Pada Sabtu, 8 Oktober 2016 16:49, "Marco 45665 [email protected] 
[sastra-pembebasan]" <[email protected]> menulis:
 

     Saya Butuh Manajer Birokrasi Bukan Imam Sholat

Naaah.... lain kan dan sangat Nyata berbeda dan jauh dan lebih membumi SIKAP 
dan PANDANGAN SEORANG INTELEKTUIL  MUSLIM yang Terbuka Mata dan Pikirannya  dan 
lebih banyak menggunakan Akal /Ratio-nya ketimbang OCEHAN SEORANG "HABIB "  
MUSLIM BERRORBAN HIJAU  yang KERJANYA  tidak lebih MEMEBAKAR Massa dan Umatnya  
dan MENABUR KEBENCIAN terhadap NON MUSLIM  dan sesama Bangsanya.
Bangsa ini butuh HIDUP dan BERKEMBANG , BUTUH BEKERJA, MAKAN , HIDUP NORMAL DAN 
LAYAK  butuh BERPIKIR dan  BERKERASI dan MEMPRODUKSI agar BISA HIDUP dan agar 
Bangsa ini  menjadi BANGSA YANG KUAT , MAJU DAN DISEGANI ATAU DIHORMATI DUNIA 
... dan TIDAK untuk dicengkam selam Hidupnya untuk TAK HENTI2NYA BERDOA UNTUK 
HIDUP  dan untuk mendengarkan CHOTBAH yang Memecu Kebencian dan Kebohongan 
Abadi sepanjang Hidupnya ..... 
Sebagai seorang MUSLIM  dan juga bagi Yang NON MUSLIM , maka Setiap dari kita 
bisa Mutlak dan Bebas Berkemonuikasi dengan Allahnya , dengan Tuhannya masing2 
, memanjatkan Puji dan Doanya , memohon berkahnya.  melakukan kewajiban 
Keagamaannya, Menghoirmati satu sama lainnya ....... Tetapi satu Hal , JANGAN 
BIARKAN MEREKA DISALAH GUNAKAN dan DIJADIKAN KORBAN oleh PIHAK2 TERTENTU  demi 
untuk KEPENTINGAN PRIBADINYA MASING2 dan berselimut dibelakang NAMA ALLAH  
melaui CHOTBAH2 NYA yang tidak lebih hanya untuk menanamkan KEBENCIAN dan 
menyebarkan Agitasi  dan Kampanye yang Menyesatkan serta Ketegangan dan 
Kerusuhan diantara Masyarakat Bangsa ini serta sengaja menanam BENIH2 RASA dan 
memprovokasi Kekerasan dan atau Ketegangan didalam Masyarakat 

>> Dan sangat benar seperti kata seorang intelektual Muslim Mohammad Monib 
>> ,yang saya perlu ulangi dan saya Perkaya dan Perluas ARTI dari Sikap 
>> Pikiranya sbg suatu Hal yang kongkret -bahwa Bangsa dan Negara Indonesia dan 
>> Kita semua jauh lebih banyak membutuhkan " Manager Birokrasi (Administrasi) 
>> dan Manager technis Pelaksana  ( Karyawan PROFESSIONIL) serta PIMPINAN AHLI 
>> MEYAKINKAN (Profesional dan bukan Amatir ) serta Jutaan CERDIK CENDEKIAWAN , 
>> Ratusan Ribu Dokter Umum dan Ahli  dan PARA AHLI dan ILMUWAN  yang bisa 
>> memimpin dan membawa Bangsa ini kearah Kemajuan yang Essensial dalam segala 
>> bentuknya ( Ekonomis, Politis, Pendidikan , Know-how , Budaya , 
>> Socialwelfare, Mental dan Rochani mauapun Spiritual  ...... (dan bukan 
>> Jutaan Haji dan "Iwam yang memimpin Solta dan Doa " ......Mungkin konstalsi 
>> demikian  Serasa Pahit untuk ditelan dan Sakit untuk dirasakan bagi yang 
>> bersangkutan...) namun Itu semua Tak perlu dirasakan dan yang paling 
>> penting,justru adalah sebaliknya Apa yg dikemukakan oleh Intektuil Muslim > 
>> Mohammad Monib ,kiranya  PERLU DIPIKIRKAN dan DILAKSANAKAN dengan SERIOUS 
>> .Ini adalah suatu Kenyataan real yang objektive sangat penting dan 
>> dibutuhkan.   ... Suatu Kenyataan dan Kebutuhan Objektive yang merupakan 
>> suatu Persyaratn yang HARUS terpenuhi dan dipenuhi bagi dan demi Kemajuan 
>> Bangsa dan Negara  ( Jika kita benar2 ingin melihat Negara dan bangsa Kita 
>> Maju , Makmur dan Bahagia ....dan Tidak cukup hanya symbolistis 
>> menggantungkan pada Symbol2 yang jika Sila2 tsb Tidak dipenuhi atau 
>> terpenuhi dalam bentuk yang Real atau Nyata , maka SYMBOL  tsb akan tetat 
>> SEBAGAI SYMBOL ..yang Mati tanpa Jiwa  dan Tanpa Pengisian   yang Kongkret 
>> dalam segala bentuknya...... 
2016-10-08 14:36 GMT+02:00 'Chan CT' [email protected] [sastra-pembebasan] 
<[email protected]>:

     Mohammad Monib, Seorang Intelektual Muslim: Saya Butuh Manajer Birokrasi 
Bukan Imam Sholathttp://www.nkritoday.com/ berita/wajib-baca-mohammad- 
monib-seorang-intelektual- muslim-saya-butuh-manajer- 
birokrasi-bukan-imam-sholat. html?utm_source=dlvr.it&utm_ medium=facebook 
Hampir setiap menjelang pemilihan pemimpin (pemilu dan pilkada), kerap kali 
beredar isu-isu miring yang melekat pada para calon pemimpin, mulai dari 
isu-isu sensitif seperti neoliberal dari segi ekonomi, antek partai terlarang, 
rasis, atau latar belakang keyakinan agama.Dalam konteks Pilkada DKI 2017, isu 
yang sangat santer berkecamuk adalah SARA (suku, agama, ras dan antargolongan). 
 Hal ini karena salah satu calon, yakni petahana Basuki Tjahaja Purnama (ahok) 
dari latar belakang etnis dan agama minoritas.Berpasangan dengan Djarot Saiful 
Hidayat, Ahok banyak diserang karena latar belakang agamanya.Namun, hal ini tak 
berlaku bagi intelektual Muslim Mohammad Monib.Murid almarhum Nurcholis Madjid 
ini mempunyai alasan tersendiri mengenai pemimpin non-Muslim yang memerintah 
umat Islam.Baginya, non-Muslim boleh menjadi pemimpin selama dia tidak memushi 
Islam, apalagi dia sebagai warga negara yang sah dan berhak untuk mencalonkan 
dirinya sebagai pemimpin. Mendukung Ahok Direktur Indonesian Conference on 
Religions and Peace (ICRP) Mohammad Monib menjelaskan jika ayat yang 
mengharamkan pemimpin non-Muslim itu memiliki asbabun nuzul (sebab turunnya 
suatu ayat) yang lekat dengan konteks sosio-politik saat itu.“Ahok bekerja 
dengan baik dan terlihat hasilnya. Banyak programnya yang tidak dilakukan oleh 
gubernur Muslim sebelumnya,” kata Monib kepada Rimanews ditemui di kediamannya, 
Rabu (06/10/2016) malam.Terkait kesantunan Ahok yang dikritik banyak pihak, 
alumni Gontor yang tengah merintis sebuah pondok pesantren untuk kaum dhuafa 
ini mengatakan jika bekas bupati Belitung Timur itu tidak bicara kasar kepada 
orang-orang baik.“Ada konteksnya,” jelasnya.Monib mendukung Ahok juga karena 
keyakinannya bahwa Ahok tak akan mengusir pribumi dari Jakarta, termasuk tidak 
berlaku diskriminatif.“Biar program-program yang sudah baik bisa dilanjutkan; 
biar preman-preman politik dan birokrasi ada lawan tandingnya,’ ujarnya.Ahok, 
menurut pria asal Madura ini, sudah mengajari publik tentang transparansi dalam 
birokrasi.“Bekerja untuk publik dan cukup bersih dari korupsi. Saya butuh 
manajer birokrasi dan pelayan publik, bukan imam shalat,” katanya.Dalam memilih 
pemimpin, dia mengimbau masyarakat untuk berpijak kepada konstitusi UUD 45, 
yang memberikan hak kepada semua warga negara yang bisa melewati prosedur 
birokrasi untuk berkompetisi dalam kepemimpinan.Menurutnya, bangsa ini bukan 
hanya milik orang Islam, tapi milikbersama.“Saya lelah melihat politisi dan 
birokrasi seiman nyolong dan garong uang rakyat. Saya otonom dalam pemikiran 
agama, etika dan jalan hidup. Kelak saya mandiri di hadapan Allah. Karenanya, 
saya wajib mandiri dalam menentukan jalan hidup,” katanya. Polemik al-Maidah 
ayat 51 Baru-baru ini, publik dibuat geger oleh pernyataan Ahok terkait surat 
al-Maidah ayat 51 yang sering dijadikan argumen untuk melarang non-Muslim 
menjadi pemimpin.Menurut Monib, masyarakat harus cerdas dalam memahami makna 
dengan melihat historisitas ayat tersebut diturunkan.“Bagi saya, konteks ayat 
yang digunakan kan clear. Saat itu habis perang Uhud (22 Maret 625 M); penduduk 
Madinah mengalami kegoncangan, Islam kalah, sebagian orang Islam sangat 
terancam, kemudian mereka menyelamatkan diri, bagaimana caranya? Ada yang 
berfikir mencari penyelamatan, berkoalisi dengan kaum Quraisy, ada yang 
berpikir dengan Yahudi, sementara yahudi itu melakukan banyak pelanggaran. 
Jadi, al-Quran mengkritik (pemimpin non-Muslim, red) itu adalah ga ada. 
Sehingga, bagi saya, kritik terhadap Ahok tidak serta-merta (dapat dipakai 
untuk konteks Ahok, red), karena bagi saya Ahok tidak memusuhi Islam,” 
jelasnya.Monib menilai tidak sepatutnya kepemimpinan dilihat dari identitas 
agama.“Saya lebih butuh kepada orang yang menjalankan prinsip-prinsip kebenaran 
universal dibandingkan dari sekadar apa yang disebut saya ‘islam minimalis’ 
itu, sekedar baca syahadat. Jadi bagi saya gak ada masalah (dengan pemimpin 
non-Muslim, red),” katanya.Monib pun mengutarakan kekecewaan kepada sejumlah 
politisi yang dari luar tampak saleh, tetapi tak mampu menanggalkan perilaku 
koruptif.“Secara khusus, saya kecewa; temen-temen saya, Anas Urbaningrum 
(mantan Ketum Demokrat) saya kenal baik, Fuad Amin (Kyai dan Mantan Bupati 
Bangkalan). Di departemen agama itu korupsinya luar biasa. Jadi, bagi saya 
kalau ada orang yang bisa saya percaya sampai detik ini antikorupsi, bersih, ya 
Ahok ini,” ujarnya. Mengapa bukan yang lain? Monib mempunyai penilaian khusus 
tentang petarung lain di Pilkada DKI 2017.Sebagaimana diketahui, pasangan lain 
yang bakal menantang Ahok-Djarot adalah Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus 
Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni.Terkait Anies, Monib mengaku mengenalnya 
secara pribadi sebagai civitas Universitas Paramadina, jauh sebelum namanya 
moncer di media.“Anies gak ada prestasinya, di paramadina, di kementrian juga 
tidak ada prestasinya, orang dia batu loncat dan orang yang sangat pragmatis. 
Ahok saya lihat bekerja dan saya tidak peduli degan iman dia, yang penting dia 
bekerja dengan prinsip-prinsip sebagai profesional sebagai gubernur, 
masjid-masjid dia bangun dan sebagainya,” terangnya.Menurut Monib, nama Anies 
tiba-tiba melambung bukan karena hasil kerja keras sendiri.“Anies itu hanya 
penjual kalimat yang indah, tertata bagus dan wajah yang menawan, orang 
terpukau; sudah itu saja,” jelasnya.Tentang Agus, Monib mengaku masih belum 
percaya. “Saya tahu Sandiaga Uno, dan juga Agus misalnya, belum percaya. Ya 
kalau mau dipercaya, buktikan kalau begitu. Kenapa saya musti membuktikan kalau 
saya masih melihat Ahok bekerja?” pungkasnya.(rimanews.com)    

