Saya kira bu Risma itu karena sudah jadi walikota Surabaya yang dicintai
rakyatnya, ingat pada peribahasa :
Mengharapkan burung terbang tinggi, punai di tangan dilepaskan. Kalau
jabatan walikota dilepas, belum tentu berhasil jadi gubernur Jakarta.
PDIP pun memperhitungkan untuk kemudian hari kans Jarot jadi Gubernur
Jakarta.
lebih gampangan nanti jadi Gubernur Jawa Timur dari pada Gubernur Jakarta.


2016-09-21 12:49 GMT+02:00 roeslan roesla...@googlemail.com [GELORA45] <
GELORA45@yahoogroups.com>:

>
>
> *REFLEKSI :* Ada dua pandangan dunia yang saling bertentangan di dunia ini,
> yaitu: *Pandngan liberal dan Konserfati**f**.*
>
> *Perbedaan antara aliran liberal dan ko**n**serfatif.*
>
> Pandangan *liberal pada pokoknya berkecenderungan untuk mengabaikan
> faktor dalam, sampai pada kecenderungan *untuk melenyapkan faktor dalam,
> yang dalam konteks ini  pada umumnya diwakili oleh golongannya
> prtogresif-revolusioner. Sedangkan pandangan *konserfatif menitik
> pusatkan pada faktor dalam, yang pada umunya diwakili oleh golongan agamais
> yang mempertahankan dogma-dogma keagamaan secara membuta**.*
>
> Pandanagn bu Risma saya katergorikan dalam pandangan yang konserfatif,
> ini tercermin dalam ucapan beliau yang mengatakan, saya kutip : pasrah
> pada kehendak Tuhan. (kutipan selesai). Pandangan seperti itu saya
> kategorikan dalam pandangan yang konserfatif, yang tidak sesuai dengan
> tuntutan Tuhan YME.  Menurut pengamatan saya ajaran Islamisme yang tertulis
> dalam Al Quran, Khusunya dalam surat yang ke 13, yaitu sutat Ar Ra´du 
> banyaknya
> ayat ada 43.(diturnkan di Madaniyah). Khususnya dalam konteks ini saya
>  ambil Sutat Ar Ra´du (ayat 11), yang mengatakan :
>
> *Sesungguhnya Tuhan tidak akan merubah nasib suatu **umat**, kecuali jika
> mereka sendiri yang merubahnya**.*
>
>
>
> Pendapat bu Risma dalam tulisan dibawah ini saya tanggapi sebagai
> pandangan yang konserfatif, karena bu Risma memasrahkan segala sesuatu
> kejahatan atau kebaikan di dunia ini, sepenuhnya ada ditangan Tuhan, jadi
> manusia tidak perlu merubahnya, kecuali hanya berdoa, menunggu kehendak
> Tuhan.
>
>
>
> Dalam konteks ini sebaiknya bu Risma sebagai seorang Muslim yang patuh
> harus mebaca berulang kali Surat Ar Ra´du (ayat 11) yang terdapat didalam
> Al Quran, seperti yang sudah saya utarakan diatas,
>
>
>
> Petunjuk Tuhan yang tersurat dalam Ar Ra´du (ayat 11) itu seharusnya
> diartikan sebagai petunjuk yang harus dilakukan oleh umatnya, aratinya :
> Kaum miskin dan tertindas,yang dalam perpolitikan di Indonesia lazim
> disebut wong cilik atau yang istilah Qurannya kaum *mustadafin*, akan
> tetap miskin dan tertindas, bila kaum mustadafin sendiri tidak membebaskan
> dirinya dari belenggu yang dililitkan olek kaum *mustakbirin* (para
> tirani, angkuh dan kaya) dileher mereka. Menurut pengamatan saya dalam
> konteks ini bu Risma hanya bersikap pasif, mengungu hasil doanya , tanpa
> memperhatikan nasib wong cilik yang disengsarakan oleh kebijakkan
> gusur-menggusur oleh Ahok. Padahal sudah jelas, dalam surat Ar Ra´du (ayat
> 11) dijelskan bahwa *Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali
> jika mereka sendiri yang merubahnya. *Jadi tanpa adanya perubahan sikap
> dari Bu Risma yang hanya berdoa, menunggu kehendak Tuhan, dalam konteks
> pilkada Kota Jakarta, maka kaum miskin dan tertindas, akan tetap
> menagalami gurur-menggusur tanpa adanya ganti rugi yang sepadan oleh tindakan
> kekuasaan Ahok.
