ANIES DIPERIKSA KPK. SIASAT LICIK HALANGI PENCAPRESAN 
https://www.youtube.com/watch?v=k7NF-L6_cCo

Am Sat, 3 Sep 2022 19:54:22 +0700
schrieb Ronggo Gmail <[email protected]>:

> Ge eR
> 
> On Sat, Sep 3, 2022, 19:16 Lusi D. <[email protected]> wrote:
> 
> >
> > Tiga Langkah Jegal Anies Baswedan
> > OLEH: TONY ROSYID - pemerhati sosial dan politik
> >
> > Sabtu, 03 September 2022, 03:58 WIB
> >
> > ANIES BASWEDAN nggak boleh nyapres. Ini harga mati. Ada pihak yang
> > merasa tidak aman kalau Anies nyapres. Apa yang tidak aman?
> > Bisnisnya tidak aman, kepentingan politiknya tidak aman, bahkan
> > diri mereka juga bisa tidak aman.
> > Anies satu-satunya kandidat yang oleh mereka dianggap tidak bisa
> > mereka kendalikan. Karena itu, Anies harus dihentikan. Sekali lagi,
> > harus dihentikan.
> > Ada upaya sangat serius untuk jegal Anies, kata Andi Arief. Politisi
> > Demokrat yang terkenal tegas ini blak-blakan soal penjegalan
> > terhadap Anies. Publik pun sebenanrnya sudah sangat paham.
> > Bagaimana cara menghentikan Anies? Ada tiga langkah. Langkah
> > pertama, jadikan Anies tersangka. Pra Pilgub DKI 2017 hingga hampir
> > selesai masa kerja lima tahun sebagai gubernur, kasus demi kasus
> > terus dicari. Kasus DP 0 persen, nggak ketemu.
> >
> > Formula E? Commitment fee, ternyata bukan pelanggaran. Tanggal
> > pembayaran? Di sini dicari celahnya. Meski sudah disetujui Banggar,
> > pembayaran Formula E mau diutak atik. Pembayaran sebelum Sidang
> > Paripurna DPRD mau dipermasalahkan. Padahal, tak ada pelanggaran
> > hukum. Itu hanya soal administrasi belaka. Apalagi, ini dilakukan
> > untuk menghindari denda. Kalau kena denda, harus keluar uang lagi.
> >
> > Anies selamatkan event Formula E dari denda. Kok mau ditersangkakan?
> > Ini bisa memicu gejolak sosial, kata salah seorang ketua umum partai
> > dengan wajah marah.
> >
> > ADVERTISEMENT
> > Hal yang sama dikhawatirkan sejumlah orang. Kalau Anies "dipaksa
> > jadi tersangka" apakah akan terjadi gejolak sosial, tanya sejumlah
> > anggota Dewan dan aktifis ke saya. Boleh jadi apa yang diungkapkan
> > ketua umum partai itu benar-benar terjadi, jawabku. Jawaban yang
> > aman.
> >
> > Saat ini, Anies boleh dibilang satu-satunya ekspektasi bagi rakyat
> > yang selama ini merasa tak terakomodir aspirasinya. Jika ekspektasi
> > ini hilang, mereka bisa putus asa. Frustasi! Dan ini bisa menjadi
> > sumber lahirnya gejolak sosial-politik itu. Sebab, tak ada lagi
> > harapan. Ngeri!
> >
> > Jangan "paksa" Anies jadi tersangka jika tidak benar-benar ada bukti
> > layaknya tersangka yang lain. Yang ada bukti, jelas dan kasat mata
> > saja, nggak kunjung dijadikan tersangka.
> >
> > Anies yang menurut banyak ahli hukum tidak melanggar mau dijadikan
> > tersangka. Hal ini bukan saja akan dicatat sebagai sejarah terburuk
> > bagi demokrasi di Indonesia, tapi juga berpotensi menimbulkan
> > gejolak sosial-politik.
> >
> > Ini juga akan membuat kualitas Pemilu 2024 menjadi Pemilu terburuk
> > di era reformasi. Emang ada yang mikirin kualitas pemilu? Banyak
> > yang masa bodoh!
> >
> > Langkah kedua, Anies jangan sampai dapat tiket nyapres. Koalisi
> > Indonesia Bersatu (KIB) yang dibentuk oleh PPP, PAN dan Golkar
> > dibaca publik sebagai upaya untuk jegal Anies.
> >
> > Publik tahu bahwa kader dan pemilih PPP-PAN mayoritas mendukung
> > Anies. Terlalu berisiko jika dua partai ini dukung capres lain.
> > Elektoral bisa jeblok. Suka tidak suka, fakta politiknya
> > menunjukkan bahwa kader dan konstituen dua partai ini mayoritas
> > dukung Anies. Partai yang tidak aspiratif terhadap konstituennya,
> > bisa collaps! Kita lihat di pemilu 2024 nanti.
> >
> > Golkar sendiri? Ada Jusuf Kalla dan Akbar Tanjung. Dua tokoh KAHMI
> > ini masih punya pengaruh besar terhadap Golkar. Keduanya lebih
> > dekat dengan Anies dari pada kandidat-kandidat yang lain. Ada
> > kemungkinan merapat le Anies setelah KIB gak berujung.
> >
> > Kehadiran Partai Komunis China (PKC) ke kantor Golkar baru-baru ini
> > juga dicurigai oleh sejumlah pihak sebagai upaya untuk menjegal
> > Anies. Nah, kecurigaan ini perlu ditelusuri. Benarkah?
> >
> > Setelah KIB terbentuk, munculah Nasdem, PKS dan Demokrat yang
> > semakin intens berkomunikasi. Arahnya akan mengusung Anies. Tiga
> > partai ini hampir solid. Gabungan dari tiga partai ini cukup
> > memenuhi syarat untuk mengusung Anies.
> >
> > Tapi, masih ada satu persoalan. Demokrat bisa pindah tangan jika
> > Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) memenangkan Moeldoko. Mungkinkah
> > Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan melemah dan membuka ruang
> > negosiasi untuk menghentikan langkahnya mendukung Anies? Hanya SBY
> > dan Tuhan yang tahu. Teriakan Andi Arief sebagai kader militan
> > Demokrat mungkin bisa dibaca dari sini.
> >
> > Langkah ketiga, jika langkah pertama dan kedua gagal dan Anies tetap
> > bisa maju di pilpres 2024, maka cara terakhir adalah menggunakan
> > infrastruktur kecurangan. Ini akan bisa masif jika kubu Anies tidak
> > mengantisipasinya. Kemungkinan akan ada sejumlah institusi dan
> > lembaga yang dilibatkan untuk mengalahkan Anies di Pilpres 2024.
> >
> > Anda ingat Pilgub DKI 2017? Ada instruksi kepada sejumlah kepala
> > daerah datang ke Jakarta untuk memenangkan Ahok. Ada sejumlah TPS
> > dimana di putaran pertama Anies-Sandi tidak dapat suara satupun.
> > Baru di putaran kedua, Anies-Sandi bisa menang di beberapa TPS itu.
> > Dahsyat bukan?
> >
> > Jadi, ini semua nggak ada urusannya dengan isu kadrun, radikal,
> > intoleransi atau sejenisnya. Itu semua sampah. Anda bodoh kalau
> > percaya isu ini. Orang Arab bilang: "bahlul murakab".  Yang terjadi
> > adalah pertarungan politik tingkat tinggi, dimana munculnya Anies
> > sebagai kandidat capres 2024 menjadi ancaman bagi kepentingan
> > segelintir orang.
> >
> > Mereka merasa tidak aman. Munculah kemudian isu-isu sampah itu. Dan
> > mereka yang goreng isu itu saat ini sedang bekerja keras untuk jegal
> > dan hentikan Anies, sebagaimana yang Andi Arief bongkar itu. Paham?
> >
> > Akhirnya, apakah Anies akan terjegal dan bisa dihentikan? Atau Anies
> > melenggang dan menjadi Presiden RI ke-8? Mari kita tunggu takdir
> > masa depan bangsa ini.
> >
> >
> > --
> > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45"
> > dari Google Grup.
> > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup
> > ini, kirim email ke [email protected].
> > Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
> > https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20220903141536.599ededd%40lilik-ThinkPad-T420s
> > .
> >  
> 

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20220907092423.1a4ef015%40lilik-ThinkPad-T420s.

Reply via email to