Tekad AS Tak Tinggalkan Taiwan? Iyaaalah, tekad AS dalam pengertian menarik 
keuntungan lebih besar dari jual senjata saja! Seperti halnya Ukraina hanya 
dijadikan medan perang untuk menarik keuntungan dari jual senjata, ...! TANPA 
mengirimkan tentara AS-NATO dengan membiarkan rakyat Ukraina jadi tumbal saja!

Saya perhatikan baik Biden maupun  Xi sudah sepakat menghindari kesalahpahaman 
yang bisa membuat perang AS-RRT, tapi Biden licik, selalu bermain dua muka. 
Disatu pihak menyatakan kebijakan hanya mengakui Satu Tiongkok tidak berubah, 
dimulut menyatakan perjalanan Nancy ke Taiwan bukan saat yang baik, dipihak 
lain tanpa pedulikan peringatan keras RRT TETAP MERESTUI Nancy Pelosi 
berkunjung ke Taiwan! Yang jelas bertujuan menjadikan Taiwan Ukraina di Asia, 
hendak menjadikan Taiwan medan perang yang juga menarik keuntungan lebih besar 
mengatasi inflasi dan krisis Ekonomi yang sedang dihadapi AS itu!

Seperti juga pada Ukraina, AS hanya memperkenankan Taiwan membeli 
senjata-senjata defensif, tidak untuk menyerang apalagi bisa mengancam dan 
menghancurkan Beijing. Menganjurkan Taiwan memperkuat kekuatan militer, 
merekrut seluruh warga termasuk kaum wanita menjadi tentara profesional, SIAP 
PERTEMPURAN KOTA! tanpa peduli berapa besar korban rakyat kalau itu terjadi! 
Karena AS hanya utamakan bisa menarik dan menikmati KEUNTUNGAN DARI JUAL 
SENJATA! 

Sedang pihak RRT selama ini berusaha menyatukan kembali Taiwan dengan cara 
damai, atau membiarkan dan pertahankan kondisi seperti sekarang selama gerakan 
Taiwan Merdeka tidak meledak. Tapi, dengan mendaratnya Nancy Pelosi dianggap 
telah menginjak garis merah, dan memberi lampu-hijau pada kelompok Taiwan 
Merdeka! TIDAK ada jalan lain, aksi harus ditingkatkan sesuai peringatan keras 
yang telah diajukan RRT! Segala resiko harus ditanggung AS!

Masyarakat Taiwan bagaimanapun juga harus didorong dan dibuat sadar, ketegangan 
hubungan dengan daratan Tiongkok sangat tidak menguntungkan Taiwan sendiri! 
Menetapkan 6 wilayah terlarang selama 3 hari (4 s/d 7 Agustus) untuk 
latihan-militer gabungan AL, AU dan Angkatan Rudal kali ini tentu merupakan 
peringatan lebih keras, dengan unjuk gigi kemampuan militer Tiongkok, ... 
mengepung seluruh pulau Taiwan! Tentu peringatan keras kali ini, pengaruh dan 
kerugian bagi masyarakat Taiwan sendiri sangat terbatas! Kecuali wilayah 
terlarang itu dilanjutkan sampai lebih 10 hari misalnya, katanya cadangan 
gas-minyak Taiwan hanya sekitar 10 harian, ... Jadi, kalau lebih 10 hari bisa 
mematikan seluruh industri dan listrik di Taiwan.

Dan peningkatan aksi embargo juga nampak jelas, pihak RRT memilih barang barang 
yang diembargo hanyalah pengusaha "Taiwan Merdeka", jadi, tidak lagi membiarkan 
ada pengusaha "Taiwan Merdeka" meraih keuntungan besar dari Tiongkok tapi 
menjadi cukong gerakan Taiwan Merdeka!


Tekad Paman Sam Tak Tinggalkan Taiwan Bikin China Geram
Tim detikcom - detikNews
Kamis, 04 Agu 2022 06:22 WIB

Massa di Taiwan yang anti-China. (REUTERS/ANN WANG)

Jakarta - Wakil rakyat Paman Sam menginjakkan kaki di Taiwan. China daratan 
tidak terima. Meski negaranya Xi Jinping geram, namun Paman Sam tak mau segera 
angkat kaki.
Taiwan adalah pulau di tenggara daratan China. Pemerintahan di Taiwan saat ini 
adalah turunan dari Partai Nasionalis Kuomintang pimpinan Chiang Kai-sek yang 
kalah perang melawan Partai Komunis China pimpinan Mao Zedong, tahun 1949.

Baca juga:
Kunjungan Ketua DPR AS ke Taiwan Bikin Investor Ketar-ketir

Waktu berlalu, Taiwan menjadi negara demokratis, beribu kota di Taipei, merasa 
punya kedaulatan terlepas dari kontrol RRC. Namun di sisi lain, Republik Rakyat 
China merasa bahwa Taiwan adalah bagian darinya.


Hubungan kedua negara menjadi tidak terlalu akur, rentan tersinggung, dan 
gampang panas meski juga tidak perang. Setahun belakangan ini, ada potensi 
perang meletus. Di situasi inilah Amerika Serikat (AS) kemudian datang.

Baca juga:
Bertemu Presiden Tsai, Pelosi Bilang AS Tak Akan Tinggalkan Taiwan

Perkembangan terbaru, Ketua House of Representatives (HOR) atau DPR Amerika 
Serikat (AS), Nancy Pelosi, bertemu dengan parlemen Taiwan. Meski begitu, 
kedatangan wakil rakyat Paman Sam itu bukan untuk mengajak perang siapa-siapa.

