JANG COBA GANTI, SEINDONESIA BISA RONTOK..! 
Usai Dikunjungi Jokowi, Nilai Investasi Jepang, Korea Selatan dan China Capai 
Ratusan Triliun Rupiah 
ByTim 
Redaksi0https://bergelora.com/jang-coba-ganti-seindonesia-bisa-rontok-usai-dikunjungi-jokowi-nilai-investasi-jepang-korea-selatan-dan-china-capai-ratusan-triliun-rupiah/

JAKARTA – Usai dikunjungi Presiden Jokowi, nilai komitmen investasi Jepang, 
Korea Selatan dan Republik Rakyat Tiongkok atau China mencapai ratusan triliun 
rupiah. Peningkatan investasi didapat karena tingkat kepercayaan para investor 
pada kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Mereka yakin dibawah kepemimpinan 
Presiden Jokowi investasinya akan aman dan membawa keuntungan dalam jangka 
panjang.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyampaikan 
Indonesia memperoleh komitmen investasi sebesar 6,72 miliar Dolar Amerika 
Serikat (AS) dari Korsel.

“Salah satu komitmen investasi Korea sebesar 6,72 miliar Dolar AS atau setara 
dengan Rp100 triliun lebih. Perlu kami sampaikan bahwa dari yang sudah ada 
semuanya sudah on going, bahkan sebagian groundbreaking-nya mulai di akhir 
tahun ini dan sebagian di Januari,” ujar Bahlil dikutip dari laman 
setkab.go.id, Rabu (24/8/2022).

Bahlil menambahkan, dalam komitmen investasi tersebut terdapat komitmen 
penambahan investasi sebesar 3,5 miliar Dolar AS dari Posco yang akan bekerja 
sama dengan Krakatau Steel untuk memproduksi baja untuk otomotif termasuk 
kendaraan listrik.

“Seluruh perizinan dan insentifnya sudah clear,” kata Bahlil.

Selain itu, terdapat juga komitmen untuk pembangunan pabrik sepatu di Sragen, 
Jawa Tengah yang akan menyerap tenaga kerja kurang lebih 30 ribu orang.

Kemudian juga LG yang membangun pabrik baterai listrik serta berminat untuk 
berinvestasi di Ibu Kota Negara (IKN).

“LG dalam membangun ekosistem baterai mobil semuanya masih dalam schedule, 
semua kerja, dan realisasinya sebagiannya sudah jalan,” kata Bahlil.

Untuk RRT, Bahlil mengungkapkan komitmen RRT untuk penambahan impor CPO dari 
Indonesia.

Selain itu, Cina juga akan berinvestasi dalam pembangunan Green Industrial Park 
di Kalimantan Utara (Kaltara) serta energi baru terbarukan.

Usai dikunjungi Presiden Jokowi, nilai komitmen investasi Jepang, Korea Selatan 
dan Republik Rakyat Tiongkok atau China mencapai ratusan triliun rupiah.

“Tadi kami diarahkan untuk melakukan percepatan terhadap kawasan industri di 
Kaltara, dan alhamdulillah semua perizinannya semua sudah selesai dan sekarang 
pembangunan infrastrukturnya sudah mulai,” katanya.

“Hal-hal lain yang terkait dengan di Cina, pengembangan untuk CATL, kemudian 
beberapa energi baru terbarukan pun berjalan,” ujarnya.

Sementara itu, terkait tindaklanjut kunjungan ke Jepang, Menteri Koordinator 
Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa evaluasi 
Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) diharapkan dapat segera 
selesai, sebelum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.

“Pemerintah Jepang sudah menerima sertifikasi New ISPO (Indonesia Sustainable 
Palm Oil) dan juga memperluas usulan akses pasar untuk produk tuna kaleng, 
kopi, produk laut, serta buah tropis seperti mangga, nanas, dan pisang. Ini 
diharapkan bisa masuk di dalam general review IJEPA, di mana pos tarifnya bisa 
diperbaiki,” ujar Airlangga.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Airlangga juga memaparkan sejumlah 
investasi dari Jepang yang masuk ke Indonesia, di antaranya tambahan investasi 
dari Mitsubishi sebesar Rp10 triliun, Toyota Group sebesar Rp27,1 triliun, 
serta realisasi investasi dari Glico maupun dari sektor retail.

Di bidang infrastruktur, kerja sama untuk proyek strategis seperti Pelabuhan 
Patimban juga dilanjutkan.

“Pelabuhan Patimban akan terus dilanjutkan di tahap II (2024-2025) dengan 
investasi sekitar Rp7,58 triliun dan persiapan untuk fasilitas tahap III KPBU 
(Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha) sebesar Rp3,86 triliun,” kata 
Airlangga.

Menambahkan yang disampaikan Menko Ekon, Menteri Investasi menyampaikan bahwa 
salah satu komitmen investasi Jepang diperoleh dari Sojitz Corp yang akan 
membangun industri metanol di wilayah Indonesia bagian timur.

“Pembangun metanol di Papua Barat, sudah disepakati juga bawa metanolnya di 
(Teluk) Bintuni dan pabrik pupuknya di Fakfak, dan semuanya berjalan. Jadi 
total investasi yang dari Jepang yang kami umumkan 5,2 miliar Dolar AS semuanya 
berjalan,” ujar Bahlil.

Semakin banyak investor luar negeri berkomitmen akan mempercepat pertumbuhan 
ekonomi Indonesia. Tentu saja para investor juga berkepentingan mempertahankan 
kepemimpinan nasional Indonesia yang kuat dan stabil dibawah Presiden Joko 
Widodo. (Calvin G. Eben-Haezer)

Lagu Jokowi 3 Periode Untuk Kami | RJ
https://www.youtube.com/watch?v=fwGiM2ahvPI

LAGU BARU JOKOWI 3 PERIODE
https://www.youtube.com/watch?v=4SN-rzf-kEM

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/AD4B2D459F3F4D0CA30D34180460586C%40A10Live.

Reply via email to