Di Depan Para Kepala Daerah Jokowi Cerita Keberhasilannya Kendalikan Inflasi 
Semasa Walikota Solo
Banjar Chaeruddin
- Senin, 12 September 2022 | 20:05 WIB
https://www.sinarharapan.co/politik/pr-3854686559/di-depan-para-kepala-daerah-jokowi-cerita-keberhasilannya-kendalikan-inflasi-semasa-walikota-solo?page=2
    

Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan dalam kegiatan mengenai pengendalian 
inflasi daerah di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/9/2022). ANTARA/Gilang 
Galiartha
SINAR HARAPAN--Presiden Joko Widodo (Jokowi) menceritakan pengalamannya menekan 
laju inflasi semasa masih menjabat sebagai Wali Kota Solo di hadapan para 
kepala daerah yang mengikuti Pembahasan Inflasi Daerah di Istana Merdeka, 
Jakarta, Senin.
Jokowi mengungkapkan salah satu langkah yang ditempuh kala itu adalah dengan 
menanggung biaya transportasi kebutuhan komoditas yang menggunakan pos anggaran 
belanja tidak terduga dalam APBD.

"Ini pernah saya lakukan, pengalaman saat wali kota dengan menutup biaya 
transportasi tersebut, sehingga saat itu inflasi bisa kita turunkan seingat 
saya sampai 1,2," kata Presiden saat memberi arahan kepada jajaran kepala 
daerah.

Jokowi bahkan mengenang bahwa pencapaiannya itu bahkan membuahkan apresiasi 
dari Kementerian Keuangan dalam bentuk Dana Insentif Daerah (DID).

"Saat itu saya diberikan hadiah dari menteri keuangan, seingat saya Rp10 miliar 
dalam bentuk DID," ujarnya.

"Artinya ini bisa dilakukan. Ini bisa kita lakukan, tetapi memang kita kerja 
lebih detail," kata Jokowi menambahkan.

Selain pemanfaatan pos anggaran belanja tidak terduga, Kepala Negara mendorong 
jajaran kepala daerah untuk memanfaatkan dua persen dari dana alokasi umum 
(DAU) dalam upaya mengendalikan inflasi di wilayah masing-masing.
Menurut Jokowi saat ini dua persen dari DAU masih berada pada angka Rp2,17 
triliun, sedangkan pos anggaran belanja tidak terduga seluruh APBD provinsi, 
kabupaten, maupun kota mencapai Rp16,4 triliun, tetapi hingga Juli baru 
terealisasi sebesar Rp6,5 triliun.

"Artinya masih ada ruang yang sangat besar untuk menggunakan dana alokasi umum 
maupun belanja tidak terduga oleh provinsi, kabupaten, maupun kota," tuturnya.
Penggunaan DAU dan pos anggaran belanja tidak terduga untuk pengendalian 
inflasi di daerah sudah diperintahkan Presiden sejak beberapa pekan lalu.

Hal itu bahkan sudah memiliki payung hukum lewat Surat Edaran Menteri Dalam 
Negeri Nomor 500/4825/SJ tentang Penggunaan Belanja Tidak Terduga Dalam Rangka 
Pengendalian Inflasi Daerah yang terbit akhir bulan lalu.

Keputusan pemerintah menaikkan sejumlah harga bahan bakar minyak (BBM) 
baru-baru ini ditengarai dapat menimbulkan kenaikan inflasi sebesar 1,8 persen.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa dirinya tidak mengharapkan hal itu terjadi, 
oleh karenanya ia mengajak seluruh gubernur, bupati, dan wali kota untuk 
bekerja bersama pemerintah daerah mencegah-nya.
"Saya minta gubernur, bupati, wali kota, agar daerah bekerja bersama-sama 
pemerintah pusat seperti saat kita bekerja secara serentak dalam mengatasi 
COVID. Saya yakin Insya Allah bisa kita lakukan, sehingga inflasi di tahun ini 
kita harapkan bisa dikendalikan di bawah 5 persen," ujar Presiden.

Sejumlah kepala daerah hadir langsung di Istana Merdeka mengikuti arahan 
Presiden terkait pengendalian inflasi daerah.

Turut hadir pula Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Menteri Koordinator Bidang 
Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri 
Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan 
Sekretariat Kabinet Pramono Anung.



Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Antara

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/DA246EAA16D74FCDA1AFC9ADF32AFF1E%40A10Live.

Reply via email to