Seperti dilansir AFP, Rabu (3/8/2022), Pelosi yang berusia 82 tahun mendarat di 
Taipei pada Selasa (2/8) tengah malam waktu setempat, di tengah rentetan 
peringatan dan ancaman yang dilontarkan Beijing yang masih memandang Taiwan 
sebagai bagian wilayah kedaulatannya.

Selanjutnya, tekad Paman Sam tak tinggalkan Taiwan:

Tekad Paman Sam tak tinggalkan Taiwan

Kunjungan ini menjadikan Pelosi sebagai pejabat AS dengan posisi tertinggi yang 
melakukan kunjungan ke Taiwan dalam 25 tahun terakhir.

"Kami datang dalam persahabatan ke Taiwan, kami datang dalam damai ke kawasan 
ini," ucap Pelosi dalam pertemuan dengan Wakil Ketua Parlemen Taiwan, Tsai 
Chi-chang, pada Rabu (3/8) waktu setempat.

Baca juga:
Pelosi Tiba di Taipei, China Siaga di Selat Taiwan-Panggil Dubes AS

Mesi tidak mengajak Taiwan perang melawan RRC, namun Pelosi menyatakan 
kunjungan ini mendukung demokrasi Taiwan. AS bersolidaritas dengan 23 juta 
rakyat di negara yang berada di Pulau Formosa itu.

"Solidaritas Amerika dengan 23 juta rakyat taiwan jauh lebih penting sekarang 
daripada sebelumnya, saat dunia menghadapi pilihan antara otokrasi dan 
demokrasi," cetusnya dalam pernyataan tertulis itu.


Nancy Pelosi (Photo by Chien Chih-Hung/Office of The President via Getty Images)

Baca juga:
China Soal Ketua DPR AS ke Taiwan: yang Bermain Api Akan Binasa!

Nancy sudah bertemu dengan Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen. Dilansir CNN, Tsai 
menganugerahkan penghargaan sipil tertinggi Taiwan kepada Pelosi. Dalam 
kesempatan itu, Pelosi menyatakan komitmen setia negaranya ke Taiwan.

"Hari ini, delegasi kami ... datang ke Taiwan untuk memperjelas bahwa kami 
tidak akan meninggalkan komitmen kami pada Taiwan dan kami bangga dengan 
persahabatan kita yang langgeng," ucap Pelosi dalam sambutannya saat berdiri di 
sebelah Tsai dalam pertemuan itu.

Selanjutnya, China geram:


China Geram

Kedatangan Pelosi ini memicu kegeraman China. Negeri Tirai Bambu langsung 
memanggil Duta Besar AS di Beijing, Nicholas Burns, untuk memperingatkan bahwa 
Washington DC akan 'membayar harga' atas kunjungan Pelosi itu.

"Langkah ini sangat mengerikan dan konsekuensinya sangat serius," kata Wakil 
Menteri Luar Negeri China, Xie Feng, seperti dikutip kantor berita Xinhua.

"China tidak akan tinggal diam," imbuhnya.

Baca juga:
China Soal Ketua DPR AS ke Taiwan: yang Bermain Api Akan Binasa!

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menyebut kuncungan Pelosi ke Taiwan adalah 
lelucon. Wang Yi menganggap AS telah melanggar kedaulatan China dengan dalih 
demokrasi. Dia memperingatkan dengan kalimat mengerikan.

"Mereka yang bermain api akan binasa olehnya dan mereka yang menyinggung China 
akan dihukum," kata Wang Yi.


Wang Yi (Stefani Reynolds/Pool via REUTERS)

Jet tempur China menyusup ke Taiwan


Sebanyak 21 pesawat tempur China terdeteksi mengudara ke dalam zona pertahanan 
udara Taiwan saat Nancy Pelosi berkunjung.

Seperti dilansir AFP, Rabu (3/8), Kementerian Pertahanan Taiwan dalam 
pernyataannya menyebut pesawat-pesawat tempur China itu terdeteksi mengudara 
hingga ke dalam Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Taiwan pada Selasa 
(2/8) waktu setempat.

"21 pesawat PLA ... memasuki ADIZ Taiwan bagian barat daya pada 2 Agustus 
2022," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Taiwan via Twitter.

Baca juga:
Ketua DPR AS Tinggalkan Taiwan Usai Kunjungan Picu Amarah China

ADIZ Taiwan merupakan zona yang lebih luas dari wilayah udara teritorial Taiwan 
yang tumpang tindih dengan sebagian zona pertahanan udara China.

Secara umum, ADIZ berbeda dengan wilayah udara sebuah negara. ADIZ merupakan 
area di mana negara-negara bisa secara sepihak menuntut pesawat asing untuk 
mengambil langkah-langkah khusus untuk mengidentifikasi diri mereka sendiri, 
tanpa adanya hukum internasional yang mengatur ADIZ.

(dnu/dnu)

Baca artikel detiknews, "Tekad Paman Sam Tak Tinggalkan Taiwan Bikin China 
Geram" selengkapnya 
https://news.detik.com/internasional/d-6215405/tekad-paman-sam-tak-tinggalkan-taiwan-bikin-china-geram.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/42B83CC2206A41409E36BADE3ECECA1F%40A10Live.

Reply via email to