>
>
>
> Harus dipahami bahwa  sikap PDIP adalah sikap politik pemimpinnya, yang
> selalu cenderung mengabdi pada kepentingan diri si pemimpin itu sendiri,
> tidak dapat di nilai sebagai tetunjuk dari Tuhan YME, yang harus kita
> terima secara legowo.
>
>
>
> *Kesimpulan akhir*  : Sikap PDIP  dalam konteks Ahok (pilkada 2017) adalah
> mewakili sikap politik elite PDIP, khususnya sikap yang sesuai dengan
> kepentingan pemimpinnya, jangan di terima dan difami sebagai *mukjijud*
> dari Tuhan YME.
>
>
>
> Roeslan.
>
>
>
>
>
> *Von:* GELORA45@yahoogroups.com [mailto:GELORA45@yahoogroups.com]
> *Gesendet:* Dienstag, 20. September 2016 00:17
> *An:* GELORA_In; nasional-l...@yahoogroups.com; temu_er...@yahoogroups.com
> *Betreff:* [GELORA45] Risma Kini Mulai Serius Jawab Soal Pilgub DKI [1
> Attachment]
>
>
>
>
>
>
>
>
> http://sp.beritasatu.com/metropolitan/risma-kini-mulai-
> serius-jawab-soal-pilgub-dki/116891
>
> *Risma Kini Mulai Serius Jawab Soal Pilgub DKI*
>
>
> Senin, 19 September 2016 | 7:24
>
> [image: Tri Rismaharini [bangsaonline]]Tri Rismaharini [bangsaonline]
>
> Berita Terkait
>
>    - Ahok Klaim Lebih Nyaman Jika Didukung PDI-P
>    
> <http://sp.beritasatu.com/home/ahok-klaim-lebih-nyaman-jika-didukung-pdi-p/116899>
>    - Peringati Hari Rapat Raksasa Ikada, Ahok Ingatkan Soal Kepercayaan
>    
> <http://sp.beritasatu.com/home/peringati-hari-rapat-raksasa-ikada-ahok-ingatkan-soal-kepercayaan/116898>
>    - Ada Forum RT/RW Menolak, Ahok Malah Senang
>    
> <http://sp.beritasatu.com/home/ada-forum-rtrw-menolak-ahok-malah-senang/116897>
>    - Rizal Ramli Klaim Sudah Komunikasi dengan Partai Lain
>    
> <http://sp.beritasatu.com/home/rizal-ramli-klaim-sudah-komunikasi-dengan-partai-lain/116895>
>    - Rizal Ramli Sebut Elektabilitas Ahok Tinggi, Tapi Terus Merosot
>    
> <http://sp.beritasatu.com/home/rizal-ramli-sebut-elektabilitas-ahok-tinggi-tapi-terus-merosot/116894>
>
> [SURABAYA] Sementara itu jika satu-dua hari sebelumnya Wali kota Surabaya
> Tri Rismaharini menyatakan dengan canda soal dicalonkan di Pilgub DKI pada
> 2017 mendatang, namun Minggu malam justru menyatakan pasrah pada kehendak
> Tuhan. Jabatan baginya adalah sebuah amanah yang berat dan harus
> ditanggung sendiri akibatnya. Ia tidak ingin warga Surabaya ikut menanggung
> cobaan karena nafsu jabatan yang dikejarnya.
