China ungkap 41 jenis senjata siber dalam peretasan di universitas
Selasa, 13 September 2022 19:07 WIB
Beijing (ANTARA) - Pusat Tanggap Darurat Virus Komputer Nasional (National
Computer Virus Emergency Response Center/CVERC) China mengumumkan terdapat 41
jenis senjata siber yang digunakan oleh Kantor Operasi Akses Khusus (Tailored
Acces Operation/TAO) yang berafiliasi dengan NSA dalam sejumlah serangan siber
baru-baru ini terhadap Northwestern Polytechnical University China.
Di antara senjata-senjata siber tersebut, "Suctionchar" yang digunakan untuk
mengendus dan mencuri merupakan salah satu "pelaku" paling langsung yang
menyebabkan pencurian sejumlah besar data sensitif, kata CVERC.
Menjadi sangat tersembunyi dan mudah beradaptasi dengan lingkungan,
"Suctionchar" dapat mencuri akun-akun dan kata sandi dari berbagai manajemen
jarak jauh serta layanan pengiriman berkas di server target, menurut laporan
yang dirilis oleh CVERC bekerja sama dengan perusahaan keamanan siber Beijing
Qi'an Pangu Laboratory Technology Co., Ltd.
Analisis teknis menunjukkan bahwa "Suctionchar" dapat bekerja secara efektif
dengan senjata siber lain yang digunakan oleh NSA, kata CVERC mengutip para
pakar keamanan siber.
"Suctionchar" dapat dikirim oleh TAO ke berbagai server target dengan bantuan
platform senjata serangan kerentanan "Acid Fox", Trojan NOPEN dan senjata siber
lainnya yang memiliki kemampuan serangan terhadap kerentanan dan kontrol
terus-menerus atas perangkat yang terinfeksi, catat para pakar.
Ditemukan bahwa "Suctionchar" dapat beroperasi diam-diam di berbagai server
target, memantau input para pengguna secara waktu nyata (real time) pada
program terminal konsol sistem operasi, dan mencegat semua jenis nama pengguna
serta kata sandi.
Setelah diperoleh oleh TAO, nama para pengguna dan kata sandi ini dapat
digunakan untuk mengakses server serta perangkat jaringan lain guna mencuri
berkas atau mengirimkan senjata siber lainnya, sebut para pakar.
Dalam serangan siber TAO terhadap universitas China itu, "Suctionchar"
ditemukan bekerja sama dengan sejumlah komponen lain dari program Trojan Bvp47,
senjata tingkat atas dari Equation Group peretasan NSA.
Menurut sebuah laporan terpisah yang dirilis oleh Laboratorium Pangu pada
Selasa (13/9), Bvp47 telah dikerahkan untuk menyerang target di 45 negara dan
kawasan di seluruh dunia selama rentang waktu lebih dari 10 tahun.
Amerika Serikat telah meluncurkan sejumlah serangan siber tanpa pandang bulu di
seluruh dunia, daripada secara selektif menargetkan negara-negara yang
dianggapnya sebagai pesaing strategis, kata laboratorium itu.
Menurut laboratorium tersebut, sebanyak 64 sistem di China telah diretas oleh
Bvp47, menjadikan negara itu korban terbesar dari serangan siber baru-baru ini
yang terekspos, diikuti oleh 32 sistem di Jepang, 30 di Republik Korea (Korea
Selatan), dan 16 di Jerman. Selesai
Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2022
Tag:
China
Keamanan
Serangan Siber
--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20220913205914.304f9a26c343d1370a134e2f%40upcmail.nl.