Pada Senin, 10 Oktober 2016 8:09, "'Chan CT' [email protected] 
[nasional-list]" <[email protected]> menulis:
 

     Ketika Duterte Bilang “Go To Hell, Obama” 
http://www.berdikarionline.com/ketika-duterte-bilang-go-to-hell-obama/Puncak 
dari kemarahan Sukarno terhadap imperialisme Amerika Serikat (AS) menggeledek 
melalui kata-kata: go to hell with your aid. Kata-kata yang diucapkan oleh 
Sukarno di tahun 1964 sekaligus pernyataan talak-tiga terhadap AS.43 tahun 
kemudian, di Amerika Latin, tepatnya di negara bernama Venezuela, seorang 
Presiden juga melontarkan kata-kata yang hampir sama: go to hell, gringos! Hugo 
Chavez, nama Presiden itu, sangat geram dengan intervensi AS atas politik 
negerinya.Dan tiga hari yang lalu, Presiden Filipina yang baru tiga bulan 
menjabat, Rodrigo Duterte, juga melontarkan kata-kata yang hampir sama: go to 
hell, Obama. Duterte meradang setelah kebijakannya memerangi narkoba di 
negerinya dihujani kritik oleh Washington.“Alih-alih membantu kami, yang 
pertama kali menyerang adalah Departemen Luar Negeri. Jadi Anda bisa pergi ke 
neraka, Obama. Anda bisa pergi ke neraka,” kata Duterte, seperti 
dilansirReuters, Selasa (4/10/2016).Ini bukan kali pertama Duterte menyerang 
Obama dan Amerika. Pada awal September lalu, jelang pertemuan negara-negara 
ASEAN di Laos, Duterte mengeluarkan kata makian: Putang ina (anak pelacur). 
Makian khas Filipina itu ditujukan kepada Obama.Duterte memang anomali dalam 
politik Filipina yang dikenal manut terhadap Paman Sam. Bukan hanya karena cara 
bicaranya yang ceplas-ceplos dan gaya mementahnya yang informal, tetapi juga 
sikapnya yang berani bertabrakan dengan kepentingan negara-negara adikuasa. Dia 
seperti kuda liar yang sulit ditunggangi oleh negara adikuasa 
manapun.Pertengahan September lalu, dia mengancam akan mengusir tentara AS dari 
wilayah Filipina Selatan. Belakangan, karena AS mengancam akan berhenti jualan 
senjata ke negerinya, Duterte mengaku akan berpaling ke pangkuan Rusia dan 
Tiongkok. Dia juga pernah mengancam keluar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa 
(PBB).Dengan keberanian itu, apakah Duterte bisa disandingkan dengan Sukarno 
dan Chavez?Harapan baru FilipinaDuterte adalah politisi yang muncul di tengah 
momentum yang tepat dengan pendekatan yang tepat. Pertama, persoalan ekonomi 
yang tidak terselesaikan, khususnya kemiskinan dan ketimpangan, yang melahirkan 
ketidakpuasaan massal rakyat Filipina.Kedua, rakyat Filipina sudah muak dengan 
gaya kepemimpinan politik lama, terutama “kekuatan kuning”–Aquino dan 
keturunannya–yang dianggap korup, tidak kompeten, dan tidak tegas.Pada titik 
itu,  mayoritas rakyat Filipina tidak puas dengan gaya politik yang  normal 
atau moderat/tengah. Sebaliknya, mereka merindukan gaya politik yang tidak 
biasa alias radikal.Duterte muncul dengan gaya baru: cara bicara ceplas-ceplos, 
tampilan merakyat, dan terkesan apa-adanya. Dia juga mewakili gaya kepemimpinan 
yang tegas, terutama pengalamannya memerangi pengedar narkoba dan kriminalitas 
di Davao.Yang lebih penting lagi, dia membawa retorika anti-oligarki di masa 
kampanye. Retorika itu sangat mengena di telinga rakyat Filipina yang sudah 
muak dengan tatanan ekonomi yang hanya membolehkan 0,1 persen elit menguasai 