>
> “Sekali lagi ini hubungannya dengan Allah, dengan Tuhan YME. Ini nggak
> mudah dengan jabatan itu. Teman-teman boleh percaya atau tidak, saya
> bersumpah demi Allah, aku tidak pernah berani berdoa untuk memilih supaya
> jadi (Gubernur DKI Jakarta). Ini karena sekarang sangat berat amanah ini.
> Aku sendiri, aku bisa membuat surat yang buat orang lain menderita dan buat
> surat semua orang senang. Namun semua, mari kita serahkan kepada Tuhan,
> karena saya sudah tidak bisa lagi bertahan dengan saya punya prinsip. Saya
> harus perangi untuk kepingin,” tandas Risma di rumah dinasnya.
>
> Ia lalu mengambil contoh saat melakukan kampanye selama dua kali pada
> Pilkada (Pilwali) Surabaya. Risma mengaku tidak pernah dalam kampanyenya
> menyuruh warga agar memilihnya agar bisa menang.  “Saya tidak pernah
> meminta warga memilih saya. Boleh dicek, pernahkah aku turun dalam kampanye
> menyatakan, pilihlah aku. Ini pantang buat aku, karena konsekuensinya
> sangat berat bagi aku. Jadi aku sudah bertekad bulat tidak berada di
> tataran berkeinginan. Bahkan berpikir untuk kepingin itu saja tidak boleh,”
> ujar Risma.
>
> Ditanyakan tentang kemungkinan besar Ketua Umum DPP PDI-P Megawati
> Soekarnoputri tidak akan memerintahkannya maju ke Pilgub DKI 2017, Risma
> dengan tegas menyatakan, bahwa Ibu (Megawati Soekarnoputri) sepakat dengan
> alasannya agar tidak dicalonkan di Pilgub DKI. “Ya, saya yakin dan sudah
> jelaskan ke Bu Mega dan beliau sepakat. Keinginnan saya juga didengar Ibu.
> Dulu waktu saya nggak mau jadi menteri ibu juga sepakat. Kalau tidak karena
> Tuhan, semua itu tidak akan pernah ada (terjadi),” ujar Risma.
>
> Ketika wartawan menanyakan, jika Megawati tetap memilih dan memberikan
> rekomendasi ke Risma untuk running di Pilgub DKI, Risma dengan tegas
> menjawab akan berusaha agar tetap bisa bertahan memimpin di Surabaya. Pasti
> Ibu (Megawati) juga berpikir itu karena meninggalkan Surabaya itu berat.
> Itu pasti. “Bu Mega sendiri sudah sepakat bahwa tidak, tetapi kan nggak ada
> yang bisa ngatur kehendak yang di atas. Saya pikir manusia tidak ada yang
> bisa ngatur kalau Allah berkehendak,” ujar Risma mulai melunak dan percaya
> bahwa Bu Mega bisa jadi ‘tahu takdir’ Risma.
>
> Menurut Risma, DPP PDIP pasti melihat ada sekelompok warga Surabaya yang
> harus dihormati hak haknya. Risma menampik keras ia merasa berat karena
> nggandoli posisinya sebagai wali kota jika ia maju ke Pilgub DKI. “Wow
> tidak. Bukan itu. Saya tidak pernah seperti itu. Makanya saat PNS dulu,
> saya langsung mundur dengan legowo ketika pertama kali dimajukan Ibu
> (Megawati) ke Pilwali Surabaya,” ujar Risma.
>
> Ingat diawal itu, ujar Risma lagi. Yang pertama, ia harus mundur dari PNS
> karena memang aturannya. Kedua, saya tidak ingin dituduh macam-macam
> kendati sebenarnya (menerima perintah dari Bu Mega waktu) itu merupakan
> amanah (takdir?) yang sangat berat. Bersedia atau tidak jika Megawati
> Soekarnoputri menugaskannya maju ke Pilgub DKI, itu akan ia (Risma)
> pastikan dalam the last minute. [ARS]
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke