*Orang kaya berkuasa, jadi tentu saja mereka bisa menikmati apa yang mereka
inginkan. Begitulah keadaan di Negara Kleptokrasi Republik Indonesia.
Masalahnya akan lain jika kekuasaan negara  berada dalam tangan rakyat,
maka tentu kepentingan dapat rakyat dinomorsatukan. *

https://www.gatra.com/news-550167-ekonomi-subsidi-bbm-regresif-dinikmati-orang-kaya-indef-sarankan-ubah-ke-blt.html


Subsidi BBM Regresif, Dinikmati Orang Kaya, INDEF Sarankan Ubah ke BLT

By

*Muhammad Guruh Nuary*
<https://www.gatra.com/news-550167-ekonomi-subsidi-bbm-regresif-dinikmati-orang-kaya-indef-sarankan-ubah-ke-blt.html>


 16 Agustus 2022

*Jakarta, Gatra.com* - Masyarakat rentan harus dilindungi dengan Bantuan
Langsung Tunai (BLT) jika pemerintah akhirnya menaikkan harga BBM. Bansos
BLT dinilai terbukti efektif dan dapat dipertanggung jawabkan datanya.

Direktur Riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef)
Berly Martawardaya mencontohkan, saat harga minyak goreng meroket,
pemerintah dengan cepat menggelontorkan BLT. Kenaikan harga BBM nanti juga
pasti akan mempengaruhi harga pangan, yang langsung terasa pada masyarakat
rentan.

“Sehingga kenaikan harga pangan terasa di masyarakat bawah, yang komponen
dan proporsi belanja buat makanan tinggi yaitu 20% sampai 40%, itu perlu
dilindungi, mekanisme BLT terbukti bisa didata dan dihitung,” kata Berly,
Selasa (16/8/2022).

 Apalagi, subsidi BBM sudah sangat membebani APBN, padahal dampaknya tidak
produktif. “Subsidi BBM regresif ya, cenderung dinikmati yang semakin kaya,
semakin banyak mobil, semakin banyak jalan. Sebelumnya, Pak Presiden Jokowi
pada 2014 bisa menyampaikan kepada publik bahwa fungsi dan dampak ke
masyarakat lebih baik jika subsidi dipotong,” jelas Berly yang juga Dosen
Ilmu Ekonomi di Universitas Indonesia ini.

 Saat ini saatnya pemerintah untuk ‘taking the hard choice’. “Dan
menjelaskan ke masyarakat dan memitigasi dampak pada masyarakat, elemen
yang paling rentan,” kata Berly.

 Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
mengisyaratkan pemerintah akan mengkaji sistem penyaluran subsidi BBM dan
opsi kenaikan harga BBM.

“Di tengah kenaikan harga-harga energi dunia, Indonesia masih melakukan
subsidi ataupun memanfaatkan kekuatan fiskal untuk menyerap sebagian
daripada kenaikan harga pangan maupun energi. Sedangkan negara-negara lain
melakukan “pass-through” yang berarti harga energi ditransmisikan kepada
masyarakat,” ungkap Airlangga, yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini.

 Apalagi, lanjut Airlangga, perekonomian Indonesia terus menciptakan
optimisme dan berhasil bertumbuh di atas 5% pada tiga kuartal terakhir ini.
Badan Pusat Statistik menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang
mencapai 5,44% (yoy) pada Q2 2022 merupakan pertumbuhan yang impresif.

 Airlangga mengatakan capaian positif perekonomian Indonesia merupakan
hasil dari kebijakan pemerintah dan didukung oleh inflasi yang terkendali.
Inflasi Indonesia per Juli 2022 tercatat 4,94%. Angka tersebut lebih baik
dari Amerika Serikat yang mencapai 8,5%, Jerman 7,5%, dan Prancis yang
mencapai 6,1%.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB
UI) Teguh Dartanto mengungkapkan tren positif pemulihan ekonomi Indonesia
tengah dihadapkan pada persoalan subsidi energi sebagai dampak dari gejolak
ekonomi global. Oleh karenanya, evaluasi subsidi BBM layak dilakukan oleh
pemerintah untuk mengurangi beban fiskal.

 "Tren pemulihan ekonomi akan mengalami gangguan karena gejolak ekonomi
global yang menuju resesi. Evaluasi subsidi BBM menurut saya layak
dilakukan karena bisa mengurangi beban fiskal," jelas Teguh.

 Selain itu, dampak inflasi sudah cukup memberatkan masyarakat meski BBM
belum naik. Hal itu bisa dilihat dari kenaikan harga sejumlah kebutuhan
pokok di pasaran.

 "Artinya, dari sisi perlindungan sosial atau bantalan sosial, walaupun
belum ada evaluasi harga BBM, harga kebutuhan pokok sudah naik," tandasnya.

 Teguh menegaskan akan ada dampak negatif ketika subsidi dikurangi dan
harga BBM semakin mahal. Pemerintah diminta untuk menyiapkan skema
perlindungan sosial. Hal itu patut dilakukan untuk menjaga daya beli karena
sebagian besar ekonomi Indonesia bergantung kepada konsumsi masyarakat,
sekaligus untuk menjaga momentum positif pemulihan ekonomi Indonesia.

 "Untuk menanggulangi dampak negatif maka pemerintah harus menyiapkan skema
perlindungan sosial atau kompensasi kepada kelompok miskin dan rentan untuk
pangan dan energi," terangnya.

 Meski demikian, skema perlindungan sosial belum cukup mumpuni saat ini.
Pemerintah diminta untuk meningkatkan besaran dana dan cakupan skema
perlindungan sosial. "Masih belum cukup. Bisa ditingkatkan besaran nilainya
dan cakupannya," ungkap Teguh.

 Selain itu, pemerintah juga diminta untuk melakukan pemutakhiran data
terkait kelompok masyarakat terimbas. Karena dampak ekonomi kali ini bisa
meluas. "Bagaimana ini mempercepat pemutakhiran data, siapa yang berhak
atau tidak. Artinya dampak ini tidak hanya di kelompok bawah," tambahnya.

 Selain pemutakhiran data, Teguh juga menyarankan pemerintah menyediakan
mekanisme khusus untuk warga masyarakat mengajukan diri sebagai penerima
bantuan sosial. Hal itu akan membantu penyaluran bantuan sosial lebih tepat
sasaran dan jangkauan.

"Saya dari dulu mendorong ada mekanisme, misalnya on demand application
untuk bantuan sosial. Artinya, orang yang benar-benar menderita belum
terdaftar, diperkenankan mendaftar. Dari situ ada verifikasi," pungkasnya.

* Editor:  Muhammad Guruh Nuary*
<https://www.gatra.com/news-550167-ekonomi-subsidi-bbm-regresif-dinikmati-orang-kaya-indef-sarankan-ubah-ke-blt.html>
COMMENTS





[image: width=]
<https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
Virusfri.www.avast.com
<https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
<#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2BDemMgWkO94cp6FfY5UjBzBLojc9EBV2-2So%2Bw9yJiMg%40mail.gmail.com.

Reply via email to