http://megapolitan.kompas.com/read/2016/10/09/20504891
/pbnu.ajak.masyarakat.hentikan.politisasi.agama.pada.pilkada.2017
PBNU Ajak Masyarakat Hentikan Politisasi Agama
pada Pilkada 2017
Minggu, 9 Oktober 2016 | 20:50 WIB
* <javascript:void(0);>
* <javascript:void(0);>
* <javascript:void(0);>
*
<http://megapolitan.kompas.com/read/2016/10/09/20504891/pbnu.ajak.masyarakat.hentikan.politisasi.agama.pada.pilkada.2017#komentar>
*
<http://megapolitan.kompas.com/read/2016/10/09/20504891/pbnu.ajak.masyarakat.hentikan.politisasi.agama.pada.pilkada.2017#>
94
Shares
- Nahdlatul Ulama
Terkait
* Dilaporkan ke Bawaslu karena Kutip Ayat dari Kitab Suci, Ini
Tanggapan Ahok
<http://megapolitan.kompas.com/read/2016/09/28/11393361/dilaporkan.ke.bawaslu.karena.kutip.ayat.dari.kitab.suci.ini.tanggapan.ahok>
* Kata Ahok, Lawan Politik yang Buat Videonya Kutip Ayat Suci Jadi
"Viral"
<http://megapolitan.kompas.com/read/2016/10/06/20514501/kata.ahok.lawan.politik.yang.buat.videonya.kutip.ayat.suci.jadi.viral.>
* Ahok Dilaporkan Dua Organisasi ke Polda Metro Jaya
<http://megapolitan.kompas.com/read/2016/10/07/19203041/ahok.dilaporkan.dua.organisasi.ke.polda.metro.jaya>
* Pengurus NU Jakarta: Ahok Tak Bilang Ayat yang Membohongi, tetapi
Membohongi Pakai Ayat
<http://megapolitan.kompas.com/read/2016/10/08/07473141/pengurus.nu.jakarta.ahok.tak.bilang.ayat.yang.membohongi.tetapi.membohongi.pakai.ayat>
* Djarot: Komentar Ahok soal Ayat Suci Jadikan Pembelajaran Politik
<http://megapolitan.kompas.com/read/2016/10/09/17023681/djarot.komentar.ahok.soal.ayat.suci.jadikan.pembelajaran.politik>
* Agus Yudhoyono Bantah Menyerang Ahok soal Komentar Ayat Suci
<http://megapolitan.kompas.com/read/2016/10/09/18301091/agus.yudhoyono.bantah.menyerang.ahok.soal.komentar.ayat.suci>
*JAKARTA, KOMPAS.com* - Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber
Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rumadi
Ahmad, mengajak masyarakat Jakarta untuk berkampanye dengan damai.
Dia meminta semua pihak berhenti mempolitisasi agama apa pun pada
Pilkada DKI 2017.
"Mari kita menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang menghentikan itu
semua (politisasi agama)," ujar Rumadi melalui keterangan tertulis yang
diterima /Kompas.com/, Minggu (9/10/2016).
Rumadi mengingatkan calon gubernur dan wakil gubernur untuk berhati-hati
mengucapkan hal-hal yang berpotensi menyerang lawan maupun diri mereka
sendiri. Dia juga menuturkan, PBNU meminta masyarakat untuk berhati-hati
menggunakan agama dalam politik.
"Kalau hal ini tidak terkendali, akan merusak sendi-sendi keberagaman
bangsa kita," kata dia.
Ajakan untuk memilih salah satu pasangan cagub dan cawagub, lanjut
Rumadi, harus dilakukan dengan cara yang positif. Selain itu, kampanye
yang positif juga harus dilakukan di tempat-tempat yang semestinya.
Semua pihak sebaiknya tidak menggunakan tempat-tempat ibadah untuk
berkampanye.
*Kerukunan harus dijaga*
Sementara itu, Wakil Ketua DPW PKB DKI Jakarta, Heriandi Lim,
menuturkan, kerukunan umat beragama harus selalu dijaga pada Pilkada DKI
2017.
Semua pihak harus menjaga perbedaan dan toleran terhadap pihak-pihak
yang memiliki perbedaan keyakinan.
"Semua keyakinan masing-masing umat beragama harus dijaga, harus
dipertegas toleransinya. Mari berpilkada dengan sehat dan demi warga
DKI. Jangan sampai pecah belah," ucap Heriandi melalui keterangan
tertulisnya.
Sebelumnya, banyak pihak menganggap ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki
Tjahaja Purnama
<http://megapolitan.kompas.com/tag/Basuki%20Tjahaja%20Purnama> (Ahok)
telah menistakan ajaran agama saat ia melakukan kunjungan kerja ke
Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.
Saat itu, Ahok menyatakan tidak memaksa warga Kepulauan Seribu untuk
memilih dirinya pada Pilkada DKI Jakarta
<http://megapolitan.kompas.com/tag/Pilkada%20DKI%20Jakarta> 2017.
Pernyataannya itu disertai ucapannya yang mengutip Surat Al Maidah ayat
51. Ucapannya ini yang dianggap menistakan ajaran agama.
Kompas TV Diduga Langgar SARA, Ahok Dilaporkan ke Bawaslu
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
* Pilkada DKI 2017
<http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/3754/1/pilkada.dki.2017>
Penulis : Nursita Sari
Editor : Fidel Ali