.

Reply via email to