Wang Yi Adakan Pertemuan Virtual dengan Para Diplomat Negara-negara Berkembanag 
Asia-Afrika untuk Jenewa
2022-08-16 
11:02:53https://indonesian.cri.cn/2022/08/16/ARTIPKpEm1OaeLRrdCEXTscg220816.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.9

Anggota Dewan Negara merangkap Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi pada hari 
Senin kemarin (15/8) mengadakan pertemuan virtual dengan para diplomat 
negara-negara berkembang Asia dan Afrika untuk Jenewa yang datang berkunjung ke 
Tiongkok.

Wang Yi menyatakan, menghadapi wabah Covid-19 yang terus merebak, situasi 
internasional terus mengalami keguncangan dan pikiran Perang Dingin yang muncul 
kembali, kita membutuhkan sebuah PBB yang kuat daripada waktu kapanpun. 
Hendaknya dengan teguh dipelihara sistem internasional dengan PBB sebagai 
intinya, memelihara tata tertib internasional yang berdasarkan hukum 
internasional, dan memelihara pedoman fundamental hubungan internasional yang 
berdasarkan azas tujuan dan prinsip Piagam PBB. Hendaknya lebih lanjut 
meningkatkan kerepresentatifan dan hak bersuara negara-negara berkembang, 
jangan membiarkan lembaga multilateral menjadi alat negara tertentu dan grup 
negara tertentu untuk memanipulasi dan menentukan urusan internasional.

Wang Yi memaparkan asal usul masalah Taiwan dan pendirian serius pihak 
Tiongkok, dan menekankan bahwa dalam menghadapi setiap provokasi 
terang-terangan pihak AS, pihak Tiongkok akan memberikan tanggapan semestinya 
yang layak, ini adalah hak sah Tiongkok untuk memelihara kedaulatan dan 
keutuhan wilayah negara, juga merupakan prinsip tidak mengintervensi urusan 
dalam negeri negara lain.

Para diplomat menyatakan, Resolusi Majelis Umum PBB No.2758 sudah menentukan 
bahwa prinsip Satu Tiongkok merupakan kesepahaman masyarakat internasional, 
juga juga dasar politik berbagai negara dalam menjalin hubungan bilateral 
dengan Tiongkok. Taiwan dan Xinjiang adalah bagian dari Tiongkok, urusan dalam 
negeri Tiongkok tak boleh diintervensi oleh negara lain, dan urusan dalam 
negeri berbagai negara pun tak boleh diintervensi oleh negara lainnya. Masalah 
HAM tak boleh dipolitisasi, dan tindakan perlindungan hak sah Tiongkok 
seharusnya memperoleh dukungan tegas dari masyarakat internasional.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/77146B88DBD647ECA5A8831E5574984F%40A10Live.

Reply via email to