  #yiv7723668261 #yiv7723668261 -- #yiv7723668261ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv7723668261 
#yiv7723668261ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv7723668261 
#yiv7723668261ygrp-mkp #yiv7723668261hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv7723668261 #yiv7723668261ygrp-mkp #yiv7723668261ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv7723668261 #yiv7723668261ygrp-mkp .yiv7723668261ad 
{padding:0 0;}#yiv7723668261 #yiv7723668261ygrp-mkp .yiv7723668261ad p 
{margin:0;}#yiv7723668261 #yiv7723668261ygrp-mkp .yiv7723668261ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv7723668261 #yiv7723668261ygrp-sponsor 
#yiv7723668261ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv7723668261 
#yiv7723668261ygrp-sponsor #yiv7723668261ygrp-lc #yiv7723668261hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv7723668261 
#yiv7723668261ygrp-sponsor #yiv7723668261ygrp-lc .yiv7723668261ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv7723668261 #yiv7723668261actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv7723668261 
#yiv7723668261activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv7723668261
 #yiv7723668261activity span {font-weight:700;}#yiv7723668261 
#yiv7723668261activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv7723668261 #yiv7723668261activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv7723668261 #yiv7723668261activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv7723668261 #yiv7723668261activity span 
.yiv7723668261underline {text-decoration:underline;}#yiv7723668261 
.yiv7723668261attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv7723668261 .yiv7723668261attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv7723668261 .yiv7723668261attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv7723668261 .yiv7723668261attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv7723668261 .yiv7723668261attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv7723668261 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv7723668261 .yiv7723668261bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv7723668261 
.yiv7723668261bold a {text-decoration:none;}#yiv7723668261 dd.yiv7723668261last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv7723668261 dd.yiv7723668261last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv7723668261 
dd.yiv7723668261last p span.yiv7723668261yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv7723668261 div.yiv7723668261attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv7723668261 div.yiv7723668261attach-table 
{width:400px;}#yiv7723668261 div.yiv7723668261file-title a, #yiv7723668261 
div.yiv7723668261file-title a:active, #yiv7723668261 
div.yiv7723668261file-title a:hover, #yiv7723668261 div.yiv7723668261file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv7723668261 div.yiv7723668261photo-title a, 
#yiv7723668261 div.yiv7723668261photo-title a:active, #yiv7723668261 
div.yiv7723668261photo-title a:hover, #yiv7723668261 
div.yiv7723668261photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv7723668261 
div#yiv7723668261ygrp-mlmsg #yiv7723668261ygrp-msg p a 
span.yiv7723668261yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv7723668261 
.yiv7723668261green {color:#628c2a;}#yiv7723668261 .yiv7723668261MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv7723668261 o {font-size:0;}#yiv7723668261 
#yiv7723668261photos div {float:left;width:72px;}#yiv7723668261 
#yiv7723668261photos div div {border:1px solid 
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv7723668261 
#yiv7723668261photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv7723668261
 #yiv7723668261reco-category {font-size:77%;}#yiv7723668261 
#yiv7723668261reco-desc {font-size:77%;}#yiv7723668261 .yiv7723668261replbq 
{margin:4px;}#yiv7723668261 #yiv7723668261ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv7723668261 #yiv7723668261ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7723668261 
#yiv7723668261ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv7723668261 
#yiv7723668261ygrp-mlmsg select, #yiv7723668261 input, #yiv7723668261 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7723668261 
#yiv7723668261ygrp-mlmsg pre, #yiv7723668261 code {font:115% 
monospace;}#yiv7723668261 #yiv7723668261ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv7723668261 #yiv7723668261ygrp-mlmsg #yiv7723668261logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv7723668261 #yiv7723668261ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv7723668261 #yiv7723668261ygrp-msg 
p#yiv7723668261attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv7723668261 
#yiv7723668261ygrp-reco #yiv7723668261reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv7723668261 #yiv7723668261ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv7723668261 #yiv7723668261ygrp-sponsor 
#yiv7723668261ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv7723668261 
#yiv7723668261ygrp-sponsor #yiv7723668261ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv7723668261 
#yiv7723668261ygrp-sponsor #yiv7723668261ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv7723668261 #yiv7723668261ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv7723668261 #yiv7723668261ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv7723668261 #yiv7723668261ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv7723668261 
#yiv7723668261ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv7723668261 

   

Kirim email ke