kue ekonomi.Dengan slogannya, perubahan segera tiba (change is coming), Duterte 
menjadi harapan baru bagi rakyat Filipina. Itulah yang membuatnya begitu 
gampang menapaki jalan menuju Istana Malacañang–Istana Kepresidenan 
Filipina.“Perang melawan si miskin”Sejauh ini, kerja besar Duterte difokuskan 
pada perang suci melawan narkoba dan kriminalitas. Jumlah korbannya tidak 
sedikit: sudah lebih 3600 orang. Sekitar 2.275 diantaranya tewas di 
tanganvigilante.Perang inilah yang menuai kritik banyak pihak, baik aktivis HAM 
maupun pihak internasional (AS, Eropa dan PBB). Banyak orang yang dituduh 
pengedar narkoba mati di jalanan, tanpa proses pengadilan.Mungkin narkoba 
memang persoalan besar di Filipina. Apalagi jika berkelindan dengan 
kriminalitas. Namun, memerangi narkoba hanya dengan membunuhi pengedarnya saja, 
tanpa menyentuh ke akar persoalannya, yakni kemiskinan, hanya akan menjadi 
ajang pembantaian manusia.Tak salah, Walden Bello, seorang bekas anggota 
parlemen dari partai progressif Akbayan, menyebut perang suci Duterte itu 
sebagai “perang melawan si miskin”.“Menyelesaikan persoalan narkoba dengan 
pembunuhan hanya menyentuh gejalanya saja, tetapi tidak pada penyebabnya,” ujar 
Bello.Bello, yang dikenal sebagai profesor sosiologi dan aktivis kiri, 
mengatakan penggunaan narkoba di kalangan kaum miskin sangat lazim lantaran 
bisa menjadi jalan keluar pintas atas realitas kemiskinan.“Kemiskinan bukan 
hanya kekurangan materi, tetapi keputusasaan, ketidakberdayaan dan hidup tanpa 
martabat,” jelasnya.Baginya, perang melawan narkoba harus diarahkan pada akar 
masalahnya, yakni kemiskinan. Caranya: ciptakan kebijakan yang mendorong 
penciptaan lapangan kerja, upah layak, redistribusi kekayaan, dan 
lain-lain.Namun, kendati Duterte dihujani kritik soal pelanggaran HAM, 
popularitasnya masih sangat tinggi. Survei terbaru dari institut penelitian 
Social Weather Stations (SWS) menyebutkan, sebanyak 73 persen warga Filipina 
puas dengan kepemimpinan Durerte. Dan hanya 11 persen yang menyatakan tidak 
puas.Duterte anti-imperialis?Memang terlalu dini untuk menilai Duterte itu 
progressif atau tidak. Namun, setidaknya ada satu ukuran yang bisa dipakai: 
seperti apa haluan ekonomi dan politiknya?Di sinilah letak kekurangannya. Dari 
10 poin agenda ekonomi Duterte, tidak satupun yang eksplisit anti-neoliberal. 
Hanya dua poin yang agak melegakan bagi si miskin, yakni investasi untuk 
pembangunan manusia (pendidikan dan kesehatan) dan perlindungan sosial melalui 
transfer tunai kepada si miskin (mirip BLT di Indonesia). Sisanya masih bicara 
agenda investasi dan bisnis.Duterte juga belum mau keluar dari jerat IMF. 
Duterte tidak seberani Sukarno dan Chavez yang berani menolak membayar utang 
najis dan utang illegal yang dijeratkan oleh rentenir (IMF dan Bank Dunia) ke 
negerinya.Duterte juga masih mengadopsi pendekatan privatisasi terselubung ala 
Bank Dunia, yaitu public-private partnership (PPP), untuk mempercepat proyek 
infrastruktur publik.Tetapi retorika Duterte memang progressif. Duterte selalu 
bicara “tao muna ha” (rakyat yang utama/prioritas), kendati belum ada 
kebijakannya yang eksplisit menyentuh rakyat banyak. Saat kampanye, dia 
berjanji akan melakukan land-reform dan memperbaiki irigasi bagi pertanian.  
Sayang, hingga sekarang land-reform itu belum jalan-jalan juga.Saat kampanye, 
Duterte berjanji akan menghapus sistim kerja kontrak yang sangat menghisap  
buruh. Sayang, hingga kini janji itu juga belum ditunaikan. Namun, komentar 
Duterte tentang serikat buruh beberapa kali mengecewakan. Dia pernah bilang 
akan menghajar serikat buruh yang mengganggu iklim investasi.Ya, dalam urusan 
ekonomi, Duterte belumlah seradikal Chavez atau Sukarno. Belum satupun 
perusahaan asing yang sudah dinasionalisasi oleh pemerintahan Duterte. Dia juga 
belum mengusir IMF dan Bank Dunia dari negerinya.Raymond Samuel   
#yiv6845700662 #yiv6845700662 -- #yiv6845700662ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv6845700662 
#yiv6845700662ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv6845700662 
#yiv6845700662ygrp-mkp #yiv6845700662hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv6845700662 #yiv6845700662ygrp-mkp #yiv6845700662ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv6845700662 #yiv6845700662ygrp-mkp .yiv6845700662ad 
{padding:0 0;}#yiv6845700662 #yiv6845700662ygrp-mkp .yiv6845700662ad p 
{margin:0;}#yiv6845700662 #yiv6845700662ygrp-mkp .yiv6845700662ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv6845700662 #yiv6845700662ygrp-sponsor 
#yiv6845700662ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv6845700662 
#yiv6845700662ygrp-sponsor #yiv6845700662ygrp-lc #yiv6845700662hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv6845700662 
#yiv6845700662ygrp-sponsor #yiv6845700662ygrp-lc .yiv6845700662ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv6845700662 #yiv6845700662actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv6845700662 
#yiv6845700662activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv6845700662
 #yiv6845700662activity span {font-weight:700;}#yiv6845700662 
#yiv6845700662activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv6845700662 #yiv6845700662activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv6845700662 #yiv6845700662activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv6845700662 #yiv6845700662activity span 
.yiv6845700662underline {text-decoration:underline;}#yiv6845700662 
.yiv6845700662attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv6845700662 .yiv6845700662attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv6845700662 .yiv6845700662attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv6845700662 .yiv6845700662attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv6845700662 .yiv6845700662attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv6845700662 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv6845700662 .yiv6845700662bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv6845700662 
.yiv6845700662bold a {text-decoration:none;}#yiv6845700662 dd.yiv6845700662last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6845700662 dd.yiv6845700662last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6845700662 
dd.yiv6845700662last p span.yiv6845700662yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv6845700662 div.yiv6845700662attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv6845700662 div.yiv6845700662attach-table 
{width:400px;}#yiv6845700662 div.yiv6845700662file-title a, #yiv6845700662 
div.yiv6845700662file-title a:active, #yiv6845700662 
div.yiv6845700662file-title a:hover, #yiv6845700662 div.yiv6845700662file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv6845700662 div.yiv6845700662photo-title a, 
#yiv6845700662 div.yiv6845700662photo-title a:active, #yiv6845700662 
div.yiv6845700662photo-title a:hover, #yiv6845700662 
div.yiv6845700662photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv6845700662 
div#yiv6845700662ygrp-mlmsg #yiv6845700662ygrp-msg p a 
span.yiv6845700662yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv6845700662 
.yiv6845700662green {color:#628c2a;}#yiv6845700662 .yiv6845700662MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv6845700662 o {font-size:0;}#yiv6845700662 
#yiv6845700662photos div {float:left;width:72px;}#yiv6845700662 
#yiv6845700662photos div div {border:1px solid 
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv6845700662 
#yiv6845700662photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv6845700662
 #yiv6845700662reco-category {font-size:77%;}#yiv6845700662 
#yiv6845700662reco-desc {font-size:77%;}#yiv6845700662 .yiv6845700662replbq 
{margin:4px;}#yiv6845700662 #yiv6845700662ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv6845700662 #yiv6845700662ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6845700662 
#yiv6845700662ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv6845700662 
#yiv6845700662ygrp-mlmsg select, #yiv6845700662 input, #yiv6845700662 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6845700662 
#yiv6845700662ygrp-mlmsg pre, #yiv6845700662 code {font:115% 
monospace;}#yiv6845700662 #yiv6845700662ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv6845700662 #yiv6845700662ygrp-mlmsg #yiv6845700662logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv6845700662 #yiv6845700662ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv6845700662 #yiv6845700662ygrp-msg 
p#yiv6845700662attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv6845700662 
#yiv6845700662ygrp-reco #yiv6845700662reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv6845700662 #yiv6845700662ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv6845700662 #yiv6845700662ygrp-sponsor 
#yiv6845700662ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv6845700662 
#yiv6845700662ygrp-sponsor #yiv6845700662ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv6845700662 
#yiv6845700662ygrp-sponsor #yiv6845700662ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv6845700662 #yiv6845700662ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv6845700662 #yiv6845700662ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv6845700662 #yiv6845700662ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv6845700662 
#yiv6845700662ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv6845700662 

   

Kirim email ke